Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Dalami Dugaan Kelalaian di Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Proses evakuasi bangkai gerbong KRL perempuan yang mengalami kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) sore. (IDN Times/Pitoko)
  • Polda Metro Jaya menyelidiki kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang dan melukai 90 penumpang.
  • Penyidikan difokuskan pada kemungkinan kelalaian manusia atau gangguan sistem komunikasi, dengan pemeriksaan saksi, barang bukti, serta hasil olah TKP untuk menentukan penyebab pasti.
  • Polisi memberikan pendampingan medis dan psikologis bagi korban serta keluarga, sambil mengimbau masyarakat tidak menyebarkan konten sensitif terkait peristiwa tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Pada malam hari terjadi kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sebanyak 16 penumpang meninggal dunia dan 90 lainnya luka-luka.

29 April 2026

Polda Metro Jaya menyatakan kasus kecelakaan tersebut naik ke tahap penyidikan. Polisi mendalami dugaan kelalaian manusia atau gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

kini

Penyidik masih menelusuri penyebab pasti kecelakaan secara komprehensif. Pendampingan medis dan psikologis diberikan kepada korban dan keluarga terdampak, serta masyarakat diimbau menjaga empati dengan tidak menyebarkan konten sensitif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan maut terjadi antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, menewaskan 16 orang dan melukai 90 penumpang. Polisi tengah menyelidiki dugaan kelalaian manusia atau gangguan sistem komunikasi.
  • Who?
    Polda Metro Jaya melalui Kombes Budi Hermanto memimpin penyidikan. Korban terdiri dari penumpang KRL, sementara petugas perkeretaapian dan saksi turut dimintai keterangan oleh penyidik.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di area Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, tepatnya di jalur yang dilalui KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya dan KRL relasi Bekasi–Cikarang.
  • When?
    Kecelakaan berlangsung pada Senin malam, 27 April 2026. Proses penyidikan diumumkan oleh Polda Metro Jaya pada Rabu, 29 April 2026.
  • Why?
    Dugaan awal mengarah pada kemungkinan kelalaian manusia atau gangguan sistem komunikasi dalam operasional kereta. Penyebab pasti masih dalam proses penyidikan oleh kepolisian.
  • How?
    Kecelakaan bermula saat KRL tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85, menyebabkan gangguan perjalanan. Saat satu
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua kereta tabrakan di Stasiun Bekasi Timur. Banyak orang terluka dan 16 orang meninggal. Polisi sekarang cari tahu kenapa bisa tabrakan, mungkin karena salah orang atau alat rusak. Polisi tanya saksi dan lihat bukti. Keluarga korban dibantu dokter dan psikolog. Orang diminta hati-hati kalau dekat rel kereta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tragedi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, langkah cepat Polda Metro Jaya menunjukkan komitmen serius dalam mencari kejelasan penyebab insiden. Pendalaman menyeluruh terhadap kemungkinan kelalaian maupun gangguan sistem mencerminkan upaya transparan untuk memperbaiki keselamatan transportasi. Selain itu, perhatian terhadap pendampingan medis dan psikologis bagi korban menegaskan sisi kemanusiaan dalam penanganan peristiwa ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polda Metro mengusut kasus kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan 16 korban jiwa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya akan mendalami dugaan kelalaian manusia atau human error maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian dalam peristiwa itu.

“Apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Budi menjelaskan proses hukum saat ini sudah naik ke tahap penyidikan. Pengusutan dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut.

"Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” jelasnya.

Budi menyebut pihaknya juga memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” ujar Budi.

Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Akibat insiden itu, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia. Sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Editorial Team