Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pramono Bangga Wali Kota New York Puji Transportasi Publik Jakarta

4 min read
Pramono Bangga Wali Kota New York Puji Transportasi Publik Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto bersalaman bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani (Jakarta.go.id)
  • Wali Kota New York Zohran Mamdani memuji transportasi publik Jakarta yang dinilai lebih baik, saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di New York.

  • Pramono menyebut Transjabodetabek diluncurkan untuk menangani kemacetan akibat 3,5–4 juta komuter harian, sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

  • Jakarta dan New York membahas kemacetan, banjir, serta pembiayaan infrastruktur; Mamdani mendukung rencana Jakarta Bond dan menawarkan bantuan pengalaman penerbitan obligasi daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendapatkan pujian dari Wali Kota New York, Zohran Kwame Mamdani atas transportasi umum di Jakarta yang dinilai lebih baik dari pada New York. Hal ini disampaikan Mamdani ketika Pramono menghadiri kunjungan di New York beberapa waktu silam.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono sempat ditanya oleh Mamdani terkait bagaimana transportasi publik Jakarta dengan 11 juta lebih penduduk bisa lebih baik dari pada New York dengan penduduk sekitar 8,4 juta orang.

"Ketika saya diundang Wali Kota Mamdani, saya pikir saya yang akan tanya, begitu duduk dia tanya duluan. 'Kenapa Jakarta yang penduduknya 11 juta dibandingkan dengan New York yang penduduknya 8,4 juta, tetapi transportasi di Jakarta lebih baik dari pada di New York? Karena kita nomor 17 dunia. Di situ saya langsung, 'waduh, ini kesempatan gua untuk sombong sama Mamdani'," ujarnya, dilansir dari ANTARA, Sabtu (10/10/2026).

Pramono menjawab pertanyaan tersebut dengan pernyataan bahwa ia mengubah moda transportasi masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

  1. 1. Transjabodetabek menjadi salah satu upaya Pramono atasi kemacetan di Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri U20 Mayoral Plenary di Civic Hall, New York, Amerika Serikat.
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri U20 Mayoral Plenary di Civic Hall, New York, Amerika Serikat/ dok Pemprov DKI

    Setiap hari, terdapat sekitar 3,5 hingga 4 juta orang dari wilayah Jabodetabek yang masuk ke Jakarta pada pagi hari dan pulang pada sore hari, yang menjadi pemicu utama kemacetan di ibu kota. Transjabodetabek dihadirkan untuk menghubungkan wilayah tersebut menuju pusat-pusat mobilitas di Jakarta.

    "Maka di Jakarta sejak saya menjadi gubernur, yang salah satu yang saya luncurkan adalah yang namanya Transjabodetabek. Karena persoalan kemacetan di Jakarta ini ketika pagi hari ada kurang lebih 3,5 sampai 4 juta orang datang ke Jakarta, sore hari kembali ke kediamannya masing-masing," ucap Pramono.

    "Kini, ada Transjabodetabek dari Jakarta ke Blok M, dari Bekasi ke Blok M dan dari Tangerang Selatan ke Blok M. "Bahkan, sekarang orang ngomong, kalau perlu dari Blok M ke Bali, dari Blok M ke Bandung dan sebagainya," imbuhnya.

  2. 2. Pramono berprinsip pembangunan Jakarta harus berorientasi pada pembangunan manusia

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menghadiri High Level Political Forum on Sustainable Development di PBB, New York.
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, High Level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) di di PBB, New York/ Pemprov DKI

    Pramono menyebut, pembangunan Jakarta mesti berorientasi pada pembangunan manusia. Termasuk, di dalamnya berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, sosial, dan sebagainya.

    "Serta, bagaimana pemerintah kita itu mempunyai kesadaran terhadap persoalan-persoalannya masyarakatnya yang begitu beraneka ragam," ujarnya.

    Hal ini selaras dengan perbincangan dalam ruang bilateral Pramono dan Mamdani bertemu di Civic Hall, Minggu (20/9/2026). Mereka membahas persoalan yang dihadapi kedua kota, yaitu kemacetan, banjir, hingga cara membiayai pembangunan.

    Selain mengatasi dengan Transjabodetabek, Pramono turut memaparkan layanan transportasi umum gratis untuk 15 golongan masyarakat.

    "Kami juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, antara lain lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar penerima KJP dan mahasiswa penerima KJMU," papar Pramono.

  3. 3. Mamdani menerima dengan tangan terbuka terkait rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah

    siaranpers_pemprov_dki-20260921064426_m5w6ah_546 (1).jpg
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani (Jakarta.go.id)

    Perihal banjir, baik Jakarta maupun New York bernasib sama, yaitu memiliki tantangan besar menghadapi banjir.

    Dalam kesempatan itu, Pramono mengatakan bahwa perlu terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall.

    Lebih lanjut, pembahasan kian mengarah ke rencana besar, yaitu penerbitan obligasi daerah, atau Jakarta Bond, untuk membiayai infrastruktur kota. Mamdani menyambutnya dengan antusias.

    "Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik. Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah," ujar Mamdani.

    Kunjungan ke New York juga diisi sejumlah agenda strategis. Pramono menjadi pembicara dalam Heat Roundtable bersama C40 Cities dan Harvard University's Salata Institute membahas ketahanan iklim bersama wali kota Freetown dan Paris. Ia juga menandatangani Letter of Intent dengan New York University terkait pengembangan industri olahraga dan pariwisata.

    Pertemuan bilateral tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus menunjukkan bahwa kota dengan beragam persoalan khas metropolitan tetap memiliki peluang untuk berkembang dan menarik minat investor.

    Harapannya, kunjungan ini dapat menghasilkan kemitraan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More