Makkah, IDN Times - Usai wukuf, jemaah haji Indonesia meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah, untuk menginap (mabid) dan mengambil batu kerikil buat prosesi lempar jumrah di Mina.
Selama di Mina, jemaah akan melontar Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah, dilanjutkan Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari-hari Tasyrik.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melihat pelaksanaan wukuf di Arafah secara umum berjalan baik dan lancar. Namun, kondisi di Mina jauh lebih berat dibanding di Arafah. Sebab, jemaah akan tinggal lebih lama di tenda Mina. Selain itu, jika di Arafah jemaah hanya diam, di Mina ada aktivitas lontar jumrah.
Karena itu, Menag Yaqut meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menerapkan skema perlindungan, pelayanan, dan pembinaan dengan menyesuaikan kondisi fisik jemaah, agar mereka tidak memaksakan.
"Jadi yang benar-benar mungkin saja yang boleh lontar jumrah sendiri dan boleh tawaf ifadah sendiri. Lainnya, jemaah yang secara fisik tidak memungkinkan, saya minta lontar jumrahnya dibadalkan," tegas Menag di Arafah sebelum berangkat ke Muzdalifah, Selasa (27/6/2023) malam.
