Jakarta, IDN Times - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menilai legitimasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai melemah di tengah kemarahan masyarakat. Ia menyebut, jika pemilu digelar hari ini, masyarakat tidak akan kembali memilih pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Penilaian tersebut disampaikan Saiful saat menyoroti kondisi demokrasi dan respons masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo. Menurut dia, kemarahan publik saat ini meluas dari Aceh hingga Papua.
"Saya meng-update legitimasi itu dengan cara saya, hanya sama orang dari Aceh sampai Papua. Sekarang, kalau ditanya sekarang, hampir bisa dikatakan sudah minus legitimasi itu dan umumnya rakyat sudah marah, tentu saja ada yang tidak marah, tapi umumnya rakyat sudah marah, dari Aceh sampai Papua," ujar Saiful.
Ia mengaku khawatir kemarahan masyarakat berujung pada persoalan yang lebih besar, termasuk munculnya opini mengenai kemungkinan Indonesia bubar. Karena itu, ia meminta pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat dan mencari jalan keluar atas persoalan yang berkembang.
"Saya takut opini-opini yang berkembang di daerah betul-betul terjadi, Indonesia bubar, itu yang paling saya takut. Oleh karena itu, saya tidak memberikan resep apa yang dianjurkan oleh pemerintah, oleh Prabowo, berpikirlah sendiri, dia sudah dikasih apa, keleluasaan, dan sudah dikasih wewenang untuk menjalankan pemerintah ini. Tapi sudah sejauh ini masyarakat marah dari Aceh sampai Papua," kata dia.
