Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Diprediksi Siapkan Reshuffle Lanjutan demi Benahi Ekonomi
Reshuffle terbatas jilid V di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 27 April 2026. (www.instagram.com/@presidenrepublikindoensia)
  • Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet fokus pada bidang komunikasi di tengah kondisi ekonomi yang memburuk, sementara publik berharap perombakan juga menyentuh sektor ekonomi.
  • Direktur Trias Politika menilai reshuffle lanjutan akan menyasar kementerian ekonomi dan posisi Kepala BGN karena isu transparansi anggaran program makan bergizi gratis senilai Rp226 triliun.
  • Agung Baskoro menyoroti sejumlah menteri profesional yang dinilai tak kompeten serta pejabat baru tanpa rekam jejak sesuai jabatan, menunjukkan motif politik lebih dominan daripada pertimbangan teknokratis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet yang berfokus pada bidang komunikasi, termasuk pergeseran Kepala Badan Komunikasi dan Kepala Staf Presiden serta pembentukan posisi Penasihat Khusus Presiden di bidang komunikasi.

28 April 2026

Direktur Trias Politika Agung Baskoro menilai reshuffle kabinet Prabowo masih akan berlanjut dengan fokus pada menteri dan kepala badan di bidang ekonomi karena situasi ekonomi yang memburuk.

2026

Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat mengelola anggaran sebesar Rp226 triliun untuk program makan bergizi gratis, namun lembaga ini menjadi sorotan publik terkait dugaan pemborosan dan kurangnya transparansi penggunaan anggaran.

kini

Prabowo diprediksi tengah menyiapkan reshuffle lanjutan untuk memperbaiki kinerja ekonomi nasional dan menata ulang posisi menteri yang dinilai tidak efektif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada 27 April 2026, mengganti sejumlah pejabat di bidang komunikasi dan menambah posisi baru Penasihat Khusus Presiden bidang komunikasi.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, Kepala BGN Dadan Hindayana, Direktur Trias Politika Agung Baskoro, serta beberapa menteri seperti Jumhur Hidayat dan Hanif Faisol yang turut terdampak perombakan.
  • Where?
    Perombakan kabinet diumumkan di Jakarta, sementara dampaknya mencakup kementerian dan lembaga pemerintah pusat di Indonesia.
  • When?
    Reshuffle dilakukan pada Senin, 27 April 2026, dengan tanggapan publik dan analisis lanjutan muncul pada Selasa, 28 April 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi komunikasi pemerintah serta merespons situasi ekonomi nasional yang memburuk akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga komoditas.
  • How?
    Prabowo mengganti pejabat di bidang komunikasi, mengevaluasi kinerja lembaga seperti BGN terkait transparansi anggaran, serta mempertimbangkan reshuffle lanjutan bagi menteri sektor ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prabowo ganti beberapa orang di kabinetnya karena ekonomi sedang susah. Katanya nanti akan ada ganti lagi, terutama yang urus uang negara dan makanan gratis. Ada pejabat yang boros dan bikin orang bingung soal uang. Ada juga menteri yang kerjanya kurang bagus waktu rapat. Sekarang semua orang tunggu siapa lagi yang akan diganti Pak Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet menunjukkan upaya aktif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, terutama dalam bidang komunikasi dan ekonomi. Evaluasi terhadap lembaga seperti BGN serta dorongan mengganti pejabat yang kurang profesional mencerminkan perhatian pada transparansi dan efektivitas kerja. Pendekatan ini menandakan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki koordinasi dan kinerja di tengah tantangan ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada Senin (27/4/2026) di tengah situasi perekonomian Tanah Air yang memburuk. Namun, isi kabinet yang diganti justru fokus ke bidang komunikasi.

Mulai dari pegeseran Kepala Badan Komunikasi dan Kepala Staf Presiden (KSP) hingga penambahan posisi baru Penasihat Khusus Presiden di bidang komunikasi. Sementara, sebagian publik berharap perombakan kabinet menyentuh pos-pos ekonomi.

Direktur Trias Politika, Agung Baskoro menilai, reshuffle kabinet di kepemimpinan Prabowo masih akan terus berlangsung. Sebab, para menteri dan kepala badan di bidang ekonomi belum dikocok ulang.

"Jadi, reshuffle kemarin baru semacam mukadimah atau pembukaan. Ada reshuffle substantif yang katanya segera akan digelar yang menyasar khususnya (menteri atau kepala badan) di bidang ekonomi," ujar Agung ketika dihubungi oleh IDN Times melalui telepon, Selasa (28/4/2026).

Ia tak menampik situasi ekonomi yang memburuk akhir-akhir ini membutuhkan penanganan cepat dari Prabowo. Sebab, sejumlah indikator seperti pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar, efek kenaikan BBM non-subsidi pada komoditas lain hingga tingkat pengangguran yang terus meningkat. Itu sebabnya Agung sepakat Prabowo turut mengocok ulang menteri-menteri di bidang ekonomi.

