Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menag Sebut Kerukunan Beragama di Jakarta Tertinggi Sejak RI Merdeka

2 min read
Menag Sebut Kerukunan Beragama di Jakarta Tertinggi Sejak RI Merdeka
Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Menag Nasaruddin Umar menyebut kerukunan umat beragama di Indonesia mencapai 78 persen, capaian tertinggi sejak Indonesia merdeka.

  • Jakarta disebut menempati posisi kedua setelah Singapura dalam pemeringkatan kota dengan tingkat kerukunan tinggi.

  • Kemenag juga membenahi tata kelola melalui keterbukaan informasi, digitalisasi layanan, integrasi penggajian, dan penguatan integritas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyebut tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia mencapai 78 persen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam paparannya bertajuk "2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat". Ia mengatakan capaian tersebut menunjukkan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia selama pemerintahan Prabowo.

"Berarti angka kerukunan umat beragama tertinggi semenjak semenjak Indonesia ini ada dan saya juga mendapatkan informasi dari Bapak Gubernur DKI Jakarta ya, terima kasih katanya karena alhamdulillah selama ini kita tidak pernah mendapatkan prestasi seperti itu," ujar Nasaruddin di Kemenag, Jakarta, Senin (19/10/2026).

  1. 1. Jakarta berada di posisi kedua setelah Singapura

    Menag Sebut Kerukunan Beragama di Jakarta Tertinggi Sejak RI Merdeka
    Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Nasaruddin juga menyampaikan informasi mengenai posisi Jakarta dalam pemeringkatan kerukunan, yang disebutnya berasal dari penyiaran internasional. Ia mengatakan, ibu kota Indonesia menempati posisi kedua setelah Singapura sebagai kota yang dinilai memiliki tingkat kerukunan tinggi.

    "Sekarang ibu kota negara paling rukun di di sekian dunia dalam penyiaran internasional adalah DKI Jakarta berada pada urutan kedua sesudah Singapura," ucap dia.

  2. 2. Jakarta disebut lebih besar dari Singapura

    Menag Sebut Kerukunan Beragama di Jakarta Tertinggi Sejak RI Merdeka
    Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Nasaruddin mengatakan, posisi tersebut menjadi pencapaian tersendiri mengingat Jakarta merupakan ibu kota dengan skala wilayah dan jumlah penduduk yang besar, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

    "Jadi Singapura itu kan sebetulnya negaranya sangat kecil, tapi kita berada pada urutan kedua negara paling rukun itu juga satu prestasi tersendiri karena kita ibu kota yang paling besar, terutama di Asia Tenggara ini," kata dia.

  3. 3. Kemenag beberkan upaya pembenahan tata kelola di Kemenag

    Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Selain kerukunan umat beragama, Nasaruddin memaparkan sejumlah upaya pembenahan tata kelola di Kementerian Agama. Menurut dia, keterbukaan informasi, manajemen talenta, digitalisasi layanan, serta integrasi sistem penggajian turut memudahkan kementerian dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

    "Keterbukaan informasi, manajemen talenta, digitalisasi layanan, serta integrasi sistem penggajian juga ini jelas sangat memudahkan untuk Kementerian Agama untuk menjalankan fungsinya," ujar dia.

    Nasaruddin menambahkan, integritas menjadi salah satu nilai penting dalam pembenahan pelayanan di lingkungan Kementerian Agama. Ia menegaskan, integritas tidak cukup hanya diterapkan sebagai aturan birokrasi, tetapi juga harus menjadi bagian dari nilai hidup setiap aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    "Integritas tidak hanya menjadi aturan birokrasi, tetapi menjadi nilai hidup dalam pelayanan kami," ucap Nasaruddin.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More