Profil Brigjen TNI Jonny, Jenderal Sekaligus Dokter dengan Tiga Gelar Doktor

Brigjen TNI Jonny, dokter prajurit kelahiran Garut, memulai karier militer sebagai lulusan terbaik Sepa PK ABRI 1996/1997 dan bertugas di batalyon Kostrad serta operasi di Papua.
Ia menempuh pendidikan dokter, spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal hipertensi, dua magister, serta tiga gelar doktor berpredikat cum laude, termasuk satu summa cum laude.
Jonny menjabat Ketua Komite Medik RSPAD sejak 15 Agustus 2025, mengajar di Unhan, serta terlibat dalam 52 publikasi ilmiah dan 13 penelitian klinis.
Jakarta, IDN Times - Brigadir Jenderal TNI Jonny, seorang dokter prajurit yang memilih mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan kepentingan bangsa Indonesia. Dia memiliki kisah dan perjalanan panjang di balik seragam militernya dengan simbol pangkat dan jabatan TNI yang diembannya.
Sosok yang menjalani tiga karier sekaligus meliputi militer, kedokteran, dan akademik ini lahir di Garut, 13 April 1970. Berbagai pengalaman lintas bidang pernah dia alami dalam hidupnya.
Berikut profilnya!
1. Dari medan tempur Papua hingga batalyon kostrad

Brigjen TNI Dr. Dr. dr. Jonny, Sp. PD-KGH., M.Kes., M.M., D.C.N., DABRM, FISN. (Dok. RSPAD Gatot Subroto) Sejak menempuh Sekolah Pertama Perwira Prajurit Karier ABRI Angkatan IV 1996/1997 di Akademi Militer Magelang, Jonny tercatat sebagai lulusan dengan prestasi terbaik. Setelah dilantik, pengabdiannya dimulai sebagai dokter batalyon di lingkungan Kostrad.
Pada 1997–2001, dia bertugas di Yonif 515/9/2 Kostrad di Tanggul, Jember, kemudian melanjutkan pengabdian sebagai dokter Yonif 514/9/2 Kostrad di Bondowoso hingga 2003.
Pengalaman lapangannya tak berhenti pada ruang perawatan, Brigjen TNI Jonny pernah terlibat dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Papua pada 2000 dan pengamanan objek vital nasional di Papua pada 2002.
2. Raih tiga gelar doktor cum laude dan summa cum laude

Brigjen TNI Dr. Dr. dr. Jonny, Sp. PD-KGH., M.Kes., M.M., D.C.N., DABRM, FISN.(Instagram/@jonny_ginjal_rspad) Setelah menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Padjadjaran dan lulus pada tahun 1996, dia mendalami Ilmu Penyakit Dalam dan lulus pada 2007.
Dia kemudian menjadi konsultan Ginjal Hipertensi (KGH) di Universitas Indonesia pada tahun 2014. Dia juga meraih Magister Kesehatan pada tahun 2007 dan Magister Manajemen pada tahun 2011.
Tidak berhenti pada satu gelar doktor, perjalanan akademik Brigjen TNI Jonny tercatat meraih tiga gelar doktor dengan predikat Cum Laude. Salah satunya bahkan memperoleh predikat Summa Cum Laude dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
3. Puncak karier medis sebagai Ketua Komite Medik RSPAD dan Dosen Unhan

Brigjen TNI Dr. Dr. dr. Jonny, Sp. PD-KGH., M.Kes., M.M., D.C.N., DABRM, FISN.(Instagram/@jonny_ginjal_rspad) Sejak tahun 2015, Brigjen Jonny juga mengabdikan dirinya sebagai Dosen Pendidik Klinis di RSPAD Gatot Soebroto. Ini merupakan Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Peran tersebut mempertemukan pelayanan pasien dengan pendidikan calon dokter dan tenaga kesehatan.
Di RSPAD Gatot Soebroto, perjalanan profesionalnya terus berkembang. Dia pernah menjadi dokter konsultan Ginjal Hipertensi, Kepala Sub SMF Ginjal Hipertensi, Kepala Departemen Penyakit Dalam, hingga Direktur Pengembangan dan Riset. Sejak 15 Agustus 2025, dia dipercaya menjabat Ketua Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto.
Di lingkungan pendidikan pertahanan, Brigjen TNI Jonny juga pernah dipercaya sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan. Sejak 2024, dia aktif sebagai dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Indonesia.
4. Produktivitas riset hingga 52 publikasi ilmiah dan 13 penelitian klinis

Brigjen TNI Dr. Dr. dr. Jonny, Sp. PD-KGH., M.Kes., M.M., D.C.N., DABRM, FISN.(Instagram/@jonny_ginjal_rspad) Berbagai penelitian dilakukan Jonny berkaitan dengan penyakit ginjal, dialisis, hipertensi, terapi sel, imunoterapi, hingga pengembangan pendekatan regeneratif. Dia memiliki 52 publikasi ilmiah yang tercatat serta 13 penelitian klinis atau ilmiah.
Sejumlah karya ilmiahnya juga terbit dalam jurnal internasional, antara lain mengenai Acute Kidney Injury, terapi pengganti ginjal, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis, terapi sel dendritik, penyakit ginjal diabetik, hingga hemoadsorption yang dikombinasikan dengan hemodialisis.
5. Pengalaman internasional dan penghargaan

Brigjen TNI Dr. Dr. dr. Jonny, Sp. PD-KGH., M.Kes., M.M., D.C.N., DABRM, FISN. Pada 2022, Brigjen TNI Jonny mengikuti Kursus Penanganan Bencana HELP (Health Emergency in Large Population) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat di Hawaii, Amerika Serikat.
Pada 2024, Jonny mengikuti Medical Strategic Leadership Program di US Army Medical Center of Excellence, San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai kepemimpinan strategis dalam pelayanan kesehatan militer.
Atas berbagai pengabdiannya itulah, sejumlah tanda kehormatan telah diterima Jonny. Di antaranya Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















