Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa 90 warganya masih hilang, sementara Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan 55 warganya tidak dapat dihubungi. Sedikitnya 30 warga negara dan penduduk tetap Kanada di Nepal dan wilayah Tibet juga dilaporkan hilang, begitu juga dengan 56 warga Ukraina.
Jalan Hancur, Tim Penyelamat Kesulitan Bantu Korban Banjir Nepal

- Banjir bandang akibat runtuhnya gletser di perbatasan Nepal-China menewaskan sedikitnya 389 orang dan membuat lebih dari 1.300 orang hilang, sementara jalan, komunikasi, dan listrik terdampak.
- PBB mengalokasikan 2 juta dolar AS atau sekitar Rp35,4 miliar untuk air bersih, medis, dan pengungsian darurat tiga bulan, dengan fokus menjangkau Rasuwa, Nuwakot, serta Dhading.
- Lebih dari 700 warga asing dari puluhan negara dilaporkan hilang; China juga bersiaga karena danau bentukan banjir berisiko jebol dan memicu banjir lanjutan di hilir.
Jakarta, IDN Times - Tim penyelamat harus menghadapi tantangan berat dalam upaya mencari dan menyelamatkan korban banjir di perbatasan Nepal dan China. Kondisi pascabanjir, gangguan komunikasi, pemadaman listrik dan keterbatasan sumber daya menyulitkan operasi tersebut
Sejauh ini, sedikitnya 389 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.300 lainnya hilang akibat banjir bandang yang dipicu oleh runtuhnya gletser tersebut. Setengah dari korban jiwa merupakan warga negara asing.
Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, mengatakan bahwa sebagian besar akses jalan menuju wilayah terdampak telah hancur, dengan jalan-jalan dipenuhi lumpur dan puing-puing.
“Kami terpaksa menggunakan seluruh sarana transportasi udara untuk menjangkau mereka, tetapi kami juga memiliki tim di lapangan yang berjuang untuk mencapai lokasi. Medan yang harus mereka lalui saat ini sangat, sangat sulit untuk dilewati,” kata Fletcher kepada CNN.
1. PBB alokasikan dana Rp35,4 miliar untuk korban banjir

sebuah desa yang tenggelam oleh banjir (pexels.com/Pok Rie) Dalam pernyataan sebelumnya yang diunggah di X, Fletcher mengatakan bahwa PBB mengalokasikan dana sebesar 2 juta dolar AS (sekitar Rp35,4 miliar) untuk korban banjir. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan air bersih, perlengkapan medis dan tempat penampungan darurat selama 3 bulan ke depan.
Fletcher mengungkapkan bahwa tujuan utama PBB saat ini adalah menjangkau wilayah yang paling membutuhkan bantuan, seperti distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading guna menilai tingkat keparahan bencana tersebut.
"Prioritas mendesaknya adalah menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa," ujarnya.
2. Lebih dari 700 WNA dilaporkan hilang

ilustrasi banjir (unsplash.com/Art Institute of Chicago) Di antara lebih dari 1.300 orang yang hilang, terdapat lebih dari 700 warga negara asing dari puluhan negara. Menurut pemerintah Nepal dan China, sedikitnya 517 warga asing hilang di Nepal dan 260 lainnya hilang di China. Pada Kamis (27/8/2026), Kementerian Luar Negeri Swedia melaporkan bahwa seorang warga negara dan seorang penduduk Swedia hilang. Kementerian Luar Negeri Prancis juga menyebutkan bahwa beberapa warganya tidak dapat dihubungi, tapi tidak merinci jumlahnya.
Pemerintah Australia juga melaporkan bahwa 39 warganya masih dinyatakan hilang.
3. Pemerintah bersiaga hadapi banjir lebih lanjut

ilustrasi banjir (pixabay.com/charlemagne) Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa sebuah danau yang terbentuk akibat banjir bandang tersebut berisiko jebol dan menyebabkan banjir lebih lanjut di wilayah hilir. Menurut prakiraan, aliran air yang masuk ke danau tersebut dapat mencapai sekitar 3 juta meter kubik dalam 3 hari ke depan akibat hujan yang masih berlangsung. Jumlah tersebut sama dengan sekitar 1.200 kolam renang ukuran Olimpiade.
"Hal ini berisiko menyebabkan kerusakan lebih lanjut di berbagai wilayah, termasuk Pelabuhan Gyirong dan lokasi-lokasi lain di bagian hilir," kata kantor berita tersebut.
Dilansir BBC, Kementerian Sumber Daya Air China menyatakan telah bersiap menghadapi kemungkinan jebolnya danau tersebut dan memberikan dukungan bagi upaya penyelamatan darurat.


















