Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Sebut RI Bakal Punya Kapal Induk, Dibeli dari Italia

Prabowo Sebut RI Bakal Punya Kapal Induk, Dibeli dari Italia
Presiden Prabowo Subianto gelar rapat terbatas mengenai penanganan bencana yang ada di Indonesia. (YouTube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menyatakan Indonesia akan membeli kapal dari Italia untuk direfurbish menjadi kapal induk helikopter dan drone di bawah pengelolaan TNI AL.
  • Kapal tersebut disebut mampu menampung 10 helikopter kelas menengah, seperti Black Hawk atau MI-17, yang rata-rata dapat mengangkut 4-5 ton air.
  • Dalam rapat penanganan bencana, Prabowo memerintahkan pengerahan helikopter ke titik karhutla serta pengadaan pesawat modifikasi cuaca dan drone pemadam air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia akan memiliki kapal induk mirip Black Hawk, milik Amerika Serikat. Kapal induk itu dibeli dari Italia dan akan dikelola oleh TNI Angkatan Laut (AL).

Hal itu Prabowo sampaikan dalam rapat terbatas penanganan bencana di Indonesia yang digelar secara daring dan disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/9/2026).

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI AL kita, itu kita akan refurbished, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone dan itu kemampuannya itu bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, medium helikopter, 10. saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis MI17 yang rata-rata bisa mengangkut 4-5 ton air," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memerintahkan 10 helikopter yang ada untuk segera merapat ke sumber titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

"Kemudian kita nanti harus alokasikan lebih banyak pesawat-pesawat untuk cuaca, untuk modifikasi cuaca, kemudian BRIN harus mengkaji zat-zat apa yg paling efisien untuk mempercepat modifikasi cuaca," ucap dia.

Prabowo juga meminta memperbanyak drone yang bisa ikut memadamkan karhutla. Sehingga, drone tersebut bisa membantu pemadaman selain menggunakan helikopter.

"Selanjutnya kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air ada drone yang cukup besar sampai bisa mengangkut, melempar, menge-drop 50 kilogram air, ketika kita 10 drone, itu sama dengan 1 helikopter kemampuannya, ya kan? 50, oh tidak, 50 kali 10, 500 atau setengah ton ya?," kata dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More