Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku senang melihat wajah Jakarta yang semakin plural dan memiliki tingkat toleransi lebih tinggi. Ia menilai, keberagaman budaya dan agama semakin terlihat di ruang-ruang publik ibu kota.
Menurut Pramono, perubahan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam membangun Jakarta sebagai kota yang terbuka dan nyaman bagi seluruh warganya.
"Saya yang senang adalah, wajah Jakarta sekarang ini lebih plural, toleransinya lebih tinggi," ujar Pramono saat membuka acara hari kedua Indonesia Summit 2026 di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Pramono mengatakan, masyarakat dapat menyaksikan berbagai perayaan budaya dan keagamaan yang digelar secara terbuka di kawasan pusat kota, sesuatu yang menurutnya belum pernah terlihat pada masa lalu.
"Nggak pernah ada dulu yang namanya di Sudirman Thamrin ada Christmas Carol kolosal, ada Imlek, ada Waisak, ada Penjor, ada Ogoh-ogoh," ujar Pramono.
Ia menilai, hadirnya berbagai simbol keberagaman tersebut menunjukkan Jakarta semakin mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya. Bagi Pramono, ruang publik harus menjadi tempat yang inklusif, di mana seluruh warga dapat mengekspresikan identitas dan tradisinya secara setara.
Pramono menggambarkan Jakarta sebagai kota yang semakin berwarna karena keberagaman yang tumbuh di tengah masyarakat.
"Itulah wajah Jakarta sekarang ini yang begitu colorful," ujarnya.
Menurut dia, keberagaman bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang memperkaya identitas Jakarta sebagai kota global. Ia berharap suasana tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi karakter yang melekat pada Jakarta di masa mendatang.
Pramono mengaku sering menerima respons positif dari masyarakat terkait perubahan suasana di ibu kota. Ia mengatakan, banyak warga yang menyampaikan Jakarta kini terasa lebih teduh dan nyaman.
"Dan setiap saya ketemu orang di mana saja, mereka mengatakan bahwa Jakarta sekarang ini menjadi lebih teduh," kata Pramono.
Menurut dia, suasana yang kondusif dan penuh toleransi menjadi modal penting bagi Jakarta untuk terus berkembang, tidak hanya sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga sebagai kota yang menghargai keberagaman dan hidup berdampingan secara harmonis.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
