Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Layat Warga Pejompongan yang Tewas saat Kericuhan Demo
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melayat ke rumah warga Pejompongan yang tewas dianiaya saat kerusuhan usai demo, Jumat (28/8/2026). dok tangkapan layar video istimewa
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat Bambang Setiawan, pedagang kaca Pejompongan berusia 59 tahun yang tewas dianiaya saat kerusuhan pasca-demonstrasi DPR.
  • Kerusuhan terjadi dari Kamis malam hingga Jumat dini hari dan meluas ke Petamburan, Jakarta Pusat; pertemuan Pramono dengan keluarga korban berlangsung tertutup.
  • Pemprov DKI menanggung biaya pemulasaran serta pemakaman, menyiapkan pendampingan keluarga, dan mengimbau warga menahan diri serta tidak menyebarkan spekulasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (27/8/2026) malam

Bambang Setiawan tewas dianiaya sejumlah orang tidak dikenal. Kerusuhan setelah aksi unjuk rasa di DPR meluas hingga Petamburan, Jakarta Pusat.

Jumat (28/8/2026) dini hari

Kerusuhan yang meluas ke kawasan Petamburan berlanjut hingga dini hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat Bambang Setiawan, warga Pejompongan berusia 59 tahun yang tewas setelah dianiaya orang tidak dikenal saat kericuhan pascaunjuk rasa.
  • Who?
    Pramono Anung, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, keluarga Bambang Setiawan, serta jajaran Pemprov DKI Jakarta terlibat dalam kunjungan dan pendampingan pemulasaran hingga pemakaman.
  • Where?
    Pramono melayat di rumah duka Bambang Setiawan di Pejompongan. Kericuhan yang melatarbelakangi kejadian berlangsung dari sekitar DPR hingga kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
  • When?
    Bambang tewas pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Kericuhan berlangsung hingga dini hari Jumat, 28 Agustus 2026. Waktu kunjungan Pramono ke rumah duka per saat ini belum diketahui.
  • Why?
    Bambang menjadi korban dalam kerusuhan setelah aksi unjuk rasa di DPR meluas ke Petamburan. Motif penganiayaan oleh sejumlah orang tidak dikenal hingga saat ini belum ada kepastian.
  • How?
    Pramono datang berpakaian hitam, menyampaikan belasungkawa dan berdoa di sisi jenazah. Pemprov DKI menanggung biaya pemulasaran serta pemakaman, dan menyiapkan pendampingan bagi keluarga Bambang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kehadiran Gubernur Pramono Anung dan jajaran Pemprov DKI Jakarta di rumah duka menunjukkan perhatian langsung kepada keluarga Bambang di tengah situasi yang berat. Belasungkawa, doa, penanggungan biaya pemulasaran serta pemakaman, dan pendampingan bagi keluarga mencerminkan upaya pemerintah memberi dukungan yang nyata dan penuh kepedulian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melayat ke rumah duka Bambang Setiawan (59) yang tewas dianiaya oleh sejumlah orang tidak dikenal pada Kamis (27/8/2026) malam.

Bambang jadi korban kerusuhan usai aksi unjuk rasa di DPR yang meluas hingga ke kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam hingga Jumat (28/8/2026) dini hari.

Pramono tampak mengenakan pakaian serba hitam dan peci hitam. Dia turut didampingi Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin.

Sayangnya, pertemuan Pramono dengan keluarga almarhum Bambang yang merupakan pedagang kaca di kawasan Pejompongan berlangsung tertutup. Usai melayat, Pramono juga tidak memberikan keterangan kepada jurnalis.

Staf Khusus Gubernur, Cyril Raoul Hakim, mengatakan, Pramono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, berdoa di sisi jenazah, dan memastikan Pemprov DKI Jakarta mendampingi pemulasaran hingga pemakaman.

“Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta berduka. Kami mendoakan semoga Allah SWT mengampuni almarhum dan memberi kesabaran kepada keluarga," ujar Chico dalan keterangan.

Pemprov DKI Jakarta juga menanggung biaya pemulasaran dan pemakaman, serta menyiapkan pendampingan bagi keluarga.

"Warga diimbau menahan diri dan tidak menyebarkan spekulasi," ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article