Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gerindra Balas Rapor CELIOS: Prabowo Bukan untuk Menyenangkan Pengamat
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menyesalkan petugas halangi Ombudsman saat sidang Lapas Cibinong. (Dok. DPR).
  • Sugiat Santoso menyebut rilis CELIOS dan Kabinet Bayangan sebagai tuduhan tanpa bukti terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

  • Gerindra menegaskan demokrasi tetap terbuka, kritik konstruktif diterima, dan penegakan hukum dilakukan secara adil.

  • Survei CELIOS memberi nilai rendah kepada kinerja kabinet, Prabowo, dan Gibran berdasarkan penilaian ahli serta masyarakat umum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
15 September hingga 9 Oktober 2026

CELIOS mengumpulkan data survei dari responden ahli dan masyarakat umum.

Memasuki Oktober 2026

Kinerja Kabinet Merah Putih mendapat rapor merah dalam laporan Kabinet Bayangan bersama CELIOS.

Minggu (11/10/2026)

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menyampaikan hasil riset secara daring.

Rabu (14/10/2026)

Sugiat Santoso menyampaikan tanggapan terhadap rilis CELIOS dan Kabinet Bayangan kepada wartawan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sugiat Santoso menyebut rilis dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran oleh CELIOS dan Kabinet Bayangan sebagai tuduhan tanpa bukti.
  • Who?
    Sugiat Santoso, Juru Bicara Partai Gerindra dan Wakil Ketua Komisi XIII DPR, menyampaikan tanggapan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan kepada wartawan; lokasi penyampaian masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • When?
    Rabu (14/10/2026), dalam periode dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Why?
    Sugiat menilai hasil survei dan rapor Kabinet Bayangan mengabaikan kerja pemerintah serta mendramatisasi proses transisi ekonomi.
  • How?
    Sugiat menyampaikan bantahan terkait penilaian kinerja, kebebasan sipil, survei publik, dan reshuffle melalui pernyataan kepada wartawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sugiat dari Partai Gerindra tidak setuju dengan rapor yang dibuat CELIOS dan Kabinet Bayangan untuk Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Ia bilang pemerintah masih mau menerima kritik dan demokrasi tetap terbuka. Survei itu memberi nilai rendah untuk pemerintah, Prabowo, dan Gibran setelah dua tahun bekerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perbedaan pandangan antara Gerindra dan CELIOS memperlihatkan adanya ruang bagi kritik serta tanggapan publik terhadap kinerja pemerintahan. Sugiat menyatakan pemerintah menerima kritik konstruktif dari masyarakat sipil, sementara data survei menghadirkan penilaian dari kelompok ahli dan masyarakat umum sebagai bagian dari wacana publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut, rilis dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan Kabinet Bayangan merupakan tuduhan tanpa bukti.

Sugiat menyampaikan, menjadikan hasil survei dan rapor buatan 'Kabinet Bayangan' sebagai alat ukur utama merupakan bentuk pengalihan kerja keras pemerintah yang setiap hari turun langsung menyelesaikan masalah dasar rakyat. Ia pun menegaskan, Prabowo dipilih rakyat bukan untuk menyenangkan para pengamat.

"Presiden Prabowo tidak dipilih oleh rakyat untuk menyenangkan para pengamat melainkan untuk mengeksekusi perubahan nyata yang berdampak langsung untuk kesejahteraan rakyat," kata Sugiat kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

1. Tegaskan demokrasi di era Prabowo terbuka

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso (Dok. IDN Times)

Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu menambahkan, menuding pemerintah membatasi kebebasan sipil justru mengabaikan fakta bahwa demokrasi di era Prabowo-Gibran tetap berjalan terbuka. Ia memastikan, pemerintah tetap menerima kritik konstruktif dari masyarakat sipil.

Selain itu, ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam penegakan hukum yang dilakukan secara adil tanpa pandang bulu terhadap pelanggar hukum.

"Jika memang pemerintahan ini otoriter tidak mungkin rilis CELIOS ini bisa beredar dalam wacana publik kita," ujar dia.

