Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rusia Disebut Setuju Pasok 90 Peluncur Rudal Canggih ke Iran

3 min read
Rusia Disebut Setuju Pasok 90 Peluncur Rudal Canggih ke Iran
ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)
  • Dokumen bocor menyebut Rusia menjadwalkan ekspor 90 peluncur rudal berpemandu kepada Iran hingga Desember 2025, meski belum dipastikan apakah pengiriman telah terlaksana.

  • Kerja sama militer Moskow-Teheran menguat sejak invasi Ukraina, termasuk peran Iran sebagai pemasok drone Shahed dan perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani pada 2025.

  • AS menjatuhkan sanksi kepada individu dan entitas terkait pasokan MANPADS ke Iran, sementara intelijen Eropa melaporkan Rusia memberi data serta citra satelit kepada Teheran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rusia setuju untuk memasok Iran dengan 90 peluncur rudal berpemandu canggih, yang banyak digunakan oleh pasukan Moskow di Ukraina. Hal tersebut terungkap dalam dokumen industri pertahanan yang bocor dan diperoleh Dallas Analytics, sebuah perusahaan intelijen swasta asal Ukraina.

Dokumen tersebut merinci jadwal produksi yang disusun pada Mei 2024 oleh Vympel, unit perancang rudal dan sistem peluncur terkemuka di Rusia. Produksi tersebut mencakup pesanan 90 peluncur dalam kontrak ekspor berkode "K-10", yang diidentifikasi sebagai kode untuk Iran. Pesanan itu dijadwalkan untuk dikirim antara akhir 2024 hingga Desember 2025.

Dilansir The Guardian, dokumen tersebut tidak memastikan apakah peluncur-peluncur tersebut akhirnya benar-benar dikirimkan. Namun, dokumen tersebut memberikan gambaran terkait sejauh mana kerja sama militer antara Moskow dan Teheran.

  1. 1. Hubungan Rusia-Iran semakin erat di tengah konflik Teheran dengan AS

    bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)
    bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)

    Kerja sama militer antara Rusia dan Iran telah berkembang signifikan sejak invasi skala penuh Moskow ke Ukraina pada 2022. Teheran telah menjadi pemasok utama drone serang jenis Shahed, yang kini telah mulai diproduksi secara mandiri oleh Kremlin di dalam negerinya, mengutip Iran International.

    Dalam beberapa bulan terakhir, Moskow dan Teheran terus menjalin kerja sama yang sangat erat. Pada Oktober, para pejabat senior Rusia dan Iran telah mengadakan tiga pertemuan tingkat tinggi, yang menunjukkan betapa pentingnya hubungan tersebut bagi kedua negara.

    Moskow telah berhati-hati dalam mempublikasikan kerja sama militernya dengan Teheran, karena khawatir dapat mengganggu hubungan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS, Donald Trump. Kremlin juga menghadapi keterbatasan dalam memasok senjata ke Iran, mengingat sebagian besar kapasitas produksi militernya telah terkuras untuk perang di Ukraina.

    Rusia telah membantah laporan yang menyebut pihaknya memasok peralatan militer kepada Iran untuk digunakan dalam konflik yang sedang berlangsung. Kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada 2025 yang mencakup ketentuan untuk menangani ancaman bersama, meski perjanjian tersebut tidak memuat komitmen pertahanan timbal balik.

  2. 2. Rusia disebut paling diuntungkan dalam perang Iran di Timur Tengah

    ilustrasi konflik AS dan Iran
    ilustrasi konflik AS dan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

    Para pengamat secara luas menganggap Moskow sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan dari perang berkepanjangan Iran di Timur Tengah. Konflik yang telah berlangsung dalam beberapa bulan itu telah memberikan keuntungan strategis dan ekonomi bagi Rusia.

    Kenaikan harga energi global yang dipicu oleh gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz serta serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk dinilai telah menguntungkan Moskow. Pendapatan minyak yang lebih tinggi telah memberikan sumber dana tambahan bagi Rusia untuk membiayai perangnya di Ukraina, sekaligus membantu meringankan tekanan anggaran.

    Konflik di Timur Tengah juga telah mengalihkan perhatian internasional serta sumber daya militer Barat dari Ukraina. Hal tersebut membuat Kiev semakin terhambat dalam memperolah akses terhadap rudal pencegat pertahanan udara Patriot buatan AS yang sangat krusial.

  3. 3. AS jatuhkan sanksi terhadap entitas yang terlibat dalam pasokan ke Iran

    bendera AS
    ilustrasi bendera AS (pexels.com/Brett Sayles)

    Departemen Luar Negeri AS pada Rabu menjatuhkan sanksi terhadap dua individu dan satu entitas yang berbasis di Belarus, Rusia, dan Nigeria atas keterlibatan dalam memasok sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) ke Iran. Sanksi itu merupakan bagian dari operasi AS untuk mengisolasi ekonomi Teheran dan mengakhiri konflik, mengutip The Jerusalem Post.

    Washington tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam perang melawan Iran pasca pemilu sela AS. Trump berulang kali meremehkan sejauh mana dukungan Rusia terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa Moskow hanya melakukan sangat sedikit, atau bahkan tidak sama sekali untuk membantu Teheran.

    Namun, laporan badan-badan intelijen Eropa menemukan bahwa Rusia telah memberikan data penting serta citra satelit kepada Iran, yang dapat membantu negara itu menargetkan pasukan AS di Timur Tengah. Pihaknya memperingatkan bahwa Moskow bersiap memasok drone bermuatan bahan peledak untuk digunakan dalam serangan terhadap AS dan Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More