“Dukungan ini akan beralih ke model kerja sama teknis. Transisi ini merupakan perayaan kepemimpinan Namibia dan sebuah model untuk apa yang mungkin terjadi,” kata Duta Besar AS untuk Namibia, John Giordano, dalam pernyataannya seperti dilansir The Hill, Sabtu (5/9/2026).
AS Setop Bantuan Dana Penanganan HIV di Namibia Setelah 20 Tahun

- AS menghentikan bantuan dana HIV tahunan sebesar 45 juta dolar untuk Namibia setelah 20 tahun, meski pendanaan masih berlanjut hingga 2027.
- Setelah 2027, dukungan AS akan dialihkan menjadi kerja sama teknis karena Washington menilai Namibia sudah mampu menangani HIV tanpa bantuan tunai.
- Penghentian dana terjadi setelah Namibia menolak permintaan data kesehatan sensitif AS dan sejalan dengan kebijakan America First Health Global Strategy Donald Trump.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menghentikan bantuan dana penanganan HIV di Namibia. Kabar itu disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Namibia dan Kementerian Hubungan Internasional Namibia dalam pernyataan bersama pada Jumat (4/9/2026).
Keputusan ini diambil AS setelah 20 tahun memberikan bantuan dana tahunan sebesar 45 juta dolar atau Rp793 miliar untuk menangani HIV di Namibia. Bantuan ini diberikan karena Namibia merupakan salah satu negara dengan kasus infeksi virus HIV paling banyak di dunia.
1. AS masih akan memberi bantuan dana hingga 2027

ilustrasi mata uang dolar Amerika Serikat (pexels.com/Pixabay) Kedubes AS di Namibia menjelaskan bahwa pihaknya masih akan memberikan dana bantuan sebesar Rp793 miliar untuk penanganan HIV di Namibia hingga 2027 mendatang. Setelah itu, bantuan uang tunai tersebut akan diubah menjadi bantuan teknis. Sebab, Negeri Paman Sam menganggap Namibia kini sudah tidak butuh bantuan dana untuk menangani kasus HIV yang ada di wilayahnya.
2. AS sempat meminta data sensitif soal kesehatan di Namibia

ilustrasi data sensitif (pexels.com/Markus Winkler) Di sisi lain, sejumlah pihak mengira penghentian dana bantuan ini berkaitan dengan syarat yang diberikan AS ke Namibia. Jadi, beberapa waktu lalu, AS meminta Namibia untuk memberikan data-data sensitif soal kondisi kesehatan di wilayahnya sebagai imbalan atas bantuan dana yang telah diberikan. Namun, Windhoek menolak permintaan dari Washington.
Namibia menganggap data-data sensitif soal kesehatan di wilayahnya merupakan rahasia negara. Oleh karena itu, tidak ada negara mana pun yang boleh mengetahui apalagi memperoleh data-data tersebut. Tidak lama setelah penolakan itu, AS mengeluarkan kebijakan penghentian bantuan dana penanganan HIV untuk Namibia.
3. Pemotongan dana HIV Namibia jadi salah satu kebijakan Donald Trump

potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov) Terlepas dari dugaan tersebut, kebijakan pemotongan dana bantuan HIV untuk Namibia ini merupakan salah satu kebijakan Presiden AS, Donald Trump. Sebab, sejak menjabat lagi sebagai presiden pada Januari 2025 lalu, Trump berjanji akan memotong bahkan menghentikan bantuan dana kesehatan dari AS ke negara yang membutuhkan. Kebijakan ini disebut America First Health Global Strategy.
Dalam kebijakan tersebut, Trump juga memotong dana bantuan untuk organisasi kesehatan internasional seperti WHO. Tujuan dari kebijakan ini adalah agar dana bantuan tersebut bisa dipakai untuk meningkatkan sistem dan pelayanan kesehatan di Negeri Paman Sam.



















