Presiden Prabowo Ingin Bangun Museum Agung Nasional di Monas

Presiden Prabowo menginginkan museum berskala besar di kawasan Monas sebagai pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi.
Arahan lain mencakup revitalisasi Stasiun Gambir serta pembangunan layanan kereta api yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata di Bali.
Asosiasi Museum Indonesia mendukung rencana museum tersebut sebagai ruang edukasi sejarah, kebudayaan, dan peradaban yang lebih inklusif.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Museum berskala besar itu diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi.
"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/11/2026).
1. Prabowo panggil Bobby Rasyidin ke istana

Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional (dok. Sekretariat Kabinet) Keinginan tersebut disampaikan usai Prabowo memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026). Teddy mejelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah rencana pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik, baik di Jakarta maupun di Bali.
“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali,” ujar Seskab Teddy.
Seskab Teddy menyampaikan bahwa salah satu arahan Presiden Prabowo adalah melakukan revitalisasi Stasiun Gambir yang telah berdiri sejak era 1970-an dan belum pernah direnovasi.
“Revitalisasi Stasiun Gambir yang sejak 1970-an belum pernah direnovasi. Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” jelas Seskab Teddy.
2. Prabowo juga ingin bangun kereta di Bali

Presiden Prabowo Subianto ingin membangun Museum Agung Nasional (dok. Sekretariat Kabinet) Di sektor transportasi, Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan arahan untuk memulai pembangunan layanan kereta api di Provinsi Bali. Rencana ini meliputi kawasan wisata seperti Kuta dan Canggu, serta wilayah Utara Pulau Dewata.
“Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara,” tuturnya.
3. Asosiasi Museum Indonesia dukung rencana Prabowo

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana (dok.Kementerian Ekonomi Kreatif) Terkait rencana pembangunan Museum Agung Nasional, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana mendukung gagasan tersebut. Menurutnya, Ini merupakan langkah strategis dan monumental dalam memperkuat ekosistem permuseuman Indonesia sekaligus menghadirkan ruang edukasi sejarah, kebudayaan dan peradaban yang lebih inklusif bagi masyarakat.
“Kami di Asosiasi memberikan apresiasi yang tinggi kepada presiden Prabowo yang memiliki gagasan, pemikiran dan konsep yang luhur untuk memuliakan secara menyeluruh perjalanan peradaban Nusantara, kekayaan sejarah, budaya, serta identitas bangsa kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda dan dunia internasional. Kami menyebutnya sebagai Museum Agung Peradaban Nusantara, sebuah mandala utama peradaban Indonesia sejak masa prasejarah hingga indonesia modern," ujar Putu melalui keterangan persnya.
Pimpinan The Rudana Art Institution yang menaungi Museum Rudana, galeri seni, yayasan, dan berbagai inisiatif kebudayaan ini juga menjelaskan bahwa kehadiran Grand National Museum di kawasan Monas diharapkan dapat menjadi “soul of a nation”. Dimana Museum tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi harus menjadi institusi yang menekankan pembelajaran, interaksi, inspirasi, hiburan, dan rekreasi yang penuh nilai sehingga mampu menarik minat wisatawan, dan masyarakat khususnya generasi muda.
“Kami melihat kawasan Monas sebagai kawasan ikonik dan bersejarah yang memiliki nilai historis sangat kuat sebagai simbol perjuangan dan identitas bangsa. Karena itu, saya meyakini kehadiran Grand National Museum akan semakin memperkuat peran museum sebagai soko guru bangsa dalam menjaga kepribadian dan jati diri bangsa, sekaligus memuliakan kebudayaan Nusantara,” ucap Putu.



















