Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada Senin (27/4/2026) di tengah situasi perekonomian Tanah Air yang memburuk. Namun, isi kabinet yang diganti justru fokus ke bidang komunikasi.
Mulai dari pegeseran Kepala Badan Komunikasi dan Kepala Staf Presiden (KSP) hingga penambahan posisi baru Penasihat Khusus Presiden di bidang komunikasi. Sementara, sebagian publik berharap perombakan kabinet menyentuh pos-pos ekonomi.
Direktur Trias Politika, Agung Baskoro menilai, reshuffle kabinet di kepemimpinan Prabowo masih akan terus berlangsung. Sebab, para menteri dan kepala badan di bidang ekonomi belum dikocok ulang.
"Jadi, reshuffle kemarin baru semacam mukadimah atau pembukaan. Ada reshuffle substantif yang katanya segera akan digelar yang menyasar khususnya (menteri atau kepala badan) di bidang ekonomi," ujar Agung ketika dihubungi oleh IDN Times melalui telepon, Selasa (28/4/2026).
Ia tak menampik situasi ekonomi yang memburuk akhir-akhir ini membutuhkan penanganan cepat dari Prabowo. Sebab, sejumlah indikator seperti pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar, efek kenaikan BBM non-subsidi pada komoditas lain hingga tingkat pengangguran yang terus meningkat. Itu sebabnya Agung sepakat Prabowo turut mengocok ulang menteri-menteri di bidang ekonomi.
