Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proyek Flyover Bulak Kapal Dipercepat Pasca-Kecelakaan Maut KRL
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Presiden Prabowo mengunjungi korban kecelakaan kereta di Bekasi dan menyetujui percepatan pembangunan Flyover Bulak Kapal sebagai solusi keselamatan di perlintasan tanpa palang pintu.
  • Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut proyek flyover senilai Rp250 miliar ini akan dipercepat berkat bantuan anggaran dari pemerintah pusat setelah sebelumnya direncanakan sejak 2025.
  • Setelah flyover selesai, perlintasan sebidang di Ampera dan Bulak Kapal akan ditutup untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas serta keamanan warga sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana mempercepat proyek pembangunan Flyover Bulak Kapal, usai Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban kecelakaan kereta di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) pagi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan percepatan itu dilakukan setelah Pemkot Bekasi mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat, untuk membangun flyover yang melintasi perlintasan sebidang rel kereta api.

“Jadi percepatan agar mudah-mudahan enam bulan ke depan flyover-nya sudah selesai, perjalanan kereta apinya lebih lancar, lebih aman, warga masyarakatnya itu juga lebih tenang,” kata Tri, Selasa.

1. Sudah direncanakan sejak 2025

Ilustrasi flyover. (Istimewa)

Tri menjelaskan proyek pembangunan flyover Bulak Kapal telah direncanakan sejak 2025. Pembangunan flyover juga merupakan kerja sama antara Pemkot Bekasi dan Pemprov Jawa Barat.

Tri menjelaskan, Pemkot Bekasi menggelontorkan anggaran Rp106 miliar untuk pembebasan lahan. Sementara, Pemprov Jabar baru mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar di 2026 untuk pembangunan flyover.

Adapun, pembangunan flyover tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp250 miliar, sehingga masih ada kekurangan anggaran Rp230 miliar.

“Alhamdulillah Bapak Presiden tadi pagi datang ke RSUD melihat dan ber-statement, ‘Oke nanti dari bantuan Bapak Presiden akan percepatan’,” kata Tri.

2. Perlintasan sebidang akan ditutup

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri juga menyampaikan, nantinya perlintasan sebidang di wilayah Ampera yang berdekatan dengan Bulak Kapal akan ditutup, jika flyover sudah rampung dibangun.

“Kalau misalnya itu dibangun, ini akan dua pintu langsung ditutup nih, yang di Ampera sama yang di Bulak Kapal. Jadi cukup satu flyover,” jelas Tri.

3. Prabowo bantu pembangunan flyover di Bekasi

Presiden Prabowo Subianto datangi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk sejumlah korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, masih ada 1.800 pelintasan kereta api (KA) di Jawa tanpa palang pintu. Hal itu disampaikan Prabowo usia menjenguk korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di RSUD Bekasi.

Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Kecelakaan bermula saat KRL menabrak taksi yang melewati pelintasan rel kereta api tanpa palang pintu. Mulanya, Prabowo menyampaikan setuju usulan Pemkot Bekasi untuk membangun flyover di pelintasan kereta api.

"Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan lintasan kereta api banyak yang tidak dijaga. Kita sudah akan atasi pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya,dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak dan saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," ujar Prabowo, Selasa (28/4/2026).

Editorial Team