Jakarta, IDN Times - Polisi Militer TNI Angkatan Udara (AU) mengungkapkan awal mula Sersan Ahmad Muzammil Farisa meninggal akibat dianiaya oleh beberapa seniornya pada Rabu, 9 September 2026 di belakang mess di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kolega Serda Ahmad yang bernama Serda RP ditelepon oleh seniornya Serda NTS pada Selasa, 8 September 2026.
Tetapi, di tengah-tengah percakapan, Serda RP menutup sepihak telepon dari Serda NTS. Seniornya pun itu marah dan tersinggung atas kelakuan Serda RP.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI AU, Marsekal Muda Daan Sulfi ketika dikonfirmasi menyebut keesokan harinya sejumlah senior mengumpulkan juniornya tersebut. Kejadian itu pukul 21.10 WIB di belakang mess Galaksi.
"Kemudian Serda RP langsung diberikan tindakan berupa push up dan sit up sebanyak 100 kali oleh Serda NTS. Pada pukul 21.40 WIB, teman-teman senior dari Serda NTS ikut hadir. Mereka adalah Serda JM, Serda AH dan Serda MAD," ujar Daan di kantor POM AU, Jakarta Timur pada Kamis (17/9/2026).
Aksi penganiayaan terus berlanjut pada pukul 23.05 WIB, di mana Serda JM melakukan pemukulan terhadap Serda Ahmad Muzammil Farisa.
