Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengungkap dua mentornya dalam belajar mengurus negara. Mentor Prabowo yang pertama adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 1978-1988, Aloysius Benedictus Mboi (Ben Mboi). Prabowo menganggap Ben adalah seorang guru.
"Karena ternyata rumus bernegara yang saya dapat dari banyak mentor saya, banyak guru saya, antara lain saya sebut aja Pak Gubernur NTT, ya, kan? Ben Boy, saya anggap guru saya. Salah satu," ujar Prabowo.
Diungkapkan, Ben Mboi pernah memberikan nasihat bahwa menjadi seorang pemimpin tidak rumit, cukup cintai rakyat dan menggunakan akal sehat.
"Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu, gunakan akal sehat. Jadi kebijakan itu akal sehat. Kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada pangan, semua itu akal sehat," ucap Prabowo.
"Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan," sambungnya.
Kemudian mentor yang kedua adalah Gubernur Jawa Timur periode 1967-1976, Muhammad Noer (Cak Nur).
"Mentor saya kedua, Gubernur Jawa Timur Pak Muhammad Noer, Cak Nur. Berapa bulan sebelum meninggal, beliau cerita sama saya, 'Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana, bekerja'," kata Prabowo meniru ucapan Cak Nur.
Pesan Cak Nur kepada Prabowo, seorang pemimpin itu harus bisa bekerja agar rakyat yang paling lemah bisa tertawa. Selain itu, pemimpin juga harus bisa bekerja agar masyarakat paling miskin pun bisa hidup dan memiliki harapan.
"Saya kira, we will always be on the right track. Kita akan selalu berada di jalan yang benar," ujar Prabowo.
