Asosiasi Museum Dukung Prabowo Bangun Museum Agung Nasional di Monas

Presiden Prabowo Subianto menginginkan Museum Agung Nasional di kawasan Monas sebagai pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, terutama bagi pelajar serta generasi muda.
Asosiasi Museum Indonesia mendukung gagasan tersebut, menilai museum ini dapat memperkuat ekosistem permuseuman dan menghadirkan edukasi sejarah, budaya, serta peradaban Nusantara yang inklusif.
Sepanjang 2026, pemerintah mempercepat revitalisasi dan penataan 240 museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng, serta aset budaya lainnya melalui Kementerian Kebudayaan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional (Grand National Museum) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Museum itu diproyeksikan sebagai pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi bagi masyarakat.
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana mendukung gagasan serta arahan Presiden Prabowo tersebut. Menurutnya, Ini merupakan langkah strategis dan monumental dalam memperkuat ekosistem permuseuman Indonesia sekaligus menghadirkan ruang edukasi sejarah, kebudayaan dan peradaban yang lebih inklusif bagi masyarakat.
“Kami di Asosiasi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo yang memiliki gagasan, pemikiran dan konsep yang luhur untuk memuliakan secara menyeluruh perjalanan peradaban Nusantara, kekayaan sejarah, budaya, serta identitas bangsa kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda dan dunia internasional. Kami menyebutnya sebagai Museum Agung Peradaban Nusantara, sebuah mandala utama peradaban Indonesia sejak masa prasejarah hingga indonesia modern," Ujar Putu melalui keterangan persnya, dikutip Sabtu (7/11/2026).
1. Monas adalah kawasan ikonik yang bersejarah

Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional (dok. Sekretariat Kabinet) Pimpinan The Rudana Art Institution yang menaungi Museum Rudana, galeri seni, yayasan, dan berbagai inisiatif kebudayaan ini juga menjelaskan, kehadiran Grand National Museum di kawasan Monas diharapkan dapat menjadi “soul of a nation”. Di mana Museum tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi harus menjadi institusi yang menekankan pembelajaran, interaksi, inspirasi, hiburan, dan rekreasi yang penuh nilai sehingga mampu menarik minat wisatawan, dan masyarakat khususnya generasi muda.
“Kami melihat kawasan Monas sebagai kawasan ikonik dan bersejarah yang memiliki nilai historis sangat kuat sebagai simbol perjuangan dan identitas bangsa. Karena itu, saya meyakini kehadiran Grand National Museum akan semakin memperkuat peran museum sebagai soko guru bangsa dalam menjaga kepribadian dan jati diri bangsa, sekaligus memuliakan kebudayaan Nusantara,” ucap Putu.
2. Asosiasi Museum Indonesia apresiasi Prabowo

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana (dok.Kementerian Ekonomi Kreatif) Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun terakhir, sektor kebudayaan dan permuseuman dinilai menjadi salah satu mercusuar pencapaian pemerintah. Hasilnya adalah percepatan revitalisasi dan penataan 240 titik museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng dan aset budaya lainnya sepanjang 2026.
“Kami mengapresiasi perhatian bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan percepatan revitalisasi museum dan kebudayaan Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Bapak Fadli Zon. AMI melihat langkah Menbud, Fadli Zon sebagai komitmen untuk menjaga warisan sejarah dan memperkenalkan kekayaan peradaban Nusantara kepada generasi mendatang,” ujar Putu.
3. Museum Agung Nasional diharapkan jadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi

Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional (dok. Sekretariat Kabinet) Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Museum berskala besar itu diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi.
"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (7/11/2026).



















