Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional (dok. Sekretariat Kabinet)
  • Presiden Prabowo menginginkan museum berskala besar di kawasan Monas sebagai pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi.

  • Arahan lain mencakup revitalisasi Stasiun Gambir serta pembangunan layanan kereta api yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata di Bali.

  • Asosiasi Museum Indonesia mendukung rencana museum tersebut sebagai ruang edukasi sejarah, kebudayaan, dan peradaban yang lebih inklusif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1970-an

Stasiun Gambir telah berdiri sejak era 1970-an dan disebut belum pernah direnovasi.

Kamis (5/11/2026)

Presiden Prabowo memanggil Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan itu membahas rencana pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik.

Sabtu (7/11/2026)

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan mengenai keinginan Presiden Prabowo membangun Museum Agung Nasional di kawasan Monas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo ingin membangun Museum Agung Nasional di kawasan Monas, serta memberikan arahan terkait revitalisasi Stasiun Gambir dan layanan kereta api di Bali.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, dan Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana.
  • Where?
    Museum direncanakan berada di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Arahan transportasi mencakup Stasiun Gambir di Jakarta dan sejumlah kawasan di Bali.
  • When?
    Keinginan tersebut disampaikan dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (7/11/2026), setelah pertemuan Prabowo dan Bobby Rasyidin pada Kamis (5/11/2026).
  • Why?
    Museum diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi pelajar dan generasi muda, serta memperkuat ekosistem permuseuman Indonesia.
  • How?
    Rencana dibahas melalui arahan Presiden dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT KAI dan mendapat dukungan dari Asosiasi Museum Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Presiden Prabowo ingin membuat museum besar di Monas. Museum itu untuk belajar sejarah, melihat budaya, bermain, dan rekreasi. Teddy Indra Wijaya menjelaskan rencana ini. Ada juga rencana memperbaiki Stasiun Gambir dan membuat kereta di Bali. Asosiasi Museum Indonesia mendukung rencana museum tersebut. Saat ini, rencana itu masih dalam tahap arahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rencana Museum Agung Nasional dapat memperluas ruang pembelajaran sejarah, kebudayaan, dan peradaban bagi masyarakat. Gagasan ini juga menempatkan museum sebagai tempat interaksi, inspirasi, hiburan, dan rekreasi, sehingga fungsinya tidak hanya menyimpan benda bersejarah, tetapi turut membuka akses edukasi bagi generasi muda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Museum berskala besar itu diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi.

"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/11/2026).

1. Prabowo panggil Bobby Rasyidin ke istana

Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional (dok. Sekretariat Kabinet)

Keinginan tersebut disampaikan usai Prabowo memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026). Teddy mejelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah rencana pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik, baik di Jakarta maupun di Bali.

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali,” ujar Seskab Teddy.

Seskab Teddy menyampaikan bahwa salah satu arahan Presiden Prabowo adalah melakukan revitalisasi Stasiun Gambir yang telah berdiri sejak era 1970-an dan belum pernah direnovasi.

“Revitalisasi Stasiun Gambir yang sejak 1970-an belum pernah direnovasi. Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” jelas Seskab Teddy.

2. Prabowo juga ingin bangun kereta di Bali

Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional (dok. Sekretariat Kabinet)

Di sektor transportasi, Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan arahan untuk memulai pembangunan layanan kereta api di Provinsi Bali. Rencana ini meliputi kawasan wisata seperti Kuta dan Canggu, serta wilayah Utara Pulau Dewata.

“Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara,” tuturnya.

3. Asosiasi Museum Indonesia dukung rencana Prabowo

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana (dok.Kementerian Ekonomi Kreatif)

Terkait rencana pembangunan Museum Agung Nasional, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana mendukung gagasan tersebut. Menurutnya, Ini merupakan langkah strategis dan monumental dalam memperkuat ekosistem permuseuman Indonesia sekaligus menghadirkan ruang edukasi sejarah, kebudayaan dan peradaban yang lebih inklusif bagi masyarakat.

“Kami di Asosiasi memberikan apresiasi yang tinggi kepada presiden Prabowo yang memiliki gagasan, pemikiran dan konsep yang luhur untuk memuliakan secara menyeluruh perjalanan peradaban Nusantara, kekayaan sejarah, budaya, serta identitas bangsa kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda dan dunia internasional. Kami menyebutnya sebagai Museum Agung Peradaban Nusantara, sebuah mandala utama peradaban Indonesia sejak masa prasejarah hingga indonesia modern," ujar Putu melalui keterangan persnya.

Pimpinan The Rudana Art Institution yang menaungi Museum Rudana, galeri seni, yayasan, dan berbagai inisiatif kebudayaan ini juga menjelaskan bahwa kehadiran Grand National Museum di kawasan Monas diharapkan dapat menjadi “soul of a nation”. Dimana Museum tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi harus menjadi institusi yang menekankan pembelajaran, interaksi, inspirasi, hiburan, dan rekreasi yang penuh nilai sehingga mampu menarik minat wisatawan, dan masyarakat khususnya generasi muda.

“Kami melihat kawasan Monas sebagai kawasan ikonik dan bersejarah yang memiliki nilai historis sangat kuat sebagai simbol perjuangan dan identitas bangsa. Karena itu, saya meyakini kehadiran Grand National Museum akan semakin memperkuat peran museum sebagai soko guru bangsa dalam menjaga kepribadian dan jati diri bangsa, sekaligus memuliakan kebudayaan Nusantara,” ucap Putu.

Editorial Team

Related Article