Jakarta, IDN Times - Pucuk Pimpinan Korps Bhayangkara akhirnya berganti setelah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolri selama lima tahun, delapan bulan, empat hari. Posisi Kapolri kini telah resmi dipegang oleh Jenderal Polisi. Suyudi Ario Seto.
Suyudi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) telah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan dilakukan setelah Komisi III menyetujui eks Kapolda Banten itu sebagai calon tunggal Kapolri di hari yang sama.
Pergantian Kapolri ini cukup mengejutkan karena terlaksana tanpa adanya bocoran informasi yang sampai ke masyarakat. Suyudi pun mengaku dirinya baru mendapat informasi mengenai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Kapolri, pada Kamis pagi.
“Kalau itu kami baru mendapatkan informasi tadi pagi, sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan fit and proper test atau uji kelayakan,” kata Suyudi usai dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Namun demikian, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menyebut, pergantian Kapolri ini bukan sesuatu yang mendadak, tapi hanya tertunda.
“Bila melihat di Agustus kemarin juga muncul isu surat presiden terkait pergantian Kapolri.
Hanya saja memang mengejutkan publik karena proses tersebut terjadi di Istana dan tidak diekspose sehingga publik terkejut,” kata Bambang kepada IDN Times, Jumat (2/10/2026).
