Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rocky Gerung Minta Penguatan Polwan sebagai Negosiator Mitigasi Konflik
Pendiri Tumbuh Institute Rocky Gerung dalam ceramah pembekalan Bintara Polri Angkatan 59 Batalyon Raksita Zena Pradnya (Dok. Polri)
  • Rocky Gerung mendorong pendidikan Polwan mencakup negosiasi, pemahaman sosial, budaya, perlindungan manusia, dan lingkungan.
  • Tantangan kepolisian disebut meliputi konflik sosial, tekanan ekonomi, lingkungan, politik, serta kerentanan masyarakat.
  • Veronika Tan menekankan ruang perempuan, penguatan kompetensi, dan pengarusutamaan gender di lingkungan kepolisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih diperkuat dalam pendidikan Polwan?
Vote Now
Rabu (16/9/2026)

Rocky Gerung menyampaikan gagasan ‘kurikulum peradaban’ untuk pendidikan Polwan dalam keterangan tertulisnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih diperkuat dalam pendidikan Polwan?
Vote Now
  • What?
    Rocky Gerung mendorong pengembangan pendidikan Polwan melalui konsep ‘kurikulum peradaban’.
  • Who?
    Pendiri Tumbuh Institute Rocky Gerung dan Wakil Menteri PPPA Veronika Tan.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Rabu (16/9/2026).
  • Why?
    Tantangan kepolisian dinilai mencakup konflik sosial, tekanan ekonomi, persoalan lingkungan, ketegangan politik, dan kerentanan masyarakat.
  • How?
    Melalui penguatan negosiasi, pemahaman sosial dan budaya, perlindungan manusia, kepedulian lingkungan, serta pengarusutamaan gender.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih diperkuat dalam pendidikan Polwan?
Vote Now

Rocky Gerung bilang Polwan perlu belajar lebih banyak tentang cara berbicara dan memahami orang. Polwan tidak hanya memakai aturan hukum, tetapi juga perlu mengerti masalah sosial, budaya, dan lingkungan. Veronika Tan juga ingin perempuan punya lebih banyak ruang dan kemampuan di kepolisian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih diperkuat dalam pendidikan Polwan?
Vote Now

Penguatan pendidikan Polwan membuka ruang bagi kemampuan negosiasi, pemahaman sosial, dan sensitivitas terhadap kelompok rentan untuk menjadi bagian dari kompetensi kepolisian. Gagasan ini juga menempatkan perlindungan manusia, kebudayaan, dan lingkungan dalam cakupan pendidikan, sejalan dengan dorongan untuk memperluas peran perempuan serta pengarusutamaan gender di kepolisian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih diperkuat dalam pendidikan Polwan?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Pendiri Tumbuh Institute Rocky Gerung mendorong pengembangan pendidikan Polisi Wanita (Polwan) agar tidak hanya berorientasi pada kemampuan penegakan hukum, tetapi juga memperkuat kompetensi negosiasi, pemahaman sosial, budaya, perlindungan manusia, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Gagasan tersebut dirangkum dalam konsep ‘kurikulum peradaban’ untuk menjawab kompleksitas persoalan masyarakat.

“Kurikulum Polwan haruslah menjadi kurikulum peradaban, justru ketika ‘ibu bumi’ disengsarakan oleh keserakahan kita,” kata Rocky dalam ceramah pembekalan Bintara Polri Angkatan 59 Batalyon Raksita Zena Pradnya, Rabu (16/9/2026).

1. Polisi tidak hanya berhadapan dengan kriminalitas

Pendiri Tumbuh Institute Rocky Gerung dalam ceramah pembekalan Bintara Polri Angkatan 59 Batalyon Raksita Zena Pradnya (Dok. Polri)

Rocky memandang tantangan yang dihadapi kepolisian semakin luas. Polisi tidak hanya berhadapan dengan kriminalitas, tetapi juga konflik sosial, tekanan ekonomi, persoalan lingkungan, ketegangan politik, serta berbagai bentuk kerentanan masyarakat.

