Pengerjaan pelebaran jalan di Sumbar. (dok. Tim Media Satgas PRR)
Pelebaran ruas jalan Simpang Panta–Batas Kota Bukittinggi mencakup jalan sepanjang 1,4 kilometer. Ruas jalan yang berada di Jorong Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, tersebut menjadi akses alternatif setelah jalur utama di kawasan Sungai Landia terdampak banjir bandang dan longsor pada akhir 2025.
Kerusakan di jalur utama membuat kendaraan, termasuk pengangkut bantuan dan logistik, beralih melalui ruas Simpang Panta–Batas Kota Bukittinggi. Kondisi itu membuat ruas yang sebelumnya sudah sempit harus menampung peningkatan volume kendaraan.
Kini jalan yang semula memiliki lebar sekitar 3,5 meter diperlebar menjadi 5 meter, dilengkapi bahu jalan dan saluran drainase. Pekerjaan tersebut menggunakan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan 2026 senilai Rp10,8 miliar dan telah mencapai progres fisik 40 persen per 21 Oktober 2026.
TKD Tambahan adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.
Wali Nagari Koto Panjang, Yunarson, mengatakan ruas tersebut semakin penting setelah jalur utama di Sungai Landia rusak akibat bencana.
"Sebelumnya di Sungai Landia sebagai jalur utama lintas kabupaten jalannya habis dan terban di banyak titik. Akhirnya orang lewat jalan alternatif kemari. Bahkan saat terjadi bencana, di sini orang lewat kalau melansir bantuan, baik ke Palembayan, Matur, atau Maninjau,” kata Yunarson.
Menurut dia, kondisi jalan yang sebelumnya sempit menjadi tantangan ketika harus menampung kendaraan dalam jumlah banyak. Terlebih, ruas tersebut memiliki banyak tikungan. Jalur ini juga dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian, seperti pisang dan sayur-mayur, dari kawasan Koto Panjang menuju sentra pemasaran di Kota Bukittinggi. Pelebaran jalan diharapkan membuat mobilitas kendaraan lebih leluasa dan mendukung kelancaran distribusi komoditas.
Masyarakat setempat turut mendukung pembangunan tersebut. Bahkan, sejumlah warga bersedia menghibahkan sebagian lahan untuk mendukung pelebaran jalan.
"Alhamdulillah masyarakat sangat bersyukur sudah ada pelebaran jalan, bahkan ada warga yang mau menghibahkan tanahnya," ujar Yunarson.