Puncak musim kemarau pada 2019 di Indonesia diperkirakan terjadi pada Juli hingga September, dengan komposisi puncak musim kemarau di 44 ZOM (Zona Musim) terjadi pada Juli, 233 ZOM pada Agustus, dan 51 ZOM pada September. ZOM (Zona Musim) adalah penyebutan untuk daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan.
Berdasarkan kajian studi latar belakang RPJMN Bidang Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas 2018, ketersediaan air di Pulau Jawa hanya mencapai 100 juta m3. Sementara itu, kebutuhannya mencapai 120 juta m3. Pada 2020, diperkirakan sebagian besar wilayah Pulau Jawa berada pada zona kuning atau kritis.
Dari tahun ke tahun, perubahan iklim menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Salah satunya ialah ancaman kekeringan dan kelangkaan air bersih bagi umat manusia. Pada 2025, sekitar 2,7 miliar orang atau sekitar sepertiga populasi dunia akan menghadapi kekurangan air dalam tingkat yang parah (Dinar, A-1998). Khusus Pulau Jawa, diperkirakan mengalami defisit air sepanjang tahun (12 bulan) pada 2025. Lalu pada 2050 diperkirakan 2/3 penduduk bumi akan mengalami kekurangan air.
Berdasarkan kondisi itu, Imam pun mengajak masyarakat Indonesia untuk langsung beraksi dengan kondisi yang ada. “Kami mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuannya melalui aksi-aksi nyata untuk saudara-saudara kita di bit.ly/DermawanAtasiKekeringan. Satu hal, bahwa sesungguhnya apa yang kita keluarkan sebenarnya untuk diri kita. Apabila kita memberikan kebaikan, sebuah kebaikan itu akan kembali ke diri kita termasuk keburukan. Alam semesta itu tergantung respons kita. Sejatinya, kita adalah seberapa besar kita melakukan untuk orang lain, itulah yang memaknai seberapa hebat hati kita. Mari kita atasi kekeringan yang mematikan ini dengan menjadi dermawan. Dermawan, mari atasi kekeringan,” ajak Imam.