Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Siapkan Lahan 100 Hektare untuk Ketahan Pangan Jakarta di Ciangir
Gubernur Pramono Anung cek Kawasan Peternakan di Ciangir Banten, Jumat (31/7/2026). (Dok. Pemprov DKI)
  • Pemprov DKI Jakarta akan mengembangkan hampir 100 hektare lahan di Ciangir, Tangerang, menjadi kawasan peternakan terintegrasi yang mencakup sapi, ayam, ikan, dan hortikultura.
  • Sekitar 40 hektare dikelola Dinas Lingkungan Hidup untuk pengolahan organik dan maggot, sedangkan 20 hektare dikelola Perumda Dharma Jaya untuk pertanian-peternakan terintegrasi.
  • Pembangunan oleh Perumda Dharma Jaya ditargetkan mulai November 2026 dengan investasi hampir Rp1 triliun, didukung kerja sama Jakarta-Banten untuk pasokan pangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
31 Juli 2026

Pramono Anung memastikan lahan Pemprov DKI Jakarta di Ciangir akan dikembangkan menjadi Kawasan Peternakan Terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan.

November 2026

Pembangunan kawasan peternakan terintegrasi oleh Perumda Dharma Jaya ditargetkan mulai berlangsung dengan investasi hampir Rp1 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov DKI Jakarta akan mengembangkan hampir 100 hektare lahan di Ciangir menjadi Kawasan Peternakan Terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan, mencakup peternakan sapi dan ayam, perikanan, serta hortikultura.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Perumda Dharma Jaya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan Gubernur Banten Andra Soni terlibat dalam rencana pengembangan kawasan.
  • Where?
    Pengembangan berlangsung di lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
  • When?
    Pramono Anung menyampaikan rencana ini di Ciangir pada Jumat, 31 Juli 2026. Pembangunan kawasan oleh Perumda Dharma Jaya ditargetkan mulai November 2026.
  • Why?
    Kawasan disiapkan untuk memperkuat pasokan dan ketahanan pangan Jakarta serta Banten melalui pengelolaan peternakan, perikanan, dan hortikultura dalam satu ekosistem.
  • How?
    Perumda Dharma Jaya akan mengelola 20 hektare sebagai kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi dengan investasi hampir Rp1 triliun. Sekitar 40 hektare dikelola Dinas Lingkungan Hidup untuk pengolahan organik dan budi daya maggot.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pramono Anung mau membuat tempat besar untuk sapi, ayam, ikan, dan tanaman di Ciangir, Banten. Tanahnya hampir 100 hektare milik Jakarta. Dharma Jaya akan mengurusnya. Pembangunan rencananya mulai November 2026. Jakarta dan Banten bekerja bersama supaya makanan untuk warga lebih cukup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana kawasan peternakan terintegrasi di Ciangir menunjukkan pemanfaatan aset daerah yang terarah melalui kolaborasi Jakarta dan Banten. Penggabungan peternakan, perikanan, hortikultura, serta pengolahan organik memberi ruang bagi ekosistem pangan yang lebih terpadu, sementara koordinasi antardaerah mencerminkan pengakuan atas kebutuhan dan keterhubungan warga kedua wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, akan dikembangkan menjadi Kawasan Peternakan Terintegrasi yang akan dikelola Perumda Dharma Jaya. Kawasan ini akan mengintegrasikan peternakan, budi daya perikanan, dan hortikultura dalam satu ekosistem.

"Terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Gubernur Banten atas koordinasi, kerja sama yang baik untuk mengembangkan tempat ini menjadi tempat untuk ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang akan dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi, kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujar Pramono di Ciangir, Banten, Jumat (31/7/2026)

1. Luas lahan 100 hektare

Gubernur Pramono Anung cek Kawasan Peternakan di Ciangir Banten, Jumat (31/7/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Pramono menjelaskan, luas lahan Pemprov DKI Jakarta di Ciangir mencapai hampir 100 hektare yang dibagi beberapa fungsi. Dia mengatakan, sekitar 40 hektare lahan dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mendukung pengolahan organik, termasuk melalui budi daya maggot, serta kegiatan pendukung lainnya.

Sementara itu, 20 hektare lahan dikelola Perumda Dharma Jaya untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi guna mendukung ketahanan pangan Jakarta.

"Dan kemudian memang sebagian digunakan sebagai kontribusi Pemerintah DKI Jakarta untuk Kementerian Hukum dan HAM, ada Lapas di sini," kata Pramono

2. Pembangunan untuk peternakan mulai November

Gubernur Pramono Anung cek Kawasan Peternakan di Ciangir Banten, Jumat (31/7/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Pramono mengatakan, pengembangan kawasan tersebut akan membawa dampak positif bagi pasokan pangan Jakarta maupun Banten. Menurut dia, pembangunan kawasan peternakan terintegrasi oleh Perumda Dharma Jaya ditargetkan mulai berlangsung pada November 2026 dengan nilai investasi hampir Rp1 triliun.

"Tadi penjelasan dari Direktur Utama Dharma Jaya bahwa tempat ini segera akan dibangun kurang lebih mulai bulan November dengan total investasi hampir Rp1 triliun," ujar dia.

3. Jakarta dan Banten miliki hubungan yang saling bergantung

Gubernur Pramono Anung cek Kawasan Peternakan di Ciangir Banten, Jumat (31/7/2026). (Dok. DLH DKI)

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut baik pengembangan lahan tersebut. Menurut dia, kerja sama antara Jakarta dan Banten sangat penting karena kedua wilayah memiliki hubungan yang saling bergantung.

"Jakarta butuh Banten, Banten juga sangat butuh Jakarta. Warga Banten banyak yang bekerja di Jakarta, kemudian warga Jakarta banyak yang tinggal di Banten," ucap dia.

4. Aset DKI di Banten untuk dukung ketahanan pangan

Gubernur Pramono Anung cek Kawasan Peternakan di Ciangir Banten, Jumat (31/7/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Andra mengatakan, rencana pengembangan kawasan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dibangun dengan Pramono. Dia mengapresiasi keputusan Pemprov DKI Jakarta yang memilih mengembangkan asetnya di Banten untuk mendukung ketahanan pangan.

"Kami sangat berterima kasih karena memilih lokasi di Provinsi Banten dan kami yakin segala niat baik yang direncanakan oleh Pak Gubernur ini pasti akan bermanfaat bagi kita semua, bagi warga Banten, bagi warga sekitar, dan tentunya bagi Indonesia," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article