Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ini 10 Gunung Api Paling Aktif di Indonesia, Ada Semeru dan Anak Krakatau

Ini 10 Gunung Api Paling Aktif di Indonesia, Ada Semeru dan Anak Krakatau
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak, Jawa Timur, Minggu (17/5/2026) pagi. (ANTARA/HO-PVMBG/aa)
  • Badan Geologi mencatat 127 gunung api aktif di Indonesia. Data MAGMA periode 1 Januari–16 Juni 2026 menempatkan Semeru sebagai yang paling sering meletus, dengan 1.263 kejadian.
  • Gunung Ibu mencatat 930 letusan dan Lewotobi Laki-laki 215 letusan pada periode sama; Lewotobi kembali erupsi hingga kolom abu sekitar 2.500 meter pada 27 Agustus 2026.
  • Dukono, Anak Krakatau, Marapi, Merapi, Karangetang, Raung, dan Bromo terus dipantau karena riwayat erupsi, aktivitas lava, atau dampaknya terhadap permukiman, pendakian, serta akses wisata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times Indonesia menjadi salah satu negara dengan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, terdapat 127 gunung api aktif di Indonesia yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Tentu saja, aktivitas masing-masing gunung berbeda, mulai dari normal hingga siaga.

Berdasarkan data Magma Indonesia, Gunung Semeru menjadi gunung api dengan jumlah letusan terbanyak selama 1 Januari hingga 16 Juni 2026, yakni mencapai 1.263 kali. Lalu posisinya disusul Gunung Ibu dengan 930 letusan dan Lewotobi Laki-Laki dengan 215 letusan.

  1. 1. Gunung Semeru

    Gunung Semeru
    Pantauan erupsi Gunung Semeru pada Rabu (3/12/2025). (Dok. PVMBG)

    Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur menjadi salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Berdasarkan data MAGMA, Semeru mencatat 1.263 letusan selama 1 Januari hingga 16 Juni 2026.

    Aktivitas Semeru masih berlangsung setelah periode tersebut. Aktivitas Semeru masih didominasi erupsi dan gempa letusan selama periode tersebut. Pada saat itu, status Gunung Semeru berada pada level III atau Siaga.

  2. 2. Gunung Ibu

    Gunung Ibu berada di Halmahera Barat, Maluku Utara menjadi salah satu gunung dengan frekuensi letusan tinggi. MAGMA mencatat ada 930 letusan sepanjang 1 Januari hingga 16 Juni 2026, yang menempatkannya di posisi kedua setelah Semeru pada periode tersebut.

    Gunung Ibu juga dikenal memiliki aktivitas erupsi yang berlangsung berulang dalam beberapa tahun terakhir. Karena karakter aktivitasnya, masyarakat di sekitar gunung harus selalu memperhatikan informasi resmi PVMBG.

  3. 3. Gunung Lewotobi Laki-laki

    Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Minggu (16/6/2024) dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak. (ANTARA/HO-PV
    Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Minggu (16/6/2024) dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak. (ANTARA/HO-PVMBG)

    Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Menurut data MAGMA, Gunung ini mencatat 215 letusan sepanjang 1 Januari-16 Juni 2026.

    Aktivitasnya pun belum berhenti. Hingga 27 Agustus 2026, Lewotobi Laki-laki kembali erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter.

  4. 4. Gunung Dukono

    Gunung Dukono yang berada di Halmahera Utara, Maluku Utara tercatat sebagai gunung api Indonesia yang dikenal memiliki aktivitas erupsi dalam waktu panjang. Badan Geologi juga memasukkan Dukono dalam daftar gunung api yang dipantau secara intensif.

    Pada Mei 2026, Badan Geologi menyatakan aktivitas vulkanik Dukono masih tinggi dan statusnya berada pada Level II atau Waspada.

  5. 5. Gunung Anak Krakatau

    Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda yang termasuk gunung api tipe A. Pada 2026, aktivitas Anak Krakatau kembali menjadi perhatian. Badan Geologi menaikkan statusnya menjadi Level III atau Siaga pada Juli 2026.

    Bahkan pada September 2026, Anak Krakatau mengalami rangkaian erupsi terus menerus. Hingga 7 September 2026, Badan Geologi masih menetapkan statusnya pada Level III (Siaga).

  6. 6. Gunung Marapi

    Ilustrasi Gunung Api (Unsplash/ShawnApple)
    Ilustrasi Gunung Api (Unsplash/ShawnApple)

    Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatra Barat. Berdasarkan data Badan Geologi, Gunung Marapi tercantum dalam daftar gunung api tipe A.

    Marapi juga memiliki riwayat erupsi yang berulang sehingga aktivitasnya terus dipantau PVMBG. Gunung ini menjadi salah satu gunung api aktif yang perlu diperhatikan, terutama karena berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan jalur pendakian.

  7. 7. Gunung Merapi

    Gunung Merapi berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi merupakan salah satu gunung api tipe A di Indonesia.

    Aktivitas Merapi tidak hanya ditandai dengan adanya erupsi, tetapi juga pertumbuhan kubah lava dan guguran lava. Karena karakter aktivitasnya tersebut, Merapi menjadi salah satu gunung dengan sistem pemantauan vulkanik yang intens.

  8. 8. Gunung Karangetang

    Gunung Karangetang berada di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Gunung ini juga tercatat sebagai gunung api tipe A dalam daftar Badan Geologi.

    Karangetang memiliki riwayat erupsi dan aktivitas lava, sehingga menjadi salah satu gunung api yang rutin mendapatkan pemantauan.

  9. 9. Gunung Raung

    Gunung Raung berada di Jawa Timur dan termasuk dalam daftar gunung api tipe A Indonesia.

    Gunung ini memiliki sejarah erupsi dan aktivitas vulkanik yang cukup panjang. Raung juga termasuk gunung api yang aktivitasnya dipantau PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung Api.

  10. 10. Gunung Bromo

    Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan gepyok dan sprayer di kawasan Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Ja
    Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan gepyok dan sprayer di kawasan Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)

    Gunung Bromo berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Bromo juga termasuk gunung api tipe A berdasarkan daftar Badan Geologi.

    Aktivitas Bromo menjadi perhatian bukan hanya dari sisi kebencanaan, tetapi juga pariwisata. Ketika aktivitas vulkaniknya meningkat, akses wisata dan aktivitas pendakian dapat dibatasi berdasarkan rekomendasi PVMBG.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More