Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Badan Geologi: Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Letusan Gunung Lain

Badan Geologi: Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Letusan Gunung Lain
Gunung Illi Lewotolok di NTT erupsi pada Minggu, 6 September 2026 malam. (Badan Geologi ESDM)
  • Badan Geologi ESDM menegaskan erupsi Anak Krakatau tidak memicu aktivitas gunung api lain, meski beberapa gunung dapat meletus pada hari yang sama.
  • Erupsi bersamaan dinilai fenomena alami dan wajar karena Indonesia berada di Cincin Api Pasifik dengan ratusan gunung api; erupsi juga tidak selalu berskala besar.
  • Pada 4-5 September 2026, Sinabung, Merapi, dan Semeru turut erupsi; Badan Geologi mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi resmi Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, tidak memicu erupsi gunung lainnya di Indonesia.

"Beberapa gunungapi memang dapat erupsi pada hari yang sama secara alami, dan ini tidak memicu aktivitas satu gunung dengan gunung lainnya," sebut Badan Geologi di akun X, Senin (7/8/2026).

  1. 1. Erupsi gunung secara bersamaan fenomena biasa

    Gunung Semeru erupsi pada Minggu, 6 Septermber 2026. (Badan Geologi ESDM)
    Gunung Semeru erupsi pada Minggu, 6 Septermber 2026. (Badan Geologi ESDM)

    Badan Geologi menjelaskan erupsi beberapa gunung dalam waktu bersamaan merupakan fenomena yang biasa. Sebab, Indonesia berada di atas cincin api (ring of fire) dari deretan ratusan gunung api.

    "Hal ini karena erupsi gunungapi adalah hal yang wajar, mengingat kita berada pada daerah cincin api pasifik yang memiliki banyak gunungapi," sebut Badan Geologi.

  2. 2. Erupsi gunung api hal yang wajar

    Gunung Illi Lewotolok erupsi pada Minggu, 6 September 2026 malam. (Badan Geologi ESDM)
    Gunung Illi Lewotolok erupsi pada Minggu, 6 September 2026 malam. (Badan Geologi ESDM)

    Erupsi, menurut Badan Geologi, merupakan aktivitas gunung api yang biasa terjadi kapan saja, dan tidak harus skala besar.

    "Yang penting untuk dipahami, erupsi adalah aktivitas rutin gunungapi, dan erupsi tidak selalu dalam skala besar," sebut Badan Geologi.

    "Jadi, mari terus patuhi rekomendasi resmi dari Badan Geologi, BPBD dan pemerintah daerah ya, Sobat Geologi!" imbau Badan Geologi.

  3. 3. Sejumlah gunung mengalami erupsi berbarengan dengan erupsi Anak Krakatau

    Gunung Anak Krakatau saat erupsi pada Jumat malam, 4 Septermber 2026. (Badan Geologi)
    Gunung Anak Krakatau saat erupsi pada Jumat malam, 4 Septermber 2026. (Badan Geologi)

    Sebagaimana diketahui, sejumlah gunung api mengalami erupsi bersamaan dengan Gunung Anak Krakatau pada 4-5 September 2026, yakni Gunung Sinabung di Karo, Sumatra Utara; Gunung Merapi di Jawa Tengah-Yogyakarata; dan Gunung Semeru di Lumajang, Malang, Jawa Timur.

    "Erupsi beberapa gunungapi yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkasi yang alami, dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya," sebut Badan Geologi.

    Badan Geologi mencatat, ada ribuan erupsi sejumlah gunung di Indonesia selama 100 hari belakangan, yakni Gunung Semeru lebih dari 7.000 kali, Gunung Ibu 7.000 kali, Gunun Lewotobi Laki-Laki lebih dari 2.000 kali, Gunung Dukono dan Gunung Illi Lewotolok hampir 1.000 kali.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More