Ilustrasi pembunuhan (IDN Times)
Sementara itu, dalam video yang diterima, Saepul mengaku awalnya hanya mengundang korban ke kontrakannya untuk menemani berbincang. Menurut pengakuannya, keributan terjadi setelah korban diduga melakukan tindakan yang tidak diinginkan.
“Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh temen buat ngobrol aja, karena emang temen kontrakan ku gak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ gak lanjut,” kata Saepul kepada penyidik.
“Terus kan, tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, Bang. Terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya. Ya, sudah saya tak dorong kan. Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai,” lanjut dia.
Saepul mengaku kemudian mengambil pisau dari dapur dan menyerang korban.
“Terus saya turun ke bawah kan, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk dulu sebelah sini,” ujar dia.
Saat ditanya penyidik, Saepul juga mengaku menggorok leher korban.
“Iya,” jawab Saepul saat ditanya apakah dirinya menggorok leher korban.
Dia juga mengaku memutilasi jasad korban karena kesulitan membawa tubuh korban keluar dari lokasi.
“Karena susah bawanya, Bang. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” kata dia.
Saepul mengatakan, aksi pembunuhan dan mutilasi dilakukan seorang diri di kontrakannya di Jalan Belimbing, Cipayung, Depok. Dia mengaku menggunakan pisau yang sama untuk menusuk dan memutilasi korban.
“Pakai pisau yang saya gunakan buat nusuk dia juga,” ujar dia.