Kolombia Perkirakan Kerugian Awal akibat Gempa Capai Rp170 triliun

- Presiden Kolombia memperkirakan kerugian awal gempa M7,4 pada 10 Agustus 2026 mencapai 30 triliun peso atau sekitar Rp170 triliun, dengan angka masih akan diperbarui.
- Kerusakan meliputi hunian, gedung publik, jalan, jembatan, jaringan air, bandara, fasilitas kesehatan, dan sekolah di 15 provinsi; kebutuhan rekonstruksi diproyeksikan sedikitnya 6,4 miliar dolar AS.
- Gempa menewaskan sedikitnya 289 orang, melukai 4.187 warga, dan merusak lebih dari 127 ribu rumah; penanganan kini beralih ke penampungan pengungsi serta distribusi bantuan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella memperkirakan kerugian ekonomi awal akibat gempa bumi bermagnitudo 7,4 mencapai 30 triliun peso (sekitar Rp170 triliun). Bencana yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026 ini menjadi gempa terkuat di negara tersebut dalam setengah abad terakhir.
De la Espriella menjelaskan bahwa angka estimasi tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan setelah pendataan di seluruh wilayah selesai. Pemerintah kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan perekonomian sembari menyalurkan bantuan darurat bagi para korban bencana.
1. Rincian kerugian ekonomi dan kerusakan infrastruktur

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella (Abelardo de la Espriella, CC0, via Wikimedia Commons) Total estimasi kerugian tersebut didominasi oleh kehancuran sektor bangunan hunian dan gedung publik sebesar 24,5 triliun peso (sekitar Rp139 triliun). Sementara itu, kerusakan pada sarana infrastruktur diperkirakan menelan kerugian sebesar 5,5 triliun peso (sekitar Rp31,3 triliun).
Menteri Keuangan Kolombia memproyeksikan kebutuhan dana rekonstruksi pascagempa setidaknya mencapai 6,4 miliar dolar AS (sekitar Rp114 triliun). Untuk menutup kebutuhan anggaran darurat, Presiden De la Espriella telah mengajukan pinjaman senilai 450 juta dolar AS (sekitar Rp8 triliun) ke Bank Dunia.
"Bayangkan skala bencana ini. Ini adalah angka awal yang akan disesuaikan seiring kami mendapatkan lebih banyak informasi dan kerusakan di setiap wilayah dievaluasi," kata De la Espriella, dilansir The Straits Times.
Kerusakan akibat gempa tercatat di 15 dari 32 provinsi di Kolombia. Bencana ini merusak 407 ruas jalan, 44 jembatan kendaraan, 92 jaringan air bersih, dan lima bandara. Selain itu, sebanyak 285 pusat kesehatan serta 2.838 fasilitas pendidikan juga terdampak gempa.
2. Gempa tewaskan ratusan orang dan hancurkan ribuan rumah

ilustrasi dampak gempa (unsplash.com/@oskaycaglar) Gempa mematikan ini telah menewaskan sedikitnya 289 orang dan menyebabkan 4.187 warga mengalami luka-luka. Pemerintah melaporkan sebanyak 143 orang masih hilang, meski basis data mandiri masyarakat mencatat angka orang hilang lebih tinggi.
Kerusakan pada sektor tempat tinggal mencapai 127.557 rumah rusak dan 26.945 rumah roboh. Kondisi ini menyebabkan lebih dari 120 ribu keluarga terdampak, dengan sebagian besar pengungsi terpaksa tidur di ruang terbuka beralaskan kasur seadanya.
Wilayah Choco yang menjadi pusat gempa di kota San Jose del Palmar merupakan salah satu daerah terdampak paling parah. Di Quibdo, ibu kota Provinsi Choco, terdapat 2.723 rumah yang rusak dan 1.337 di antaranya dinyatakan sudah tidak layak huni.
Kehancuran serupa juga melanda kota-kota besar lain seperti Cali, Pereira, hingga kota pelabuhan Buenaventura. Sejumlah gedung bertingkat dan bagian rumah sakit di perkotaan tersebut runtuh akibat guncangan.
3. Operasi penyelamatan beralih ke penanganan pengungsi
Satu pekan pascagempa, fokus penanganan bencana mulai beralih dari operasi pencarian korban ke pemulihan dan penampungan para pengungsi. Selama pekan pertama, petugas penyelamat telah berhasil mengevakuasi 354 korban dalam keadaan hidup.
Peluang menemukan korban selamat di balik puing-puing kini dinilai telah menurun sangat drastis. Operasi di reruntuhan Gedung Vanessa di Cali bahkan telah dihentikan sejak akhir pekan lalu dan beralih ke proses evakuasi jenazah.
"Operasi pencarian dan penyelamatan tertentu sudah tidak lagi dibutuhkan, dan kami sekarang beralih ke tahap rekonstruksi serta pembongkaran," tutur Sersan Joel Bustamente, pemimpin tim Pemadam Kebakaran Bogota di Cali, dilansir Al Jazeera.
Pemerintah daerah saat ini mengalihfungsikan stadion dan aula komunitas menjadi tempat penampungan darurat serta posko bantuan logistik. Berbagai lembaga kemanusiaan terus mendistribusikan kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, dan pasokan sanitasi bagi para pengungsi.




















