Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polri Tangani Dampak Ledakan SMAN 72 Jakarta, Bina 137 Anak Terpapar Radikal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). (Youtube/IDNTimes)
  • Kapolri Listyo Sigit menegaskan Polri memperkuat pencegahan terorisme lewat pendekatan pembinaan masyarakat, termasuk menangani dampak ledakan di SMAN 72 Jakarta.
  • Polri membina 137 anak terpapar radikalisme dan 130 anak terpapar kekerasan, bekerja sama dengan berbagai kementerian untuk mencegah ekstremisme kekerasan nihilistik.
  • Transformasi Polri dilakukan dengan mengubah paradigma pengamanan unjuk rasa menjadi pelayanan publik yang humanis, sambil tetap menjaga ketertiban melalui tindakan tegas bila terjadi anarkisme.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2023

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa sejak tahun 2023 Indonesia berhasil mempertahankan kondisi tanpa serangan teroris.

1 Juli 2026

Dalam pidato upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Bogor, Kapolri menegaskan Polri menangani dampak ledakan di SMAN 72 Jakarta dan membina 137 anak terpapar radikalisme serta 130 anak terpapar kekerasan.

kini

Polri terus memperkuat pencegahan terorisme melalui pendekatan lunak dan keras, serta bertransformasi menjadi institusi yang lebih humanis dalam menjaga keamanan masyarakat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polri menangani dampak ledakan di SMAN 72 Jakarta dan melakukan pembinaan terhadap 137 anak yang terpapar radikalisme serta 130 anak yang terpapar kekerasan.
  • Who?
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran Polri, bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan radikalisme.
  • Where?
    Kegiatan disampaikan dalam upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, serta mencakup penanganan di SMAN 72 Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 1 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara.
  • Why?
    Tindakan dilakukan untuk memperkuat pencegahan terorisme dan mencegah penyebaran paham radikal maupun kekerasan di kalangan anak-anak serta menjaga keamanan nasional.
  • How?
    Polri menerapkan pendekatan lunak melalui pembinaan dan kerja sama lintas lembaga, serta pendekatan keras berupa penegakan hukum secara berkelanjutan guna mempertahankan kondisi tanpa serangan teroris sejak 2023.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ledakan di SMA 72 Jakarta, terus polisi bantu anak-anak yang kena pengaruh jahat. Ada 137 anak yang dibina supaya nggak ikut hal buruk lagi. Pak Polisi Listyo bilang mereka kerja sama dengan banyak orang buat jaga semua tetap aman. Sekarang Indonesia belum ada serangan teroris lagi sejak tahun lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pendekatan Polri yang menyeimbangkan penegakan hukum dengan pembinaan masyarakat menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan dan kemanusiaan. Upaya menangani 137 anak terpapar radikalisme serta menjaga nihil serangan teroris sejak 2023 mencerminkan efektivitas strategi ini, sementara transformasi paradigma pengamanan menjadi pelayanan publik memperlihatkan arah institusi yang semakin humanis dan berorientasi pada ketenangan warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan, Polri terus memperkuat upaya pencegahan terorisme melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pembinaan terhadap masyarakat yang terpapar paham radikal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menangani dampak peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta serta membina ratusan anak yang terpapar radikalisme dan kekerasan.

Sigit mengatakan, strategi penanggulangan terorisme dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan lunak (soft approach) maupun penegakan hukum (hard approach). Menurut dia, langkah tersebut berhasil mempertahankan kondisi nihil serangan teroris di Indonesia sejak 2023.

"Penanggulangan aksi teroris juga kami lakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan soft approach dan hard approach sehingga dapat mempertahankan zero terrorist attack sejak tahun 2023," kata dia dalam pidato sambutan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Sigit mengatakan, Polri juga memberikan penanganan terhadap dampak peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72. Selain itu, Polri bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk mengantisipasi berkembangnya fenomena nihilistic violent extremism yang menyasar anak-anak.

"Polri melakukan penanganan terhadap dampak dari peristiwa ledakan di SMA 72 serta bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait untuk mengantisipasi berkembangnya fenomena nihilistic violent extremism dengan melakukan penanganan terhadap 137 anak terpapar radikalisme dan 130 anak terpapar kekerasan," kata dia.

Selain penanggulangan terorisme, Kapolri mengatakan, Polri terus melakukan transformasi dalam pendekatan pengamanan di lapangan. Salah satunya dengan mengubah paradigma pengamanan unjuk rasa menjadi pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.

"Polri senantiasa bertransformasi guna menghadirkan sosok yang humanis salah satunya diwujudkan dengan mengubah paradigma pengamanan unjuk rasa menjadi pelayanan penyampaian pendapat. Namun demikian, jika terdapat pelaku aksi anarkis Polri akan melakukan tindakan tegas terukur agar kamtibmas tetap terjaga," kata Sigit.

Dia mengatakan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dalam negeri agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan kondusif.

"Seluruh upaya Polri itu merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjamin terwujudnya keamanan dalam negeri sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan kondusif," ujar Sigit.

Editorial Team

Related Article