Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Kucurkan Subsidi Pengasuhan Anak, Perluas Jasa Penitipan

4 min read
China Kucurkan Subsidi Pengasuhan Anak, Perluas Jasa Penitipan
bendera China (pexels.com/Hao Liang)
  • China memperluas penitipan anak terjangkau dan subsidi pengasuhan untuk menekan biaya kelahiran, pengasuhan, serta pendidikan anak.
  • Sejak 2025, subsidi bebas pajak 3.600 yuan per tahun bagi anak di bawah tiga tahun dan pembebasan biaya taman kanak-kanak telah menjangkau puluhan juta penerima.
  • Dalam rencana 2026–2030, China menargetkan stabilitas kelahiran melalui dukungan kesehatan, fasilitas penitipan, dan perlindungan persalinan, meski populasi menurun empat tahun berturut-turut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China mengambil langkah lanjutan untuk mendukung pengasuhan anak dengan memperluas akses penitipan anak yang terjangkau demi membangun masyarakat ramah kesuburan. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kepala Komisi Kesehatan Nasional China, Lei Haichao, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (14/9/2026) waktu setempat.

Langkah terpadu ini diarahkan untuk menekan biaya yang ditanggung keluarga dalam melahirkan, membesarkan, hingga mendidik anak. Melalui integrasi fasilitas taman kanak-kanak serta tempat penitipan, pemerintah berupaya memastikan warga dapat menjangkau layanan yang dekat dari rumah maupun tempat kerja.

  1. 1. Subsidi tunai dan pembebasan biaya pendidikan

    ilustrasi taman kanak-kanak
    ilustrasi taman kanak-kanak (unsplash.com/BBC Creative)

    Dilansir Xinhua, China memperkenalkan program subsidi pengasuhan anak nasional pada 2025. Program ini memberikan subsidi tahunan bebas pajak sebesar 3.600 yuan atau setara Rp9.47 juta (kurs Rp2.631) untuk setiap anak di bawah usia tiga tahun. Selain subsidi tunai, pemerintah mulai membebaskan biaya penitipan dan pendidikan untuk tahun terakhir jenjang taman kanak-kanak sejak semester musim gugur 2025.

    Hingga Agustus 2026, lebih dari 25 juta bayi dan balita telah menerima subsidi pengasuhan anak untuk tahun berjalan. Pada saat yang sama, sekitar 24 juta anak di taman kanak-kanak telah merasakan manfaat pembebasan biaya pendidikan. Dilansir China Daily, lebih dari 30 juta keluarga secara keseluruhan telah memperoleh manfaat dari kebijakan subsidi fertilitas yang dirilis tahun lalu.

    China juga telah mengembangkan sistem pendukung persalinan siklus penuh yang mencakup masa sebelum hamil, kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak. Skema ini mencakup tunjangan persalinan, subsidi pengasuhan, penggantian asuransi medis, serta penyediaan layanan penitipan anak yang terjangkau. Saat ini, sebanyak 260 juta orang telah terlindungi asuransi persalinan dengan perluasan kepesertaan bagi pekerja fleksibel di berbagai wilayah.

  2. 2. Perluasan fasilitas penitipan dan layanan kesehatan

    ilustrasi ibu dan anak
    ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Sarah Chai)

    Komisi Kesehatan Nasional China terus berupaya memperluas jangkauan layanan penitipan anak usia dini di berbagai daerah. Pemerintah turut mendukung komunitas lingkungan dan tempat kerja untuk mendirikan fasilitas penitipan anak. Langkah ini diambil agar orang tua dapat menitipkan anak mereka di lokasi yang mudah diakses dengan harga yang relatif terjangkau.

    Akses terhadap layanan kesehatan anak di fasilitas medis tingkat dasar turut ditingkatkan secara terencana. Hingga akhir tahun ini, sebanyak 1.000 institusi medis dan kesehatan tingkat komunitas tambahan ditargetkan mampu menyediakan perawatan pediatrik dibandingkan tahun 2025. Selain itu, lebih dari 3.000 dokter spesialis anak telah ditugaskan dari rumah sakit tingkat atas ke fasilitas kesehatan akar rumput.

    Sebanyak 12.562 klinik perawatan kehamilan dini juga telah dibangun dan menjangkau hampir seluruh wilayah setingkat kabupaten. Para perempuan hamil dapat mengunjungi klinik-klinik ini untuk mendapatkan layanan konseling sejak tahap awal kehamilan. Fasilitas tersebut bertugas membantu mendeteksi risiko keguguran agar langkah pencegahan dapat segera dilakukan oleh tenaga medis.

  3. 3. Tren demografi dan ketahanan jumlah populasi

    ilustrasi warga China
    ilustrasi warga China (unsplash.com/Chengrui Lin)

    Pembangunan masyarakat ramah kelahiran menjadi fokus utama dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China untuk periode 2026 hingga 2030. Kerangka kebijakan ini ditujukan untuk menstabilkan angka kelahiran baru dan menjaga keseimbangan perkembangan populasi jangka panjang. Dari segi indikator kesehatan, tingkat kematian ibu melahirkan di China pada 2025 turun menjadi 13,4 per 100.000 kelahiran hidup, sementara tingkat kematian bayi berada di angka 3,8 per 1.000 kelahiran hidup.

    Meskipun total populasi China tercatat mengalami penurunan selama empat tahun berturut-turut, pejabat kesehatan menegaskan kondisi demografi negara masih sangat kuat. "Populasi China saat ini mencapai 1,405 miliar jiwa, dan aspek fundamental China sebagai negara berpenduduk besar tetap tidak berubah," ujar Lei dalam konferensi pers yang dilaporkan Xinhua. Dia menambahkan bahwa meski mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, angka kelahiran baru di China tetap bertahan di kisaran 8 juta anak per tahun.

    Pasokan tenaga kerja berketerampilan tinggi di China juga terus bertambah dengan masuknya lebih dari 10 juta mahasiswa baru ke perguruan tinggi setiap tahun. Lei menyatakan bahwa skala kelahiran tersebut membuat China tetap memiliki ketahanan angkatan kerja yang memadai dibandingkan negara lain. "Dibandingkan dengan negara maju dan berkembang lainnya, jumlah negara dengan tingkat kelahiran seperti ini masih sangat sedikit, sehingga China masih akan memiliki tenaga kerja yang relatif memadai di masa depan," kata dia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More