Karena itu, pendidikan Polwan dinilai perlu berkembang mengikuti perubahan persoalan sosial. Kompetensi kepolisian tidak cukup hanya dibangun melalui kemampuan menggunakan kewenangan, tetapi juga perlu mencakup pemahaman terhadap manusia dan kondisi yang melatarbelakangi munculnya konflik.

Rocky menempatkan Polwan sebagai perempuan yang menjalankan profesi kepolisian dengan fungsi perlindungan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Polwan adalah perempuan yang berprofesi sebagai negosiator publik, justru karena watak ‘ethics of care’ itu,” ujar Rocky.

2. Polisi juga perlu memahami psikologi masyarakat

Polwan yang membentangkan spanduk dengan tulisan 'selamat datang pejuang aspirasi'. (IDN Times/Santi Dewi)

Kemampuan negosiasi dinilai penting karena ketertiban tidak selalu harus dibangun melalui pendekatan kekuasaan. Polisi juga perlu memahami psikologi masyarakat, menghormati budaya setempat, serta membaca persoalan sosial yang menjadi sumber ketegangan.

Rocky mencontohkan demonstrasi sebagai salah satu situasi yang membutuhkan kemampuan tersebut. Demonstran tidak semata-mata ditempatkan sebagai pihak yang mengganggu ketertiban, tetapi juga sebagai warga yang membawa tuntutan.

“Pendemo harus diperlakukan sebagai ‘pencari keadilan’. Ketertiban harus berasal dari keahlian negosiasi,” tutur Rocky.

Dalam kerangka pendidikan Polwan kata dia, kemampuan membaca situasi sosial menjadi penting karena konflik dapat dipicu berbagai persoalan. Tekanan ekonomi, lingkungan, politik, kelas sosial, etnis, ras, maupun agama dapat saling berkaitan dan berkembang menjadi ketegangan.

Rocky juga menyinggung posisi perempuan dalam situasi krisis. Memburuknya ekonomi keluarga dapat memengaruhi kebutuhan rumah tangga dan meningkatkan kerentanan perempuan, termasuk terhadap kekerasan domestik.

Kondisi tersebut dinilai memperlihatkan pentingnya kemampuan kepolisian memahami dimensi manusia dalam setiap persoalan. Kompetensi Polwan karena itu tidak hanya berkaitan dengan prosedur hukum, tetapi juga sensitivitas terhadap kelompok rentan dan kemampuan membangun pendekatan sosial.

Penguatan kapasitas perempuan di lingkungan kepolisian juga sejalan dengan pandangan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronika mengenai pentingnya membuka lebih banyak ruang bagi perempuan, meningkatkan kompetensi, serta mengarusutamakan isu gender di lingkungan kepolisian.

Rocky menempatkan gagasan ‘kurikulum peradaban’ dalam cakupan perlindungan terhadap manusia, kebudayaan, dan lingkungan.

“Melindungi dan peduli, pada manusia, kultur dan alam,” kata Rocky.

3. Wamen PPPA menekankan perlunya membuka lebih banyak ruang bagi perempuan

Polwan bagikan roti di tengah demo Ojol di depan gedung DPR RI. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronika Tan menekankan perlunya membuka lebih banyak ruang bagi perempuan sekaligus memperkuat kompetensi mereka agar dapat mengambil peran lebih luas di institusi kepolisian.

“Penguatan tersebut juga perlu berjalan bersama pengarusutamaan gender di lingkungan kepolisian. Pendekatan ini diarahkan agar perspektif gender tidak ditempatkan sebagai isu yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, serta pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Veronika.

Pilih kompetensi Polwan yang perlu diperkuat

Mana yang perlu lebih diperkuat dalam pendidikan Polwan?

See More
Negosiasi dan pendekatan sosial
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Kemampuan penegakan hukum

Curated For You

Editorial Team

Related Article