Kala Prabowo Meledek Rocky Gerung: Masih Tak Mau Nurut Pemerintah?

- Rocky Gerung menghadiri pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Istana Negara dan sempat bertemu Presiden Prabowo serta Wakil Presiden Gibran.
- Dalam pertemuan singkat, Prabowo bercanda menanyakan apakah Rocky masih menjadi disiden, yang kemudian ditanggapi santai oleh Rocky dengan menyebut dirinya memang disiden.
- Rocky juga berdiskusi dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tentang konsep ethics of care dan ethics of right dalam konteks kepemimpinan dan bahasa tubuh.
Jakarta, IDN Times - Aktivis Rocky Gerung menghadiri acara pelantikan mantan aktivis 98, Jumhur Hidayat, yang diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH), di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Usai pelantikan, Rocky bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mereka juga saling bersalaman. Rocky mengaku, saat bersalaman dengan Prabowo, ada pembahasan singkat.
"Ya pokoknya adalah. Sama Pak Prabowo ya saya salaman tadi, dan Prabowo kan temen saya diskusi dulu-dulu," ujar Rocky di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026).
Rocky melanjutkan, Prabowo juga bertanya kepadanya, apakah masih menjadi seorang "disiden". Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disiden memiliki dua makna. Pertama, disiden adalah orang yang tidak sepakat dengan pendapat seseorang atau kelompok.
Kedua, disiden adalah orang yang tidak mau menurut pemerintahnya, karena menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dan sebagainya); pembangkang.
Meski demikian, kata Rocky, kata disiden yang ditujukan kepadanya adalah candaan Prabowo.
"Dan beliau, 'Wah Pak Rocky terima kasih hadir' dan 'ternyata Pak Rocky masih disiden', gitu. Tapi Anda lihat wajahnya wajah bercanda. Memang saya disiden," kata Rocky.
Selain itu, Rocky juga sempat berbincang dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Mereka membahas mengenai ethics of care dan ethics of right.
"Ethics of care artinya cara secara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui bahasa tubuh, bukan melalui tubuh ya, melalui bahasa tubuh, gitu. Nah, bahasa tubuh kita ada dua tuh, bahasa tubuh yang terucap dan bahasa tubuh yang tersembunyi," ucap dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu.
"Nah, saya bilang Pak Teddy ini mampu untuk memilah kapan bahasa tubuh yang terucap itu dipamerkan, kapan bahasa tubuh yang sifatnya psikologis itu disimpan untuk hal-hal yang momentum," imbuh Rocky Gerung.

















