Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya mengungkap alasan personel TNI ikut dilibatkan dalam pengamanan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026). Pelibatan TNI disebut bagian dari sinergitas untuk mengamankan berbagai aktivitas masyarakat di Jakarta, bukan hanya aksi penyampaian pendapat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan pada 27 Agustus 2026 tidak hanya dilakukan oleh personel Polri dan TNI. Namun, Pemprov DKI Jakarta, hingga pengamanan dalam (Pamdal) DPR juga turut dilibatkan.
"Jadi pelibatan TNI, kita bukan hanya meminta Polda Metro Jaya terhadap terkait tentang pelibatan TNI termasuk tentang pelibatan personel Pemprov DKI dan Pamdal DPR," kata Budi dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Menurut Budi, pada hari tersebut terdapat 80 kegiatan masyarakat yang berlangsung di Jakarta. Sebanyak 62 kegiatan merupakan penyampaian aspirasi di muka publik, sedangkan 18 lainnya merupakan aktivitas masyarakat lainnya.
Karena itu, personel gabungan dikerahkan untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman.
"Jadi pelibatan personel TNI, Polri termasuk Pemprov DKI bukan saja terkait tentang pengamanan pelayanan aksi," ujarnya.
Budi menyebut sejumlah kegiatan lain yang berlangsung pada hari yang sama juga membutuhkan pengamanan. Di antaranya kegiatan di Jakarta Convention Center (JCC), pameran, hingga seminar.
"Ada kegiatan-kegiatan JCC, pameran, kegiatan seminar itu juga dilakukan pengamanan," kata dia.
Selain itu, terdapat sejumlah titik lokasi penyampaian aspirasi yang juga mendapat pengamanan aparat gabungan. Menurut Budi, kondisi tersebut menunjukkan pengamanan berbagai kegiatan masyarakat di Jakarta membutuhkan keterlibatan sejumlah unsur.
"Ada beberapa titik kemarin kegiatan penyampaian aspirasi ini dilakukan pengamanan," ujarnya.
Budi menegaskan, pelibatan TNI dan unsur lainnya merupakan bentuk sinergitas dalam menjaga keamanan Jakarta. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas satu institusi.
"Jadi semua aktivitas kegiatan masyarakat ini wujud sinergitas untuk menjaga Jakarta bukan hanya tugas satu institusi tapi ada komponen-komponen lainnya termasuk masyarakat," imbuh Budi.