1. Kepala BGN Dadan Hindayana diusulkan untuk dicopot

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Lebih lanjut, salah satu langkah perbaikan ekonomi yang cukup signifikan dengan melakukan evaluasi terhadap posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Sebab, BGN yang selama ini menjadi pelaksana distribusi makan bergizi gratis (MBG). Selain isu kesehatan, belakangan BGN menjadi sorotan luas publik lantaran diduga kuat melakukan pemborosan anggaran.

"Tiba-tiba ada sepeda motor trail, kita gak tahu rimbanya dari mana, tiba-tiba ada anggaran kaos kaki, sepatu, hingga baju yang mencapai triliunan rupiah. Kan yang disoalkan terkait transparani (penggunaan anggaran)," ujar Agung.

Ia menambahkan, menurut sejumlah hasil survei yang kredibel, 60 hingga 70 persen menunjukkan ada masalah terkait penganggaran atau transparansi keuangan dari program MBG yang digodok oleh BGN.

"Jadi menurut saya, itu perlu mendapat atensi supaya di-reshuffle juga karena mereka mengelola anggaran besar," katanya.

Berdasarkan data dari situs resmi BGN, pada 2026 mereka mengelola anggaran mencapai Rp226 triliun. "Bila mereka tidak prudent maka itu berbahaya," imbuhnya.

2. Menteri dari kalangan profesional yang tak bekerja baik juga perlu diganti

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Jakarta, (1/4/2026) (dok. Kemenpar)

Klaster menteri lain yang menurutnya layak untuk diganti adalah menteri-menteri dari kalangan profesional tetapi tak menunjukan profesionalisme dalam bekerja. Meski tak menyebut nama, Agung mengatakan, menteri yang tak fasih menyampaikan program, anggaran dan pemaparan saat rapat kerja dengan DPR, sebaiknya juga diganti.

"Masak ketika mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPR belepotan baca datanya? Masak bingung dan kemudian menanyakan ke bawahannya," kata Agung.

IDN Times menduga sosok menteri yang dimaksud oleh Agung adalah Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Sebab, dalam rapat kerja dengan komisi VII DPR, Widi terlihat gagap ketika dicecar oleh anggota parlemen.

Ia menambahkan, menteri-menteri dari kalangan profesional biasanya tak punya dukungan politik. Sehingga bila kerjanya tak beres dan tak punya dukungan politik apapun, maka Agung mengusulkan menteri itu patut untuk diganti.

Meski begitu, dalam pandangan Agung, Prabowo belajar dari pendahulunya Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo, ketika melakukan reshuffle kabinet. Salah satu hikmah yang dipelajari Prabowo yakni bila seorang individu dicoret dari kabinet, maka orang tersebut akan menjadi oposisi pada masa selanjutnya. Hal itu sudah terlihat ketika Jokowi mencoret nama Anies Baswedan dan Sudirman Said. Keduanya kemudian sempat berada dalam satu kubu untuk Pemilu 2024.

"Pak Jokowi kan ketika me-reshuffle Anies Baswedan malah menjadi kandidat capres yang kuat. Sudirman Said juga begitu, ketika di-reshuffle, malah jadi lawan. Pak Prabowo saya lihat ingin meminimalisasi dampak itu," kata Agung.

3. Nama pejabat tinggi yang dipercaya tak memiliki rekam jejak sesuai jabatan

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Agung juga menyoroti rekam jejak keenam individu yang digeser di dalam reshuffle terbatas jilid V. Mayoritas tak memiliki rekam jejak atau latar pendidikan sesuai jabatan yang diampu.

Jumhur Hidayat lebih dikenal sebagai aktivis buruh dan pekerja. Namun, didapuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup (LH). Begitu pula dengan Hanif Faisol yang merupakan alumni fakultas kehutanan lalu mengurus isu pangan.

"Pak Jumhur itu kan aktivis buruh, jadi seharusnya ditempatkan di Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Perlindungan Pekerja Migran. Kok malah ditempatkan di Kementerian Lingkungan? Jadi, kalau menurut saya sih memang harus diakui motif politisnya lebih kuat dibandingkan niat teknokratisnya," katanya.

Meski begitu, lantaran mereka sudah dipilih oleh Presiden, seharusnya para menteri itu bisa bekerja dengan lebih kreatif. Apalagi tidak ada kaitan dengan latar belakang pendidikan dan rekam jejak seharusnya mereka bisa lebih progresif lantaran tak memiliki beban.

"Caranya dengan mengoptimalkan kinerja birokrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian lain yang jabatannya sekarang diampu," kata dia.

Editorial Team