Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Ingin Rakyat Indonesia Punya Satu Data Kependudukan
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)
  • Presiden Prabowo menegaskan rencana penerapan Single National Identity Card agar data kependudukan rakyat terintegrasi dan proses administrasi jadi lebih efisien.
  • Prabowo meminta jajaran pemerintah menyederhanakan birokrasi lewat digitalisasi, termasuk pengembangan GovTech untuk mempercepat transformasi layanan publik.
  • Ia juga menyoroti kekuatan sistem jaminan sosial Indonesia yang disebut salah satu terkuat di dunia, hasil kerja berkelanjutan dari para presiden sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia punya satu data kependudukan atau Single National Identity Card. Tujuannya, agar bisa mengefisiensikan regulasi yang ada.

Sehingga, rakyat tidak perlu mengisi data pribadi yang sama berkali-kali ketika mengurus suatu berkas.

“Saya berharap nanti single national identity card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya. Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

1. Pemerintahannya berada di jalur yang benar

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan, pemerintahannya berada di jalur yang benar untuk menyejahterakan masyarakat. Meski demikian, Prabowo meminta jajarannya untuk tetap waspada dan mau mengevaluasi diri.

“Kita yakin berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada. Kita koreksi diri, kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak,” ucap dia.

2. Sederhanakan birokrasi pakai teknologi digital

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)

Mantan Menteri Pertahanan itu menegaskan, pemerintahannya harus bisa menyederhanakan birokrasi menggunakan teknologi digital. Menurutnya, kini, ada GovTech yang sedang dirintis untuk transformasi birokrasi berbasis digital.

“Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan, dengan GovTech, dengan program-program lainnya,” kata dia.

3. Prabowo singgung prestasi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)

Lebih lanjut, Presiden Prabowo kemudian menyinggung salah satu prestasi Indonesia, yakni memberikan perlindungan jaminan sosial kepada rakyatnya. Menurutnya, jaminan sosial di Indonesia adalah yang terkuat di dunia.

“Salah satu prestasi kita adalah bahwa sekarang kita memiliki sistem perlindungan sosial yang menurut saya, merupakan salah satu yang terkuat di dunia,” ujar dia.

Prabowo menegaskan, hal tersebut bukan merupakan hasil kerja pemerintahannya saja, tapi, dari para Presiden Indonesia terdahulu yang dilakukan secara estafet.

“Saya selalu mengakui ini adalah long march semua dari Bung Karno, dari Soeharto, Megawati, Gus Dur, Jokowi, semua hasil dari kerja keras pemerintah kita. Tugas kita, kita bangun kita perbaiki,” imbuhnya

Curated For You

Editorial Team

Related Article