Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Status Gunung Api di Indonesia 7 September, 69 dalam Pantauan
ilustrasi gunung api pada level III (siaga) (pexels.com/kevin yung)
  • PVMBG mencatat 69 gunung api Indonesia dalam pantauan per 7 September 2026: 42 Level I Normal, 22 Level II Waspada, lima Level III Siaga, dan nihil Level IV Awas.
  • Lima gunung berstatus Siaga mencakup Anak Krakatau, Sinabung, Lewotobi Laki-laki, Semeru, dan Merapi; Sinabung naik dari Waspada pada periode 00.00-06.00 WIB.
  • Status aktivitas dapat berubah berdasarkan pemantauan visual dan instrumental PVMBG. Masyarakat dapat mengikuti informasi serta rekomendasi kebencanaan melalui sistem MAGMA Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awal September 2026

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Statusnya tetap Level III.

7 September 2026

Data Kementerian ESDM mencatat 69 gunung api berstatus Level I hingga III: 42 Normal, 22 Waspada, dan lima Siaga; tidak ada yang berstatus Level IV. PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II menjadi Level III pada periode 00.00-06.00 WIB.

September 2026

Pemeriksaan Badan Geologi menyebut aktivitas Gunung Sindoro berada pada tingkat Normal atau Level I.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah memantau 69 gunung api di Indonesia dengan status aktivitas Level I hingga Level III; tidak ada gunung api berstatus Level IV Awas.
  • Who?
    PVMBG, Badan Geologi Kementerian ESDM memantau aktivitas gunung api, termasuk Anak Krakatau, Sinabung, Lewotobi Laki-laki, Semeru, dan Merapi.
  • Where?
    Pemantauan mencakup gunung api di Indonesia, termasuk Anak Krakatau di Selat Sunda dan Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Data diperbarui pada Senin, 7 September 2026. Status Sinabung dinaikkan menjadi Level III pada periode 00.00–06.00 WIB.
  • Why?
    Status ditetapkan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental terhadap aktivitas vulkanik. Sebanyak 22 gunung berstatus Waspada karena menunjukkan peningkatan aktivitas dibanding kondisi normal.
  • How?
    PVMBG melakukan pemantauan melalui sistem MAGMA Indonesia. Status dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti hasil pengamatan, sementara masyarakat dapat mengikuti informasi dan rekomendasi melalui sistem tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada 7 September 2026, pemerintah memantau 69 gunung api di Indonesia. Ada 42 gunung normal, 22 gunung waspada, dan 5 gunung siaga. Anak Krakatau tetap siaga setelah meletus lama. Gunung Sinabung juga naik jadi siaga. Belum ada gunung yang paling bahaya. PVMBG terus melihat keadaan gunung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemantauan rutin PVMBG melalui pengamatan visual, instrumental, dan sistem MAGMA Indonesia memberi gambaran terkini mengenai aktivitas gunung api. Di tengah perubahan status pada sejumlah gunung, ketiadaan status Level IV serta 42 gunung pada kondisi normal menunjukkan bahwa informasi risiko disajikan secara terukur, dengan pembaruan yang dapat diakses masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aktivitas gunung api di Indonesia masih terus dipantau pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan data pada laman Kementerian ESDM yang diperbarui pada Senin (7/9/2026), terdapat 69 gunung api yang berada pada status Level I hingga Level III.

Rinciannya, 42 gunung berstatus Level I (Normal), 22 gunung Level II (Waspada), dan lima gunung Level III (Siaga). Sementara itu, tidak ada gunung api yang berstatus Level IV (Awas).

Namun, status ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti hasil pemantauan visual dan instrumental PVMBG melalui sistem MAGMA Indonesia.

1. Level III (Siaga), ada lima gunung api

ilustrasi erupsi gunung api (pexels.com/Diego Giron)

Salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Badan Geologi memastikan statusnya tetap pada Level III setelah gunung tersebut mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada awal September 2026.

Adapun Gunung Sinabung baru mengalami kenaikan status. PVMBG menaikkan tingkat aktivitasnya dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga pada 7 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB.

Sementara itu, gunung lainnya seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Gunung Semeru dan Gunung Merapi dinaikkan dari Level II menjadi Level III.

2. Level II (Waspada), ada 22 gunung api

ilustrasi gunung api pada level II (waspada) (pexels.com/Daniel Hindarto)

Berdasarkan hasil pemantauan PVMBG, aktivitas vulkanik menunjukkan peningkatan dibanding kondisi normal. Status Waspada ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas yang perlu dipantau lebih lanjut.

Portal ESDM, MAGMA Indonesia pada Senin mencatat 22 gunung api berstatus Waspada.

Gunung yang diketahui berada dalam pemantauan Level II berdasarkan laporan dan rilis resmi Badan Geologi, beberapa di antaranya adalah Dempo, Lokon, Banda Api, Sangeangapi, Sorikmarapi, dan Tambora berdasarkan periode pemantauan masing-masing.

3. Level I (Normal), ada 42 gunung api

ilustrasi gunung api (pexels.com/Kelly)

Berdasarkan evaluasi PVMBG, aktivitas vulkanik 42 gunung api masih berada pada kondisi normal, antara lain Gunung Sindoro yang pada pemeriksaan Badan Geologi pada September 2026 disebut berada pada tingkat aktivitas Normal atau Level I.

Selain itu, berdasarkan pantauan aktivitas gunung api di MAGMA Indonesia, beberapa di antaranya yang berada pada level I (Normal) yaitu Gunung Slamet, Gunung Gede, Gunung Batur, Gunung Agung, Gunung Guntur, Gunung Ciremai, dan Gunung Sumbing.

Meski demikian, status ini bukan berarti gunung api tidak memiliki potensi bahaya.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui MAGMA Indonesia, sistem informasi kebencanaan geologi milik PVMBG yang menyajikan informasi dan rekomendasi terkait gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article