Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polda Metro Jaya membantah mengundang atau menyewa orang untuk berperan sebagai mahasiswa dalam Deklarasi Sumpah Pemuda.

  • Orang-orang yang diduga dibayar disebut kemungkinan diundang oleh event organizer, sementara audit dan investigasi masih berjalan.

  • Polda Metro berjanji menyampaikan bukti serta memberi sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab setelah penyelidikan selesai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (29/10/2026)

Deklarasi Sumpah Pemuda berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan itu muncul dugaan beberapa orang berperan sebagai mahasiswa.

Kamis (5/11/2026)

Budi Hermanto mengatakan Polda Metro Jaya masih menunggu hasil audit terkait dugaan orang-orang yang dibayar untuk menjadi mahasiswa.

kini

Audit dan investigasi terhadap dugaan mahasiswa gadungan masih dilakukan. Polda Metro berjanji menyampaikan hasil penyelidikan dan sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dugaan orang dibayar untuk berperan sebagai mahasiswa dalam Deklarasi Sumpah Pemuda masih diaudit dan diselidiki.
  • Who?
    Polda Metro Jaya, Kabid Humas Kombes Budi Hermanto, event organizer, dan orang-orang yang diduga berperan sebagai mahasiswa.
  • Where?
    Deklarasi Sumpah Pemuda berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
  • When?
    Deklarasi berlangsung Kamis (29/10/2026), sedangkan keterangan Budi disampaikan Kamis (5/11/2026).
  • Why?
    Alasan orang-orang tersebut berada di lokasi menggunakan jas almamater masih dalam proses audit dan investigasi.
  • How?
    Polda Metro melakukan audit dan penyelidikan, lalu berjanji menyampaikan bukti serta memberi sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polda Metro Jaya bilang mereka tidak menyewa orang untuk menjadi mahasiswa di acara Sumpah Pemuda. Orang-orang itu diduga diundang oleh event organizer. Polisi masih memeriksa dan melakukan audit. Budi Hermanto bilang bukti akan diberikan setelah penyelidikan selesai. Orang yang bertanggung jawab bisa mendapat sanksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Audit dan investigasi yang dilakukan Polda Metro Jaya membuka ruang untuk memeriksa dugaan penggunaan mahasiswa dalam deklarasi secara lebih menyeluruh. Pernyataan bahwa bukti akan disampaikan setelah penyelidikan selesai juga menunjukkan adanya proses untuk menjelaskan pihak yang mengundang dan menentukan tanggung jawab secara lebih jelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya membantah menyewa beberapa orang untuk berperan sebagai mahasiswa dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, orang-orang yang diduga dibayar untuk menjadi mahasiswa itu diduga diundang oleh pihak event organizer (EO). Oleh karena itu, saat ini Polda Metro masih melakukan audit terkait hal itu.

“Masih menunggu hasil audit,” kata Budi Hermanto kepada IDN Times, Kamis (5/11/2026).

1. Polda Metro klaim bukan pihak yang mengundang

Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mulai bersiap menggelar aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Budi menegaskan pihak yang mengundang mahasiswa bayaran itu bukan dari Polda Metro Jaya. Ia pun bakal memberi bukti terkait hal itu setelah serangkaian penyelidikan.

“Pasti kita akan kasih buktinya, ada penyanyi yang dari Ambon, ada FBR. Namanya Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa. Seluruh pemuda boleh melaksanakan," ujar dia.

2. Deklarasi Sumpah Pemuda masih diselidiki

Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mulai bersiap menggelar aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Oleh karena itu Budi mengaskan, kasus dugaan mahasiswa gadungan dalam Deklarasi Sumpah Pemuda itu masih diselidiki.

"Nah, makanya ini audit, investigasi didalami, kenapa mahasiswa bayaran tadi bisa berada di situ menggunakan jas almamater," tutur dia.

3. Polda Metro bakal membeberkan hasil penyelidikan

Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mulai bersiap menggelar aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Setelah proses penyelidikan selesai dan dilakukan secara komprehensif, pihaknya berjanji akan menindak orang yang menyewa mahasiswa bayaran itu. “Nah, setelah itu komprehensif, paripurna, kami akan sampaikan pasti. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksinya," kata Budi.

“Makanya salah (soal polisi undang mahasiswa bayaran). Akan kita sampaikan, nanti saya akan menjawab semua runut seperti apa," imbuh dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article