Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Melalui Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni
Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat sukses merenovasi 18 unit rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. (dok. Pemprov Jabar)
  • Program Poe Ibu menghimpun donasi Rp1.000 per hari dari ASN Pemprov Jawa Barat untuk merenovasi 18 rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Garut.

  • Renovasi mencakup perluasan bangunan, pembangunan MCK dan septic tank, penyediaan listrik mandiri, serta perbaikan lantai, dinding, genting, plafon, dan kaca.

  • Seluruh 18 rumah selesai direnovasi dalam tiga minggu dan kini layak dihuni; Poe Ibu mengusung gotong royong berbasis nilai silih asih, silih asah, silih asuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu telah merenovasi 18 rumah tidak layak huni hingga layak ditempati, termasuk penambahan fasilitas MCK, listrik mandiri, dan septic tank.
  • Who?
    ASN Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengumpulkan dana renovasi; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau hasilnya. Warga Desa Girimukti, termasuk Enung, menerima manfaat renovasi.
  • Where?
    Renovasi dilakukan pada 18 rumah di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  • When?
    Renovasi berlangsung selama tiga minggu. Dedi Mulyadi meninjau hasil renovasi pada Senin, 7 September.
  • Why?
    Renovasi dilakukan untuk memperbaiki rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni, termasuk rumah yang belum memiliki MCK dan jaringan listrik mandiri.
  • How?
    Biaya dihimpun dari kontribusi ASN Pemda Jawa Barat sebesar Rp1.000 per orang setiap hari. Pekerjaan mencakup perbaikan lantai, dinding, genting, plafon, kaca, serta perluasan bangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat sukses merenovasi 18 unit rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

1. Seribu per hari untuk renovasi 18 rumah

Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat sukses merenovasi 18 unit rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. (dok. Pemprov Jabar)

Seluruh biaya renovasi rumah berasal dari para ASN Pemda Provinsi Jawa Barat yang dikumpulkan setiap hari sebesar Rp1.000 per orang.

Hasil renovasi rumah sempat ditinjau langsung oleh inisiator gerakan Poe Ibu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Senin (7/9). Terlihat dari 18 unit rumah yang direnovasi tak hanya menyasar pada struktur bangunan, tetapi juga diperluas dan ditambah fasilitas yang representatif.

2. Ini bagian-bagian rumah yang direnovasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan, beberapa rumah yang direnovasi sebelumnya tidak memiliki sarana MCK. Bahkan ada juga yang tidak punya jaringan listrik secara mandiri.

"Jadi ini tidak saja hanya renovasi tapi memperluas juga, lalu sebelumnya tidak ada MCK sekarang ada, listrik sekarang mandiri, septic tank juga kita bikin," tutur KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menambahkan, selain pembuatan kamar mandi, perbaikan rutilahu juga mencakup perbaikan lantai dan dinding, penggantian genting, pemasangan plafon serta kaca.

3. Sudah layak ditinggali

Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat sukses merenovasi 18 unit rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. (dok. Pemprov Jabar)

Kini ke-18 unit rumah sudah layak untuk ditinggali. Direnovasi selama tiga minggu, perubahan yang signifikan dirasakan betul oleh salah satu pemilik rumah, Enung.

"Alhamdulillah bingah teu tiasa nyarios nanaon, hatur nuhun ka Bapak Ibu tos nyumbangkeun rizkina kanggo abdi. Hatur nuhun oge kanggo Bapak KDM (Alhamdulillah, bahagia sekali sampai tidak bisa berkata-kata, terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah menyumbangkan rezekinya untuk saya. Terima kasih juga untuk Bapak KDM)," ucapnya.

Adapun Poe Ibu merupakan gerakan partisipatif berbasis gotong royong yang mengusung nilai kearifan lokal "silih asih, silih asah, silih asuh". (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article