Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Targetkan Akhir 2026 Semua Sekolah Dapat 3 Papan Interaktif
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
  • Prabowo menargetkan seluruh sekolah Indonesia mendapat tambahan tiga Interactive Flat Panel pada akhir 2026, sehingga empat ruang kelas per sekolah dilengkapi layar interaktif.
  • Pemerintah akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh agar guru terbaik dari Jakarta dan ibu kota provinsi dapat mengajar siswa di seluruh Indonesia.
  • Renovasi sekolah yang membutuhkan perbaikan ditargetkan rampung pada 2029, disertai upaya memperjuangkan pendidikan gratis di seluruh sekolah negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah di Indonesia memiliki papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) pada akhir 2026. Setiap sekolah ditargetkan mendapat tambahan tiga layar interaktif sehingga nantinya memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi IFP.

Prabowo mengatakan pemasangan IFP menjadi bagian dari upaya pemerintah melakukan lompatan di bidang pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

"Semua ruang kelas akan kita lengkapi dengan layar pintar interaktif atau IFP (Interactive Flat Panel). Di akhir bulan Desember 2026, kita perjuangkan semua sekolah akan menerima tambahan 3 layar untuk tiap sekolah," ujar Prabowo saat pidato dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan, sekolah yang sebelumnya telah menerima satu IFP akan mendapatkan tambahan tiga layar pada akhir 2026. Dengan demikian, seluruh sekolah di Indonesia ditargetkan memiliki empat ruangan yang dilengkapi papan interaktif digital.

"Akhir tahun ini, kalau tahun lalu baru terima satu, akhir tahun ini semua sekolah di Indonesia akan punya empat ruangan yang memiliki IFP," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, penggunaan IFP diharapkan dapat mempermudah guru dan murid dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas.

Selain itu, pemerintah akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh atau long distance learning. Melalui program tersebut, guru-guru terbaik nantinya dapat mengajar siswa dari studio guru yang berada di Jakarta maupun ibu kota provinsi.

"Kita juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh. Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota-ibu kota provinsi," ujar Prabowo.

Dengan sistem tersebut, Prabowo berharap seluruh kelas di Indonesia memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas, termasuk sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan kota besar.

"Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan," katanya.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan pemerintah tetap fokus memperbaiki kondisi fisik sekolah. Dia menargetkan seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan selesai direnovasi paling lambat pada 2029.

"Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat," ucapnya.

Prabowo lantas menyoroti masih adanya siswa yang belajar di ruang kelas dengan atap bocor, dinding retak, toilet rusak, hingga fasilitas sanitasi yang tidak memadai.

"Keadaan ini tidak boleh kita wariskan," tegasnya.

Program renovasi sekolah akan terus dipercepat pada 2027 dan 2028 dan ditargetkan rampung seluruhnya pada 2029. Prabowo menyebut program tersebut sebagai program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia.

"Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih, layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak," katanya.

Selain peningkatan fasilitas dan teknologi pembelajaran, Prabowo juga menyampaikan pemerintah akan memperjuangkan agar seluruh sekolah negeri tidak memungut biaya pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak Indonesia.

"Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita. Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia," ujar Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article