2. Gerindra sebut survei CELIOS berlebihan soal mayoritas publik stres

Prabowo-Gibran 2024 (instagram.com/gibran_rakabuming/)

Dalam survei CELIOS, sebanyak mayoritas publik mengaku stres dengan kebijakan pemerintah. Sugiat mengatakan, survei tersebut merupakan klaim berlebihan yang mendramatisasi proses transisi ekonomi demi menciptakan kepanikan di tengah masyarakat.

Dia menegaskan, penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi yang ditempuh pemerintah semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan fondasi keuangan jangka panjang negara.

"Menyebut 75 persen responden merasa stres dengan kebijakan pemerintah adalah klaim berlebihan yang mendramatisasi proses transisi ekonomi demi menciptakan kepanikan di tengah masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut, Sugiat turut menanggapi kritik yang disampaikan CELIOS dan Kabinet Bayangan terhadap postur Kabinet Merah Putih. Menurut dia, reshuffle merupakan hak prerogatif kepala negara dalam memastikan mesin pemerintahan berjalan efektif.

"Evaluasi dan penataan ulang pejabat yang dilakukan Presiden Prabowo murni didasarkan pada kebutuhan untuk mempercepat target pembangunan nasional, bukan karena tekanan pihak luar," ungkapnya.

3. CELIOS beri nilai dua tahun Prabowo-Gibran 4,7

Prabowo-Gibran di Indonesia Arena GBK jelang pendaftaran ke KPU pada Rabu (25/10/2023). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai sejumlah catatan kritis. Memasuki Oktober 2026, kinerja Kabinet Merah Putih mendapat rapor merah dalam laporan yang disusun Kabinet Bayangan bersama Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Dalam Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran, pemerintahan Prabowo-Gibran memperoleh nilai akhir 4,7. Sejumlah persoalan menjadi sorotan, mulai dari pelaksanaan program prioritas, tata kelola pemerintahan, hingga kepemimpinan dan komunikasi publik.

"Penilaian kinerja 2 tahun kabinet Prabowo-Gibran. Penilaian kinerja kabinet; masyarakat umum sebesar 4,7 dari 10 dan berdasarkan Ahli 2,9 dari 10," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira saat  hasil riset secara daring, Minggu (11/10/2026).

Kabinet Bayangan dan Celios juga memotret kinerja Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun pemerintahannya. Presiden Prabowo mendapat skor 2,8/10 dari para ahli. Sedangkan penilaian masyarakat umum mencapai 4,6/10.

Sementara iti, Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka hanya mendapat skor di bawah lima selama 2 tahun pemerintahan. Hal itu terpotret dari riset dan survei yang dilakukan oleh Celios dan KabinetBayangan.id.

"Untuk Gibran, ahli bilang 2,2 dari 10. Sementara untuk masyarakat umum menilai kinerja dari Wakil Presiden Gibran itu 4,9 dari 10," kata dia.

Dalam survei ini, ada dua kelompok responden yang diambil datanya. Mereka terdiri dari kelompok ahli dan masyarakat umum. Bhima menyebut, kinerja Prabowo selama dua tahun juga mendapat skor rendah, hanya sekitar 2,8 dari 10.

"Kemudian untuk masyarakat umum ditanya, pertanyaan yang sama, apakah ya, bagaimana Anda menilai kinerja Presiden Prabowo dalam menjalankan fungsinya sebagai kepala negara, itu nilainya 4,6 dari 10. Tetap ya di bawah angka 5," ungkap Bhima.

"Jadi keduanya sama-sama skornya sebenarnya di bawah angka 5, gitu," imbuh Bhima.

Diketahui, survei tersebut melibatkan 129 responden ahli dengan berbagai latar belakang hingga wilayah domisili, serta pengalaman profesional yang beragam. Survei tersebut juga melibatkan 1.142 responden yang tersebar di berbagai provinsi.

Adapun, pengumpulan data dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei terhadap masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads. Sedangkan responden ahli snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian yang relevan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article