Jakarta, IDN Times - Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengenang sosok Alex Noerdin sebagai pemimpin yang visioner dan membangun Provinsi Sumatra Selatan hingga mengalami kemajuan seperti sekarang. Terbukti Sumsel sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi Asian Games 2018 lalu. Ketika itu, Alex masih menjabat sebagai gubernur di Sumsel.
"Ketika saya menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Beliau duduk sebagai Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) di sana (Sumsel). Beliau orang yang memiliki visi dan misi yang luar biasa terhadap daerahnya," ujar Novanto usai melakukan takziah di rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (26/2/2026).
"Kota dan infrastruktur dilakukan dengan baik. Apapun yang terjadi mudah-mudahan Beliau diterima di sisi Allah dan segala pengorbanannya untuk Kota Palembang bisa dihargai," katanya.
Alex meninggal pada Rabu (25/2/2026) di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan. Ia meninggal ketika masih menyandang status narapidana kasus korupsi dan menjalani vonis 9 tahun. Sebelumnya, Alex divonis bui 12 tahun di pengadilan tingkat pertama dan mendapat pemotongan hukuman di tingkat banding.
Ia terbukti melakukan tindak korupsi, pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) tahun 2010-2019, dan dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang. Kasusnya diusut oleh Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan.
Ketika IDN Times tanyakan kepada Novanto kapan terakhir berkomunikasi dengan Alex, dijawab ketika mantan gubernur dua periode itu dipindahkan ke Jakarta. "Tapi, waktu itu dalam kondisi sehat," tutur mantan Ketua DPR tersebut.
Jenazah Alex rencananya akan diterbangkan ke Palembang dan dimakamkan di taman pemakaman milik keluarga pada Kamis (26/2/2026).
