Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SETARA: Polri Ikut Urus Pangan dan MBG, Jangan Geser Tugas Utama!
Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
  • Hendardi menilai pidato Kapolri di Hari Bhayangkara ke-80 menunjukkan Polri makin fokus pada dukungan program pembangunan seperti ketahanan pangan, energi, dan Makan Bergizi Gratis.
  • SETARA Institute mengingatkan agar keterlibatan Polri dalam agenda pembangunan tidak menggeser mandat utamanya sebagai penegak hukum dan pelindung hak warga negara.
  • Tantangan utama Polri disebut terletak pada penguatan integritas, peningkatan pelayanan publik, serta penyelesaian kasus pelanggaran etik dan penyalahgunaan kekuasaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Juni 2026

Polri telah membangun 1.415 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan di antaranya sudah beroperasi dengan capaian zero accident.

1 Juli 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pidato pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor. Ia memaparkan capaian Polri dalam bidang ketahanan pangan, energi, dan pembangunan SPPG untuk mendukung program MBG.

2 Juli 2026

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pidato Kapolri menunjukkan pergeseran fokus Polri ke arah dukungan pembangunan pemerintah dan mengingatkan agar mandat utama penegakan hukum tidak terabaikan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    SETARA Institute menilai Polri terlalu berfokus pada dukungan terhadap program pembangunan pemerintah seperti ketahanan pangan, energi, dan Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga berpotensi menggeser fungsi utama sebagai penegak hukum.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menanggapi pidato Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
  • Where?
    Pernyataan Hendardi disampaikan di Jakarta, sementara pidato Kapolri berlangsung di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 2 Juli 2026, sehari setelah upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Rabu, 1 Juli 2026.
  • Why?
    SETARA Institute menilai orientasi Polri terhadap agenda pembangunan nasional perlu dijaga agar tidak mengaburkan mandat utama institusi dalam penegakan hukum dan perlindungan hak warga negara.
  • How?
    Kritik muncul setelah Kapolri memaparkan capaian Polri di bidang non-keamanan seperti pembangunan lahan pertanian dan 1.415 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program MBG dalam pidatonya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Polisi katanya sekarang bantu bikin makanan bergizi dan tanam jagung juga. Kapolri bilang sudah banyak tempat buat kasih makan sehat ke orang. Tapi ada Pak Hendardi dari SETARA yang bilang polisi jangan lupa tugas utama, yaitu jaga hukum dan lindungi orang. Sekarang polisi masih lanjut bantu program makan bergizi itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pidato Kapolri pada HUT ke-80 Bhayangkara menampilkan sisi positif dari upaya Polri memperluas kontribusi sosialnya melalui dukungan terhadap program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis. Pembangunan lebih dari 1.400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar hingga wilayah 3T menunjukkan komitmen institusi ini untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan terukur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pidato Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada Hari Bhayangkara ke-80 menunjukkan semakin kuatnya orientasi Polri dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah, terutama di sektor ketahanan pangan, swasembada energi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Hendardi, dukungan program pemerintah hal yang wajar sebagai bentuk sinergi antarlembaga. Namun, dia mengingatkan agar keterlibatan itu tidak mengaburkan mandat utama Polri sebagai institusi penegak hukum.

"SETARA Institute memandang bahwa penekanan Kapolri dalam pidato Hari Bhayangkara ke-80 terhadap isu ketahanan pangan, ketahanan energi, MBG, pembangunan desa, dan berbagai program strategis pemerintah menunjukkan semakin kuatnya orientasi Polri untuk mendukung agenda pembangunan nasional," kata dia kepada IDN Times, Kamis (2/7/2026).

"Dukungan semacam itu bagus saja. Namun, dukungan itu harus tetap ditempatkan secara proporsional dan tidak menggeser mandat utama Polri sebagai institusi penegak hukum dan pelindung hak-hak warga negara," kata dia.

1. Paparkan capaian di luar fungsi keamanan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). (Youtube/IDNTimes)

Dalam pidato HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai capaian di luar fungsi keamanan.

Mulai dari pengembangan lahan pertanian jagung dan bawang putih, pembangunan gudang ketahanan pangan, pengembangan pupuk presisi, hingga pembangunan lebih dari 1.400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program MBG.

Bagi SETARA Institute, dominasi narasi pembangunan tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai prioritas institusi kepolisian.

2. Keberhasilan institusi diukur dari profesionalisme

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto dengan mendatangi Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (25/6/2026).

Hendardi menilai, ukuran keberhasilan Polri semestinya tidak bergeser menjadi seberapa besar kontribusi terhadap program pembangunan, tetapi tetap pada kualitas penegakan hukum dan perlindungan hak warga negara.

"Menurut kami, ukuran keberhasilan Polri tidak seharusnya diukur dari seberapa banyak program pembangunan yang didukung, tetapi dari keberhasilannya menciptakan rasa aman, menegakkan hukum secara adil dan tidak diskriminatif, melindungi kebebasan sipil, serta memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan hukum tanpa pandang bulu," ujar dia.

3. Tantangan utama Polri justru di penguatan integritas

Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo saat menerima audiensi Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari di Mabes Polri, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dia mengatkan, tantangan utama Polri saat ini justru terletak pada penguatan integritas institusi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penyelesaian berbagai kasus pelanggaran etik dan penyalahgunaan kekuasaan, serta percepatan reformasi kelembagaan.

Salah satu yang disampaikan Listyo Sigit dalam pidato HUT ke-80 Bhayangkara adalah tentang Polri yang telah membangun 1.415 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga Juni 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, kata dia, ratusan SPPG telah beroperasi dan diklaim mampu mempertahankan standar keamanan pangan dengan capaian zero accident.

Sigit mengatakan Polri menargetkan memiliki 1.500 SPPG pada 2026. Hingga akhir Juni, realisasi pembangunan telah mencapai 1.415 unit yang tersebar di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Pada program makan bergizi, Polri menargetkan 1.500 SPPG Polri di tahun 2026. Adapun hingga bulan Juni ini telah terdapat 1.415 SPPG dengan rincian 828 SPPG telah operasi, 227 SPPG dalam tahap operasi, dan 360 SPBG dalam tahap pembangunan, termasuk 33 di antaranya dibangun pada daerah 3T. Seluruh SPPG tersebut diperkirakan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat serta menyerap 70,7 ribu pekerja," kata dia dalam pidato upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article