Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Cinta Mahathir-Hasmah Terpisah Maut Usai 7 Dekade Bersama

3 min read
Kisah Cinta Mahathir-Hasmah Terpisah Maut Usai 7 Dekade Bersama
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dan sang istri Dr Hasmah Ali. (AFP/Mohd Rasfan)
  • Mahathir Mohamad dan Siti Hasmah Mohd Ali memulai hubungan sejak menjadi mahasiswa kedokteran di Singapura pada 1949.

  • Keduanya menikah pada 1956 dan menjalani kehidupan bersama melalui keluarga, kedokteran, serta perjalanan panjang Mahathir di ruang publik.

  • Setelah sekitar 70 tahun menikah, Hasmah meninggal dunia di usia 100 tahun, meninggalkan Mahathir yang kini berusia 101 tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling berkesan dari kisah Mahathir dan Hasmah?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Tiga kata sederhana, “I love you”, menjadi awal kisah cinta Mahathir Mohamad dan Siti Hasmah Mohd Ali. Kalimat tersebut diucapkan Mahathir kepada Hasmah pada 23 April 1949, ketika keduanya masih menjadi mahasiswa kedokteran di Singapura.

Saat itu, keduanya menempuh pendidikan di King Edward VII College of Medicine. Sebelum hubungan mereka berubah menjadi asmara, Mahathir dan Hasmah berteman. Mahathir bahkan kerap membantu Hasmah dalam studinya.

Seusai menonton film, keduanya berjalan kembali menuju asrama mereka di Holne Chase. Dalam perjalanan itu, Mahathir mengatakan kepada Hasmah bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikannya.

Ia kemudian mengucapkan tiga kata tersebut satu per satu kepada perempuan yang kelak menjadi istrinya. Momen tersebut diceritakan dalam buku Siti Hasmah: Citra Wanita Dua Zaman.

  1. 1. Kisah cinta dari bangku kuliah

    WhatsApp Image 2025-07-10 at 11.27.14.jpeg
    ⁠Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat wawancara khusus bersama IDN Times di Malaysia (IDN Times/Herka Yanis)

    Pernyataan sederhana Mahathir pada 1949 itu menjadi awal hubungan yang kemudian berujung pada pernikahan. Keduanya menikah pada 4 Agustus 1956, sekitar tujuh tahun setelah Mahathir mengungkapkan perasaannya.

    Setelah menikah, Hasmah pindah bersama Mahathir ke Alor Setar. Ia kemudian bekerja sebagai petugas medis di Alor Setar General Hospital, menjalani kehidupan sebagai istri, dokter, sekaligus ibu.

    Dikutip dari kantor berita Bernama, Senin (28/9/2026), begitu Mahathir mulai terjun ke dunia politik, Hasmah tetap berada di sisinya. Ia mendampingi Mahathir dalam berbagai kegiatan resmi maupun informal sepanjang perjalanan karier suaminya di ruang publik.

    Namun, Hasmah memilih untuk tidak terlibat dalam urusan politik Mahathir. Ia memandang perannya sebagai pasangan dan sumber dukungan bagi suaminya.

  2. 2. Tetap bersama di tengah perjalanan panjang

    Istri eks PM Malaysia Mahathir Mohamad, Hasmah Ali.
    Istri eks PM Malaysia Mahathir Mohamad, Hasmah Ali. (AFP/Mohd Rasfan)

    Hubungan keduanya terus berlangsung melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari karier sebagai dokter, kehidupan keluarga, hingga puluhan tahun berada di tengah kehidupan publik dan politik Malaysia.

    Dalam sebuah pernyataan pada 2021, Mahathir menggambarkan dirinya beruntung memiliki Hasmah sebagai pendamping hidup.

    “Saya beruntung memiliki Hasmah bersama saya selama 63 tahun, dalam suka maupun duka. Dia seorang dokter dan, tentu saja, merupakan keuntungan bagi saya karena di usia saya, saya selalu memiliki seorang dokter di samping saya,” kata Mahathir kala itu.

    Kemesraan mereka juga kerap menjadi perhatian publik. Keduanya beberapa kali terlihat bergandengan tangan, saling bercanda, dan menghabiskan waktu bersama bahkan ketika usia mereka telah lanjut.

    Pada 2019, Mahathir pernah membagikan foto dirinya bersama Hasmah saat bepergian di Kuala Lumpur. Ia menuliskan keterangan sederhana dalam bahasa Melayu, “Sekali sekala bawa Hasmah dating di KL”, yang berarti sesekali membawa Hasmah berkencan di Kuala Lumpur.

  3. 3. 70 Tahun menikah, dipisahkan maut

    Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad di pemakaman istrinya, Hasmah Ali.
    Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad di pemakaman istrinya, Hasmah Ali. (AFP/Mohd Rasfan)

    Mahathir dan Hasmah memiliki empat anak, yakni Marina, Mokhzani, Mirzan, dan Mukhriz. Mereka juga mengadopsi tiga anak, yaitu Maizura, Mazhar, dan Melinda. Keduanya kemudian memiliki banyak cucu dan cicit.

    Selama bertahun-tahun, kedekatan keduanya bahkan tergambarkan melalui ungkapan ‘di mana ada Mahathir, di situ ada Siti Hasmah’. Hubungan tersebut menjadi bagian dari kehidupan keduanya selama lebih dari tujuh dekade.

    Kini, setelah sekitar 70 tahun pernikahan, Hasmah meninggal dunia di National Heart Institute (IJN) dalam usia 100 tahun. Kepergiannya mengakhiri kebersamaan pasangan yang kisah cintanya bermula dari dua mahasiswa kedokteran tersebut.

    Mahathir, yang kini berusia 101 tahun, harus melanjutkan hidup tanpa pendamping yang telah bersamanya sejak masa kuliah, kehidupan keluarga, karier kedokteran, hingga perjalanan panjang dalam pelayanan publik dan politik.

    Kisah keduanya bahkan diabadikan dalam dunia botani. Singapura menamai salah satu jenis anggrek Dendrobium Mahathir Siti Hasmah, menggunakan nama pasangan tersebut sebagai penghormatan atas hubungan mereka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More