Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Sesumbar PT DSI Kelola Dana Lebih dari 10,5 Miliar Dolar AS

Prabowo Sesumbar PT DSI Kelola Dana Lebih dari 10,5 Miliar Dolar AS
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo mengungkapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) telah mengelola dana lebih dari 10,5 miliar dolar AS hanya dalam waktu satu bulan dua minggu beroperasi.
  • Pemerintah menetapkan kebijakan ekspor sumber daya alam strategis satu pintu sejak 1 Juni 2026, mewajibkan seluruh perusahaan melapor ke PT DSI melalui sistem layanan ekspor DJBC.
  • Prabowo menyebut keberadaan PT DSI membuat harga jual komoditas nasional mendekati harga internasional dan mendapat apresiasi positif dari lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto membeberkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) kini sudah mengelola dana lebih dari 10,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). PT DSI merupakan perusahaan yang bertugas mengelola ekspor satu pintu yang dibentuk pada era pemerintahan Presiden Prabowo .

"Saya dapat laporan dari saudara Rosan, CEO Danantara bahwa baru satu bulan dua minggu bekerja, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih dari 10,5 miliar dolar AS," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/7/2026).

Prabowo menjelaskan, pemerintah sudah menetapkan kebijakan ekspor sumber daya alam strategis satu pintu sejak 1 Juni 2026. Salah satu komoditas yang sudah dijalankan mulai dari batu bara, minyak kelapa sawit, mineral hingga mineral kritik.

Setiap perusahaan yang ingin ekspor produknya, wajib lapor kepada PT DSI melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Dengan adanya PT DSI, kata Prabowo, ada perubahan harga jual ketika bahan sumber daya diekspor ke luar negeri.

"Data yang masuk menunjukkan, sebelum ada PT DSI, perbedaan harga jual di Indonesia dengan harga internasional minimal 30 persen, bahkan mendekati 40 sampai 45 persen. Begitu ada PT DSI, harganya sudah hampir menyatu," ucap dia.

Prabowo mengatakan, ekspor minyak kelapa sawit juga nilainya dimainkan oleh pelaku usaha. Prabowo mencontohkan, ada kontrak penjualan disebutkan harganya Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram.

Padahal, dalam harga acuan internasional CPO Rotterdam, angkanya mencapai Rp27 ribu per kilogram.

"Siapa yang menikmati selisihnya? Hampir 50 persen. Permainan seperti inilah yang menusuk hati kita," kata dia.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan, penilaian terbaru lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings juga disebut mengapresiasi kehadiran PT DSI.

"S&P sendiri sudah menyampaikan bahwa pembentukan PT DSI adalah langkah yang tepat bagi bangsa Indonesia. Mereka mengatakan kebijakan ini bisa meningkatkan penghasilan atau revenue kita," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More