Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Setelah 50 Tahun Pasar Kramat Jati Akhirnya Ditata, Ini Jurus Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Pasar Kramat Jati, Selasa (1/9/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Pemprov DKI Jakarta mulai menata kawasan pedagang Pasar Kramat Jati setelah aktivitas perdagangan berlangsung lebih dari 50 tahun, dengan Gubernur Pramono Anung meninjau langsung prosesnya.

  • Sekitar 640 pedagang disiapkan lokasi baru, termasuk 331 di Sektor 7 Pasar Kramat Jati, 193 pedagang ikan di Lokbin Kramat Jati, serta pedagang kue di Lokbin Cililitan.

  • Pramono menekankan penataan dilakukan secara humanis, bukan sekadar penggusuran, melalui penyediaan tempat usaha layak serta dukungan pedagang, tokoh masyarakat, dan koordinator pedagang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awal 1970-an

Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Kramat Jati telah berlangsung sejak periode ini.

1 September 2026

Pramono Anung meninjau penataan Pasar Ikan Kramat Jati pada malam hari. Pemprov DKI menyiapkan lokasi berdagang bagi sekitar 640 pedagang sebagai bagian dari penataan humanis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menata kawasan pedagang, termasuk Pasar Ikan, di Pasar Kramat Jati dengan menyiapkan lokasi berdagang bagi sekitar 640 pedagang.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pedagang Pasar Kramat Jati, tokoh masyarakat, koordinator pedagang, Yusuf Rizal dari Tokoh Madas, dan Perumda Pasar Jaya terlibat dalam penataan.
  • Where?
    Penataan berlangsung di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Pedagang disiapkan untuk ditempatkan di Sektor 7 Pasar Kramat Jati, Lokbin Kramat Jati, Lokbin Cililitan, serta pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya.
  • When?
    Pramono Anung meninjau langsung penataan Pasar Ikan Kramat Jati pada Selasa malam, 1 September 2026. Aktivitas perdagangan di kawasan ini telah berlangsung sejak awal 1970-an.
  • Why?
    Penataan dilakukan untuk membenahi dan menertibkan kawasan perdagangan Kramat Jati yang telah beraktivitas lebih dari 50 tahun, sambil memastikan pedagang memperoleh tempat usaha yang layak.
  • How?
    Sebanyak 331 pedagang ditempatkan di Sektor 7, 193 pedagang ikan di Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue di Lokbin Cililitan, dan 45 lainnya di pasar Perumda Pasar Jaya melalui pendekatan dialogis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur sedang ditata setelah lebih dari 50 tahun ramai dipakai jualan. Pak Gubernur Pramono Anung datang melihatnya. Sekitar 640 pedagang akan diberi tempat baru untuk berjualan. Pedagang ikan, kue, dan lainnya akan pindah ke tempat yang sudah disiapkan. Mereka tidak mau digusur begitu saja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penataan Pasar Kramat Jati memperlihatkan upaya pemerintah menjaga keberlanjutan usaha pedagang sambil membenahi kawasan yang telah aktif puluhan tahun. Penyediaan lokasi bagi sekitar 640 pedagang, disertai dialog dengan tokoh masyarakat dan koordinator pedagang, memberi dasar bagi proses yang lebih tertib dan humanis tanpa semata-mata mengandalkan penggusuran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menata kawasan pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Penataan ini menjadi upaya pembenahan setelah aktivitas perdagangan di kawasan tersebut berlangsung selama lebih dari 50 tahun.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung penataan Pasar Ikan Kramat Jati pada Selasa (1/9/2026) malam. Ia mengatakan, penataan kawasan pedagang tersebut bukan pekerjaan mudah mengingat aktivitas perdagangan telah berlangsung sejak awal 1970-an.

"Pembenahan ini terus terang tidak gampang karena ini sudah berlangsung lebih dari 50 tahun, sejak awal tahun 70-an. Tetapi untuk membuat penertiban-penertiban yang ada di Jakarta, salah satu hal yang perlu dilakukan pembenahan adalah di Kramat Jati ini," ujar Pramono usai meninjau penataan Pasar Ikan di Pasar Kramat Jati, Selasa (1/9/2026).

1. Sebanyak 640-an pedagang disiapkan lokasi berdagang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Pasar Kramat Jati, Selasa (1/9/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Pramono menyebut, sekitar 640-an pedagang telah disiapkan lokasi untuk berjualan. Mereka akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

Rinciannya, sebanyak 331 pedagang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian 193 pedagang ikan akan menempati Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati.

Selain itu, sebanyak 45 pedagang kue akan ditempatkan di Lokbin Cililitan. Sementara 45 pedagang lainnya akan ditempatkan di pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

2. Dukungan dari para tokoh masyarakat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Pasar Kramat Jati, Selasa (1/9/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Pramono mengapresiasi para tokoh masyarakat dan koordinator pedagang yang turut membantu pemerintah dalam proses penataan tersebut.

"Tentunya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan sepenuhnya dari para pedagang dan juga para tokoh masyarakat yang mengkoordinasikan ini," katanya.

3. Penataan pasar dengan humanis bukan digusur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Pasar Kramat Jati, Selasa (1/9/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Pramono mengatakan, penataan kawasan pedagang tidak bisa hanya dilakukan dengan menggusur atau memindahkan mereka. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan tempat yang layak agar para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya.

"Ada hal prinsip dalam pendekatan. Kebetulan saya dengan Pak Yusuf Rizal (Tokoh Madas). Kami berkomunikasi, berdialog, berdiskusi, sering juga sharing dan sebagainya," kata Pramono.

Menurut Pramono, pendekatan penertiban dengan cara menggusur menjadi salah satu hal yang perlu diubah. Ia meminta agar penataan dilakukan dengan cara yang lebih humanis.

"Menurut saya hal yang prinsip adalah kalau selama ini pendekatannya adalah melakukan penggusuran, memindahkan dengan digusur," ujarnya.

Editorial Team

Related Article