Menurut mereka, pemerintah seolah tidak belajar dari kejadian serupa saat digelar latihan militer dasar bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Total ada lima calon manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal.
Satu ASN Meninggal saat Komcad, Kemhan Segera Evaluasi

- Kemhan akan mengevaluasi pelaksanaan Komcad setelah ASN Kementerian Ekonomi Kreatif berusia 28 tahun meninggal akibat heatstroke saat gladi bersih penutupan di Lanud Halim Perdanakusuma.
- Sebanyak 2.241 ASN menyelesaikan pelatihan Komcad 45 hari gelombang kedua; pemerintah menegaskan program berlandaskan hukum dan tidak menggantikan tugas utama ASN di instansi.
- YLBHI mendesak pengusutan independen atas kematian Vanreko Varkas Bagaskara serta penghentian pelibatan ASN dalam pelatihan dasar militer, dengan menyoroti dugaan kelalaian dan riwayat gejala sebelum kolaps.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan komponen cadangan (komcad). Evaluasi itu dilakukan usai seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Kementerian Ekonomi Kreatif meninggal saat mengikuti gladi bersih penutupan acara tersebut di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
"Itu (seleksi kesehatan) akan menjadi evaluasi untuk melihat mana-mana yang perlu dimantapkan atau diperbaiki," ujar Gabriel di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Selasa (29/9/2026).
Dia mengatakan, seleksi kesehatan bagi semua ASN yang mengikuti program komcad sudah sesuai prosedur. Berdasarkan keterangan dari rumah sakit yang merawat ASN tersebut, cia meninggal akibat terkena heatstroke.
"(Seleksi) kesehatan sudah sesuai prosedur. Tapi, itu tetap akan dijadikan bagian dari evaluasi," kata dia.
Gabriel termasuk salah satu pejabat Kemhan yang hadir dalam upacara penutupan pelatihan Komcad bagi ASN gelombang kedua. Selain Gabriel, turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Namun, Sjafrie enggan mengomentari soal kematian ASN berusia 28 tersebut.
1. Ada 2.241 ASN selesai mengikuti gelombang kedua program komcad

2.241 ASN yang telah selesai mengikuti program komponen cadangan selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi) Pada Selasa (29/9/2026), ada 2.241 ASN yang dinyatakan lolos mengikuti program komponen cadangan selama 45 hari. Dari ribuan ASN itu, sebanyak 1.480 orang merupakan laki-laki. Sedangkan, 761 orang merupakan perempuan. Mereka mulai digembleng mengikuti Komcad pada 24 Agustus 2026.
"Penyumpahan dan penetapan sebagai komponen cadangan ASN Kementerian atau lembaga telah dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026," ujar Gabriel.
Di forum tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian ikut memberikan sambutan. Dia mengatakan, komcad diadakan bagi ASN dengan dasar hukum yang kuat yaitu UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3. Di dalamnya tegas disampaikan setiap warga negara, berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
"Jadi, ini merupakan hak sekaligus kewajiban," ujar Tito.
Dia mengatakan, kerangka hukum Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, komponen cadangan diadakan bukan untuk menggantikan komponen utama.
"Komponen cadangan hanya dilaksanakan sesuai mekanisme mobilisasi yang ditetapkan di dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme itu, saudara serta latsar tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN di instansi masing-masing," kata dia.
Dia mengatakan, ASN memiliki nilai tambah usai digembleng lewat program Komcad, yakni memiliki karakter aparatur yang disiplin, mampu bekerja di bawah tekanan, memahami pentingnya koordinasi dan tetap bertindak berdasarkan hukum sesuai kewenangan yang dimiliki.
2. Mendagri Tito nilai ASN perlu untuk diberi latihan fisik

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) ketika ikut meninjau penutupan Komcad ASN gelombang kedua tahun 2026. (IDN Times/Santi Dewi) Tito juga menyinggung, ASN perlu diberikan latihan fisik. Sebab, latihan tersebut bisa bermanfaat bagi kesehatan. Hal itu berdasarkan konferensi di Amerika Serikat yang berjudul 'The Real Cop Killer' yang diikutinya.
Berdasarkan temuan yang dipaparkan di dalam konferensi itu, polisi di AS banyak yang gugur bukan karena melawan kriminal melainkan lantaran penyakit tidak menular.
"Sebagian besar meninggal karena sakit jantung dan stroke. Penyebab dari penyakit itu ada tiga, pertama makanan yang kurang sehat, kedua kebiasaan merokok dan ketiga yakni lack of mobility atau kurang aktivitas fisik," ujar dia.
Dengan demikian, pembinaan fisik diharapkan tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kedisiplinan dan olahraga.
3. YLBHI desak pengusutan tuntas atas kematian ASN Kementerian Ekonomi Kreatif

ASN berusia 28 tahun yang bekerja di Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara yang meninggal saat ikut komcad. (Tangkapan layar insta story akun medsos Kemenekraf) Sementara, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) desak Presiden Prabowo Subianto untuk menyetop pelibatan ASN dalam pelatihan dasar militer komcad. Selain itu, YLBHI juga meminta agar kematian ASN bernama Vanreko Varkas Bagaskara segera diusut secara tuntas. YLBHI menolak kejadian itu sebagai persoalan medis belaka.
"Kematian almarhum tidak bisa dilepaskan dari kebijakan yang sejak awal bermasalah, baik dari cara peserta direkrut, cara mereka dilatih maupun posisi hukum mereka setelah ditetapkan sebagai komcad," ujar Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, di dalam keterangan Senin (28/9/2026).
Apalagi muncul keterangan dari kerabat Vanreko, beberapa hari sebelum kolaps, mendiang sudah mengalami mimisan dan demam tinggi, tetapi hanya diberi obat penurun demam. Keterangan ini berbeda dengan narasi kolaps mendadak dan harus diuji secara independen.
Berdasarkan keterangan dari penyelenggara, Varenka meninggal akibat mengalami serangan panas (heatstroke) akibat terpapar cuaca dan kelelahan. Dia kolaps ketika digelar gladi penutupan di area taxiway Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Isnur menilai hal itu bisa terjadi karena adanya kelalaian dari negara. Negara yang menentukan kapan para ASN itu berlatih, seberapa berat beban yang dipikul, kapan boleh beristirahat dan dirujuk ke sakit.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















