Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Hari Ini

Prabowo Akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan renovasi cagar budaya Stasiun Semarang Tawang saat kunjungan kerja ke Semarang pada 30 Juli 2026.
  • Renovasi PT KAI berlangsung 240 hari pada Mei–Desember 2025, melibatkan ahli cagar budaya untuk memulihkan fasad asli dan menjaga nilai historis bangunan.
  • Tahap pertama mencakup ruang tunggu luxury, VIP, hall utama, selasar, serta drainase; Stasiun Tawang mencatat lebih dari 2,15 juta aktivitas penumpang dan ketepatan waktu 99,45 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan salah satu agenda yang akan dijalani Presiden Prabowo adalah meresmikan renovasi cagar budaya Stasiun Semarang Tawang.

Prasetyo mengatakan, renovasi itu dilakukan oleh PT KAI (Persero). Proses renovasi berlangsung selama 240 hari, dari 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

"Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya, sebagaimana dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914," ujar Prasetyo dalam keterangannya.

1. Proses renovasi turut melibatkan ahli cagar budaya

Sejumlah calon penumpang kereta api yang memadati selasar ruang tunggu Stasiun Semarang Tawang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)
Sejumlah calon penumpang kereta api yang memadati selasar ruang tunggu Stasiun Semarang Tawang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Prasetyo mengatakan, renovasi stasiun itu juga melibatkan ahli cagar budaya. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010.

"Tujuannya guna menjaga nilai historis bangunan, dan sesuai dengan ketentuan Undang-undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya," kata dia.

2. Apa saja yang direnovasi

Suasana peron 1 Stasiun Semarang Tawang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Suasana peron 1 Stasiun Semarang Tawang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Prasetyo mengatakan, titik yang direnovasi pada tahap pertama antara lain, ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, dan peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir pada musim hujan.

"Renovasi ini bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan layanan bagi pelanggan," ucap dia.

3. Stasiun Semarang Tawang tersibuk keempat di Indonesia

Sejumlah penumpang kereta api jarak jauh berjalan keluar setibanya di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). ( ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Sejumlah penumpang kereta api jarak jauh berjalan keluar setibanya di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). ( ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Prasetyo menyampaikan, Stasiun Semarang Tawang menjadi yang tersibuk keempat di Indonesia. Tercatat, lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang.

Tingkat ketepatan waktu keberangkatan juga mencapai 99,45 persen.

"Selain nilai operasional, Stasiun Tawang juga memiliki nilai sejarah nasional yang penting, antara lain sebagai titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Sukarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945," ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More