Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Disebut Sudah Tahu 5 Calon Manajer Kopdes Wafat saat Latsar
Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo telah mengetahui lima peserta SPPI meninggal saat latsar militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, menurut Wamensesneg Juri Ardiantoro.
  • Latsar bertujuan membentuk calon manajer kopdes yang punya keterampilan manajerial dan komitmen kebangsaan, dengan pembekalan mental serta ideologi kebangsaan.
  • Pemerintah tetap melanjutkan latsar sambil melakukan evaluasi dan mitigasi agar kejadian meninggalnya lima peserta tidak terulang di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 Juni 2026

Yonanda Muhammad Taufiq, peserta latsar calon manajer Kopdes, meninggal dunia di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan.

18 Juni 2026

Anisa Muyassaroh meninggal saat mengikuti latsar di Dodikjur Rindam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur.

23 Juni 2026

Novia Rahmadhani Sihotang meninggal ketika menjalani latsar di Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

26 Juni 2026

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari meninggal saat mengikuti latsar militer di dua satuan pendidikan berbeda.

29 Juni 2026

Wamensesneg Juri Ardiantoro menyatakan Presiden Prabowo telah mengetahui peristiwa wafatnya lima peserta latsar dan pemerintah melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui peristiwa ini, disampaikan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro. Korban adalah lima calon manajer kopdes dari berbagai satuan pendidikan militer.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di beberapa lokasi pelatihan, termasuk Balikpapan, Baturaja, Jakarta, dan Kalimantan. Pernyataan resmi disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
  • When?
    Kematian para peserta terjadi antara 17 hingga 26 Juni 2026. Keterangan dari Wamensesneg Juri Ardiantoro diberikan pada Senin, 29 Juni 2026.
  • Why?
    Latsar bertujuan membekali calon manajer kopdes dengan keterampilan manajerial dan komitmen kebangsaan. Pemerintah menyebut evaluasi dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
  • How?
    Pemerintah melanjutkan kegiatan latsar sambil melakukan evaluasi dan perbaikan prosedur pelatihan guna memitigasi risiko serta memastikan tidak ada korban tambahan di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Lima orang yang ikut latihan jadi manajer koperasi desa meninggal waktu latihan. Presiden Prabowo sudah tahu dan ikut perhatiin. Latihan itu buat ajarin banyak hal biar bisa kerja baik dan cinta negara. Sekarang latihan masih jalan, tapi katanya mau diperbaiki supaya nggak ada yang terluka lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun peristiwa duka terjadi, pemerintah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab dengan memastikan Presiden mengikuti langsung perkembangan kasus serta melakukan evaluasi terhadap pelatihan dasar calon manajer kopdes. Upaya perbaikan dan mitigasi yang terus dijalankan mencerminkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembekalan sekaligus menjaga keselamatan peserta di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengatakan, Presiden Prabowo sudah mengetahui ada lima orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar (latsar) militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dia mengatakan, Presiden Prabowo mengikuti masalah tersebut.

"Ya, sudah (tahu), Pak Presiden mengikuti," ujar Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026).

1. Latsar buat calon manajer kopdes punya banyak keterampilan

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Juri mengatakan, latsar dibuat bertujuan agar calon manajer kopdes memilki berbagai keterampilan, salah satunya memiliki komitmen kebangsaan.

"Karena kan memang manajer ini dibekali bukan hanya keterampilan manajerial di dalam mengelola Koperasi Merah Putih, tetapi juga memang pembekalan untuk menjadi manajer-manajer yang betul-betul memahami dan memiliki komitmen kuat untuk kebangsaan ya," kata Juri.

"Jadi, latihan-latihan yang sifatnya pembekalan pada mental ideologi itu yang juga diberikan kepada mereka. Jadi semuanya tetap berjalan tetapi diperbaiki, dievaluasi supaya lebih baik," sambungnya.

2. Latsar jalan terus

Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Kodam Mulawarman, Jumat (26/6/2026). Kodam Mulawarman

Juri mengatakan, latsar militer untuk calon manajer kopdes terus berjalan meski diklaim ada evaluasi. Menurut dia, pemerintah juga berusaha memitigasi adanya korban selanjutnya.

"Ya, evaluasi itu atau perbaikan-perbaikan itu terus, ya, dilakukan, tapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi apa namanya, masalah seperti yang sudah terjadi, meninggalnya lima orang itu tadi. Jadi insyaallah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban," ujar dia.

3. Identitas lima calon manajer kopdes yang wafat

Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Kodam Mulawarman, Jumat (26/6/2026). Kodam Mulawarman

Berikut identitas lima calon manajer Kopdes yang wafat saat mengikuti latsar militer:

  • Anisa Muyassaroh meninggal pada Kamis, 18 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur

  • Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada Rabu, 17 Juni 2026 dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan

  • Novia Rahmadhani Sihotang meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta

  • Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 dari Satuan Pendidikan Yon Parako 465

  • Nola Dya Sari meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 malam dari Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara, Kalimantan

Editorial Team

Related Article