Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rocky Sebut Tubuh Prabowo Ada 2 Psikologi: Komandan Kopassus-Pemimpin Dunia
Rocky Gerung dalam podcast bersama IDN Times (Youtube/idntimes)
  • Rocky Gerung menilai Presiden Prabowo memiliki dua sisi psikologi, yakni sebagai mantan Komandan Kopassus dan sebagai pemimpin dunia yang kini dikenal di kancah internasional.
  • Ia menyebut para pemimpin dunia melihat Prabowo sebagai figur demokratis, sementara kabinet dalam negeri masih memandangnya dengan pola pikir militeristik.
  • Perbedaan persepsi itu menciptakan dual psychology pada Prabowo, antara keinginan tampil sebagai pemimpin demokratis dan lingkungan yang tetap menganggapnya sosok militer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengamat politik Rocky Gerung menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki dua sisi psikologi, yaitu sebagai mantan Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dan sebagai pemimpin dunia. Menurutnya, persepsi tersebut muncul karena para pemimpin dunia telah melihat Prabowo sebagai sosok pemimpin global, sementara kabinet di dalam negeri masih menganggapnya sebagai figur militer. 

"Jadi di dalam tubuh presiden ada dua psikologi. Psikologi sebagai komandan Kopassus, psikologi sebagai pemimpin dunia," kata Rocky Gerung dalam program Real Talk with Uni Lubis by IDN Times, Rabu (24/06/2026).


1. Perbedaan cara pandang pemimpin dunia dan kabinet dalam negeri

Rocky Gerung dalam podcast bersama IDN Times (Youtube/idntimes)

Rocky mengatakan para pemimpin dunia tidak ada yang memandang Prabowo sebagai Kopassus, karena Prabowo sudah masuk dalam demokrasi. Terlebih lagi, Prabowo juga memiliki partai politik sendiri, yaitu Partai Gerindra.

"Waktu dia di luar negeri, gak ada rekan pemimpin dunia yang menganggap dia Kopassus, karena dia udah masuk ke dalam demokrasi, dia bikin partai," ujarnya. 

Namun, Rocky melanjutkan, para kabinet di dalam negeri justru masih menganggap Prabowo sebagai komandan Kopassus. Ia menilai cara berpikir seperti ini adalah cara berpikir yang ‘ngaco’.

"Justru dalam negeri kabinet masih menganggap Prabowo itu komandan Kopassus, kan ngaco, kan," ujarnya. 

2. Rocky soroti Prabowo yang kembali ke prinsip military efficiency

Rocky Gerung dalam podcast bersama IDN Times (Youtube/idntimes)

Menurut Rocky, Prabowo merasa perlu menyesuaikan diri dengan cara pandang tersebut, dan kembali ke dalam prinsip militer yang mengedepankan prinsip efisiensi melalui komando tunggal. 

“Lama-lama ya Prabowo merasa, oke, demi di dalam Kopassus ada prinsip military efficiency itu, semuanya dibikin efisien berdasarkan komando tunggal,” kata dia. 

Padahal, kata Rocky, Prabowo telah lama meninggalkan kehidupan militernya dan memilih terjun ke dunia politik demokratis. Tetapi dia memakai prinsip-prinsip militer. 

“Padahal Prabowo adalah pemimpin partai yang meninggalkan seluruh kemewahan militernya, dia itu bahkan pernah dihukum, lalu masuk dalam politik demokratis,” ucap dia.


3. Perbedaan cara berpikir timbulkan dual psychology

Rocky Gerung dalam podcast bersama IDN Times (Youtube/idntimes)

Menurut Rocky cara berpikir orang-orang yang masih menganggap Prabowo sebagai komandan Kopassus, dan keinginan Prabowo yang ingin dianggap sebagai orang demokratis, menimbulkan dual psychology.

“Nah, lingkungannya itu masih mengelukan dia sebagai komandan Kopassus. Kan ngaco cara berpikirnya, tuh. Jadi timbul semacam dual psychology. Itu gua mau jadi orang demokratis, tapi lingkungan gua anggap gua sebagai militeristik,” pungkas Rocky Gerung.



Editorial Team

Related Article