Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polda Metro Bantah Sewa Orang Jadi Mahasiswa di Deklarasi Sumpah

2 min read
Polda Metro Bantah Sewa Orang Jadi Mahasiswa di Deklarasi Sumpah
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polda Metro Jaya membantah mengundang atau menyewa orang untuk berperan sebagai mahasiswa dalam Deklarasi Sumpah Pemuda.

  • Orang-orang yang diduga dibayar disebut kemungkinan diundang oleh event organizer, sementara audit dan investigasi masih berjalan.

  • Polda Metro berjanji menyampaikan bukti serta memberi sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab setelah penyelidikan selesai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya membantah menyewa beberapa orang untuk berperan sebagai mahasiswa dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, orang-orang yang diduga dibayar untuk menjadi mahasiswa itu diduga diundang oleh pihak event organizer (EO). Oleh karena itu, saat ini Polda Metro masih melakukan audit terkait hal itu.

“Masih menunggu hasil audit,” kata Budi Hermanto kepada IDN Times, Kamis (5/11/2026).

  1. 1. Polda Metro klaim bukan pihak yang mengundang

    Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mulai bersiap menggelar aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Time
    Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mulai bersiap menggelar aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Budi menegaskan pihak yang mengundang mahasiswa bayaran itu bukan dari Polda Metro Jaya. Ia pun bakal memberi bukti terkait hal itu setelah serangkaian penyelidikan.

    “Pasti kita akan kasih buktinya, ada penyanyi yang dari Ambon, ada FBR. Namanya Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa. Seluruh pemuda boleh melaksanakan," ujar dia.

  2. 2. Deklarasi Sumpah Pemuda masih diselidiki

    demo 28 oktober
    Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mulai bersiap menggelar aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Oleh karena itu Budi mengaskan, kasus dugaan mahasiswa gadungan dalam Deklarasi Sumpah Pemuda itu masih diselidiki.

    "Nah, makanya ini audit, investigasi didalami, kenapa mahasiswa bayaran tadi bisa berada di situ menggunakan jas almamater," tutur dia.

  3. 3. Polda Metro bakal membeberkan hasil penyelidikan

    demo 28 oktober
    Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mulai bersiap menggelar aksi demo 28 Oktober di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Setelah proses penyelidikan selesai dan dilakukan secara komprehensif, pihaknya berjanji akan menindak orang yang menyewa mahasiswa bayaran itu. “Nah, setelah itu komprehensif, paripurna, kami akan sampaikan pasti. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksinya," kata Budi.

    “Makanya salah (soal polisi undang mahasiswa bayaran). Akan kita sampaikan, nanti saya akan menjawab semua runut seperti apa," imbuh dia.

Related Articles

See More