Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pesan Dudung ke Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Dudung Abdurachman menanggapi sindiran Rizieq Shihab soal 'Jenderal Baliho' dan menegaskan tidak ada masalah pribadi di antara mereka.
  • Ia mengingatkan Rizieq agar ulama bersikap meneduhkan, menjaga ucapan, serta mengajak bersama membangun bangsa tanpa provokasi atau permusuhan.
  • Dudung menjelaskan asal-usul julukan 'Jenderal Baliho' saat dirinya memerintahkan penurunan baliho FPI yang telah dibubarkan pemerintah pada 2019.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2019

FPI dibekukan oleh pemerintah, dan Dudung melaporkan kegiatan organisasi tersebut kepada pimpinan TNI serta pejabat terkait.

Tahun 2020

Saat menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung memerintahkan prajurit menurunkan baliho FPI yang sudah dibubarkan. Dari peristiwa ini muncul istilah 'Jenderal baliho'.

4 Mei 2026

Rizieq Shihab dalam tayangan YouTube Islamic Brotherhood Television mengomentari pernyataan Presiden Prabowo soal pergi ke Yaman dan menyebut adanya pengaruh dari 'Jenderal baliho'.

5 Mei 2026

Dudung Abdurachman menanggapi sindiran Rizieq di kantor KSP Jakarta, menegaskan tidak ada masalah pribadi dan mengingatkan agar ulama memberi pesan yang meneduhkan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan pesan kepada Rizieq Shihab agar ulama bersikap meneduhkan dan tidak menjelekkan orang lain, serta mengajak bersama membangun bangsa tanpa permusuhan.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, menanggapi ucapan Imam Besar FPI Rizieq Shihab terkait sebutan “Jenderal baliho”.
  • Where?
    Pernyataan Dudung disampaikan di kantor KSP, Jakarta, sementara tanggapan Rizieq muncul melalui tayangan video di kanal YouTube Islamic Brotherhood Television.
  • When?
    Dudung memberikan pernyataannya pada Selasa, 5 Mei 2026, sedangkan video tanggapan Rizieq beredar sehari sebelumnya, Senin, 4 Mei 2026.
  • Why?
    Pernyataan ini muncul setelah Rizieq menyinggung Presiden Prabowo dan menyebut adanya pengaruh dari “Jenderal baliho”, yang merujuk pada Dudung dalam konteks pernyataan politik tertentu.
  • How?
    Dudung menjawab sindiran tersebut dengan klarifikasi terbuka di hadapan media, menegaskan tidak ada masalah pribadi dengan Rizieq dan menyerukan sikap
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Dudung ngomong ke Pak Rizieq supaya jadi orang baik dan ngomong yang adem. Katanya ulama itu harus bikin orang tenang, bukan marah-marah. Dulu Pak Dudung disebut Jenderal baliho karena suruh turunin baliho FPI. Sekarang dia bilang sudah gak ada masalah sama Pak Rizieq dan mau ajak semua orang jangan saling benci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Dudung Abdurachman dalam artikel ini menunjukkan upaya menenangkan suasana dengan menekankan pentingnya keteduhan, saling menghormati, dan menjauhi provokasi. Ia memilih untuk tidak memperpanjang perbedaan pandangan dengan Rizieq Shihab, melainkan mengajak bersama membangun bangsa tanpa permusuhan, mencerminkan sikap dewasa dan semangat persatuan di tengah dinamika politik yang ada.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, kembali buka suara terkait sindiran Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Rizieq Shihab, ada Jenderal baliho yang kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih. Dudung juga tak masalah apabila disematkan sebagai Jenderal baliho.

"Yang Presiden katanya kabur ke Yaman itu karena di belakangnya ada Jenderal Baliho itu kan? Ya, kalau menurut saya, antara saya dengan Habib Rizieq sudah gak ada masalah sebetulnya," ujar Dudung di kantor KSP, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dudung kemudian mengingatkan kepada Rizieq, ulama itu memberi pesan yang meneduhkan, tidak membuat pernyataan gaduh. Terkait pernyataan Presiden kabur saja ke Yaman itu adalah bisikan darinya, Dudung membantah.

"Kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, ya. Berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya juga dia tidak berprasangka buruk kepada orang lain, dan tangannya juga tidak dikotori dengan hal-hal yang tidak baik. Makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut," kata dia.

1. Sudah sama-sama tua, mari bangun negara

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dudung kemudian mengingatkan Rizieq dengannya merupakan orang yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu, Dudung mengajak untuk bersama-sama membangun negara ke arah yang lebih baik.

"Menurut saya bahwa, Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi. Saya lihat bahasa-bahasanya tidak pernah berubah, bahasa-bahasa lama dengan sekarang itu ya," ucap dia.

2. Jangan sebar permusuhan

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Dudung juga mengajak seluruh anak bangsa untuk tidak saling menyebar permusuhan dan tidak ada kecurigaan.

"Mari kita sama-sama, tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling curiga, saling memfitnah, ya," ujar dia.

3. Penjelasan Dudung soal awal mula label Jenderal baliho

Serah terima jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dari M. Qodari ke Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dudung kemudian menjelaskan awal mulai sebutan Jenderal baliho itu disematkan kepadanya. Ketika itu, saat masih menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung memerintahkan prajuritnya untuk menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI).

"Karena sebetulnya dulu waktu saya menurunkan baliho juga kan, karena FPI itu kan waktu itu organisasi memang sudah dibekukan di tahun 2019. Nah, yang menguatnya itu menurut saya karena ada ajakan-ajakan revolusi akhlak lah, yang kemudian akhirnya dari narasi-narasi yang disampaikan mengajak, kemudian mengembangkan kegiatan-kegiatan yang menurut saya memang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," kata dia.

"Dan itu kita laporkan kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, bahkan Gubernur pun tahu, Kapolri dan sebagainya. Maka dilakukanlah tindakan-tindakan oleh TNI-Polri saat itu," sambungnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengatakan, FPI dibubarkan melalui surat dari Kementerian Dalam Negeri. Dudung juga mengaku pernah menyampaikan secara terbuka agar FPI dibubarkan.

"Dan yang membubarkan itu kan Kemendagri, Menko Polhukam. Kalau masih ingat kata-kata saya pada saat di Monas: ‘Kalau perlu FPI bubarkan’. Dan bener dibubarkan. Sebetulnya memang sudah dibekukan. Nah, sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya itu bukan, bukan dari saya," imbuhnya.

4. Pernyataan Rizieq Shihab

Rizieq Shihab bebas murni hari ini, Senin (10/6/2024) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pada tayangan video di akun YouTube Islamic Brotherhood Television, Rizieq merasa heran Presiden Prabowo bisa mengeluarkan pernyataan pergi saja ke Yaman. Menurutnya, Prabowo sejak dulu hanya menyampaikan pergi saja ke luar negeri, tanpa menyebutkan negara tertentu.

"Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq sebagaimana tayangan video di akun YouTube Islamic Brotherhood Television, dikutip Senin (4/5/2026).

"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?" sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Rizieq menganggap pernyataan Prabowo yang menyampaikan pergi saja ke Yaman karena mendapat bisikan dari "Jenderal baliho".

"Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara," ucap dia.

Istilah jenderal baliho muncul saat Dudung masih menjabat sebagai Pangdam Jaya tahun 2020. Dudung memerintahkan prajuritnya untuk menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) yang sudah dibubarkan pemerintah.

Ketika itu, Pangdam Jaya membantu tugas Satpol PP DKI Jakarta yang sudah mencopot baliho FPI, tapi dipasang kembali oleh simpatisan FPI.

Editorial Team