Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina Tutup PGTC 2026, Mahasiswa Unjuk Gagasan Energi

3 min read
Pertamina Tutup PGTC 2026, Mahasiswa Unjuk Gagasan Energi
PT Pertamina (Persero) resmi menutup rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (dok. Pertamina)
  • Pertamina menutup PGTC 2026 di Universitas Pertamina setelah program lebih dari empat bulan, ditandai Grand Final Energy Debate Championship dan penghargaan pemenang kompetisi.

  • EDC menjadi ajang mahasiswa mengasah pemikiran kritis serta argumentasi isu energi, sementara Pertamina menekankan kontribusi generasi muda untuk menghadapi tantangan energi Indonesia.

  • EIC mendorong mahasiswa merancang solusi energi melalui inovasi; PGTC juga menghadirkan pembelajaran, roadshow, booth karya finalis, serta apresiasi kepada 16 entitas pendukung Pertamina.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) resmi menutup rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Program yang berlangsung selama lebih dari empat bulan sejak kick-off di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 21 Mei 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui rangkaian pembelajaran, kompetisi, dan kegiatan terkait sektor energi.

Penutupan PGTC 2026 ditandai dengan Grand Final Energy Debate Championship (EDC) serta awarding bagi pemenang EDC dan Energynovation Ideas Competition (EIC).

  1. 1. Mahasiswa adu kemampuan lewat kompetisi debat energi

    WhatsApp Image 2026-09-24 at 9.40.13 AM.jpeg
    PT Pertamina (Persero) resmi menutup rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (dok. Pertamina)

    Grand Final Energy Debate Championship (EDC) menjadi salah satu agenda utama dalam penutupan PGTC 2026. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan argumen terkait isu energi.

    Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan PGTC menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dan tantangan nyata di industri energi.

    “Saya masih ingat saat membuka PGTC di ITB bulan Mei lalu, saya titipkan pesan sederhana: stay curious, stay courageous. Hari ini saya tidak lagi hanya melihat rasa ingin tahu, tapi melihat bukti nyata keberanian adik-adik semua. Selama berbulan-bulan kalian belajar, berdebat, meneliti, menguji ide, dan menyempurnakan gagasan. Inilah makna dari Move Faster, Impact Further," ujar Simon.

    Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan energi Indonesia. “Tantangan energi Indonesia membutuhkan kontribusi bersama, termasuk generasi muda,” jelas Simon.

  2. 2. EIC dorong mahasiswa tawarkan solusi di bidang energi

    ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Yan Krukau)
    ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Yan Krukau)

    Selain debat, PGTC 2026 menghadirkan Energynovation Ideas Competition (EIC). Kompetisi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan mempresentasikan gagasan serta inovasi di bidang energi.

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengapresiasi mahasiswa yang ikut memberikan ide untuk menjawab tantangan ketahanan energi masa depan.

    "Adik-adik dilatih berpikir kritis, membangun argumen berbasis bukti, sekaligus berani menguji gagasan di hadapan publik. Melalui EIC, adik-adik ditantang melangkah lebih jauh, tidak hanya memahami persoalan energi, tetapi ikut menawarkan solusi. Inilah makna sebenarnya dari Dikti Saintek Berdampak atau Kampus Berdampak, bergeser dari sekadar menghasilkan keluaran menuju menghasilkan dampak," ujar Khairul Munadi.

    Ia menambahkan, tantangan sektor energi perlu dilihat dari berbagai sisi, mulai dari teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga keberlanjutan.

    “Pesan saya, jangan berhenti pada kompetisi. Kompetisi hanyalah ruang eksplorasi. Dekatkan ilmu dengan persoalan nyata dan mulailah berkontribusi hari ini," tambahnya.

    Pada acara penutupan, para tamu juga berkesempatan melihat booth Pertamina Group serta booth karya para finalis EIC. Kehadiran booth tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya dan gagasan yang mereka kembangkan.

  3. 3. PGTC jadi ruang belajar dan kolaborasi mahasiswa

    ilustrasi mahasiswa wisuda (unsplash.com/Charles DeLoye)
    ilustrasi mahasiswa wisuda (unsplash.com/Charles DeLoye)

    Rangkaian PGTC 2026 tidak hanya berlangsung melalui kompetisi. Sejak kick-off hingga penutupan, program ini juga menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran dan roadshow di sejumlah wilayah Indonesia.

    Melalui EDC dan EIC, mahasiswa mendapat ruang untuk mengembangkan dua kemampuan, yakni mengkritisi dan mempertahankan gagasan melalui debat serta mengembangkan solusi melalui karya dan inovasi.

    Penutupan PGTC 2026 juga menjadi momentum apresiasi bagi Subholding dan Anak Perusahaan Pertamina yang mendukung pelaksanaan program. Sebanyak 16 entitas mendapatkan sertifikat apresiasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

    Dengan semangat “Energizing Acceleration for Future Impact”, PGTC 2026 diharapkan menjadi bagian dari perjalanan generasi muda dalam mengembangkan gagasan, inovasi, dan kontribusi bagi sektor energi Indonesia. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More